Sejarah

Restorasi Meiji: Pengertian – Latar Belakang dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Saat ini Jepang dapat dikatakan sebagai negara yang paling berjaya dan maju di kawasan Asia. Berbagai kemajuan terutama dalam bidang teknologi diraih oleh Jepang dalam waktu yang relatif singkat. Padahal pada abad ke 18–19 Jepang merupakan negara yang tertinggal.

Ketertinggalan tersebut berhasil disingkirkan setelah adanya peristiwa Restorasi Meiji. Penjelasan lebih lanjut mengenai Restorasi Meiji telah terangkum dalam ulasan berikut ini. 

Apa yang dimaksud dengan Restorasi Meiji?

Restorasi Meiji atau Revolusi Meiji dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah Meiji-ishin (明治維新) merupakan merupakan sebuah gerakan reformasi besar-besaran yang dilakukan oleh Jepang. Berbagai peristiwa telah terjadi dalam kurun waktu 1866 sampai 1869 dengan puncaknya berlangsung pada tahun 1868. 

Peristiwa Pembaharuan Meiji ini terjadi pada masa akhir zaman Edo dan awal zaman Meiji. Restorasi dianggap sebagai titik balik dari Negeri Matahari Terbit dan mulai menyetarakan bangsanya dengan negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan bangsa-bangsa imperialis lainnya dan membawa Jepang pada masa Modern. Peristiwa Restorasi Meiji juga kerap diartikan sebagai pengembalian Jepang kepada kekuasaan Kekaisaran setelah jatuh kekuasaan Shogun.

Latar Belakang Restorasi Meiji 

Sebuah peristiwa besar tentunya dilatarbelakangi oleh suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu. Begitu juga dengan Restorasi Meiji yang didasari pada kesadaran warga Jepang akan ketertinggalannya dengan bangsa lain. Jepang menjadi negara yang terisolasi sejak masa kepemimpinan militer atau disebut dengan kekuasaan Shogun yakni pada abad ke 12. 

Pada masa ini kekuasaan kaisar sangat terbatas terutama dalam urusan politik bahkan hanya menjadi simbol bangsa saja.

Pada Kekuasaan Shogun, Jepang menerapkan praktek isolasi sehingga hubungan dengan luar negeri sangat terbatas. Hubungan dagang hanya dijalin dengan negara-negara tetangga seperti Korea dan orang-orang Ainu. Politik Isolasi ini berlangsung selama 2 abad sehingga tak heran jika Jepang tidak mengetahui dan mengikuti perkembangan dunia.

Pada masa ini juga banyak terjadi konflik internal terutama pihak pendukung Shogun dengan pihak yang menentang.  

Kronologi Restorasi Meiji 

Pembaharuan besar-besaran yang diawali dengan kedatangan bangsa Amerika ke Jepang pada tahun 1853. Kedatangan Amerika Serikat adalah untuk mendesak agar pemerintah Jepang mau membuka negaranya dan mengakhiri politik isolasi. Hal itu dikarenakan lokasi negara Jepang yang berada di jalur perdagangan Asia. 

Amerika Serikat tiba di Jepang dengan membawa 4 buah kapal hitam yang dipimpin oleh Komodor Matthew Calbraith Perry. Amerika Serikat berlebih di Uraga dengan membawa surat perjanjian dagang dari Presiden Amerika Serikat pada saat itu. Kedatangan Amerika Serikat ini lah yang menyadarkan bangsa Jepang sudah tertinggal jauh baik dari segi teknologi hingga ekonomi. 

Pihak Keshogunan Tokugawa dengan Amerika Serikat kemudian melakukan perundingan melalui Konvensi Kanagawa yang berlangsung pada 31 Maret 1854. Hasilnya adalah Jepang mengizinkan Amerika Serikat melakukan perdagangan namun hanya di di Hakodate dan Shimoda.

Dibukanya hubungan dagang antara Jepang dengan AS tentunya telah melalui berbagai pertimbangan seperti yang diungkapkan oleh tokoh Jepang pada saat itu yakni daimyō Shimazu Nariakira yang mengatakan  “jika kita mengambil inisiatif, kita bisa mendominasi, namun jika tidak, kita lah yang akan didominasi”. 

Namun faktanya setelah dibukanya politik isolasi menimbulkan pengaruh buruk bagi Keshogunan Tokugawa. Para penguasa daerah dengan kekuatan militer yang sama dengan Shogun yaitu daimyo-daimyo merasa tidak puas ditambah citra pemerintah yang sudah dianggap mengingkari rakyatnya.. Moment ini kemudian dimanfaatkan oleh dua kubu besar penentang Shogun Tokugawa yaitu Domain Choshu dan Domain Satsuma. 

Kedua kubu kontra Shogun ini rupanya mendapat dukungan dari Kaisar Komei yang memerintah pada tahun 1831–1867. Ketiga pihak ini kemudian menjadi sekutu untuk menyerang dan menjatuhkan Shogun Tokugawa. 

Tidak lama setelah bersekutu, Kaisar Komei meninggal pada  bulan Januari tahun 1867. Posisi kaisar kemudian digantikan oleh penerusnya yaitu Mutsuhito yang kelak menjadi Kaisar Meiji. Kaisar Meiji naik tahta pada 3 Februari 1867 ketika usianya baru 14 tahun. 

Pada tanggal 19 November 1867, Shogun Tokugawa ke 15 yaitu Tokugawa Yoshinobu resmi mengundurkan diri yang artinya kekuasaan kembali ke kaisar. Namun demikian, Shogun Tokugawa masih mengendalikan pemerintahan. 

Disamping itu Kaisar Meiji dalam pelatihan Satsuma dan Choshu yang  telah mendapat pengaruh modernisasi dari Amerika Serikat dan bangsa barat lainnya sehingga lebih unggul dari segi kekuatan militer. 

Karena Shogun Tokugawa yang tidak kunjung melepaskan kendalinya maka Kaisar Meiji mengeluarkan pernyataan pembubaran  rumah Tokugawa. Shogun yang tidak menerima dekrit tersebut pun memberontak dan melakukan perlawanan senjata. Pada tanggal 27 Januari 1869, pihak Shogun merencanakan penggulingan Kaisar dengan mengirimkan pasukan Yoshinobu ke ibukota yaitu Kyoto. 

Bentrok antara pasukan Yoshinobu dan aliansi Samurai Satsuma–Choshu ini berlangsung selama 4 hari yang kemudian dikenal sebagai Toba-Fushimi. Pertempuran ini menghasilkan kekalahan telak bagi kubu Shogun dan menjadi awal dari Perang Boshin yang baru berakhir pada bulan Mei 1869. 

Pada pertempuran ini Kaisar Meiji dengan pasukannya terus mengalami kemenangan bahkan sejak awal peperangan, Hingga akhirnya pada 11 April 1869 ,Tokugawa Yoshinobu menyerahkan diri kepada Saigo Takamori yang merupakan salah satu Samurai pemimpin Restorasi Meiji. Kekuasaan Meiji pun berada di atas puncaknya dan mulai melakukan reformasi besar-besaran yang kemudian dikenal dengan istilah Restorasi Meiji. 

Restorasi Meiji berakhir pada tahun 1912 dengan meninggalnya Kaisar Meiji yang memberikan banyak kemajuan bangsa. Meski berakhir namun penerusnya masih melanjutkan kejayaan Restorasi Meiji bahkan menjadikan Jepang sebagai saingan besar bangsa barat. 

Masa Restorasi Meiji

Setelah berhasil mengembalikan kekuasaan ke tangan kekaisaran, Kaisar Meiji mulai melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih maju dan tentunya lebih maju. Perubahan tersebut merupakan usulan dari penasihat kaisar yakni mantan daimyo dan oligarki yang kemudian membentuk kabinet Meiji sebagai pengganti kekuasaan Keshogunan Tokugawa.

Tujuan dari Restorasi Meiji tercantum dalam Piagam Sumpah yang disebut dengan nama  Gokajō no Goseimon (五箇条の御誓文) yang artinya Sumpah dalam Lima Pasal. Sumpah setia ini diucapkan Kaisar Meiji pada saat pengukuhannya yakni tanggal 7 April 1868. 

Sumpah yang menyatakan janji membawa Jepang ke era modern berisi 5 pasal diantaranya adalah berikut ini

  1. Pembentukan dewan secara luas di berbagai daerah, semua persoalan penting dimusyawarahkan bersama
  2. Semua kalangan, atas dan bawah, harus bersatu dalam menjalankan urusan negara.
  3. Rakyat biasa, begitu pula pejabat pusat dan militer, harus diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang diingini sehingga tidak mereka tidak bosan.
  4. Kebijakan lama yang buruk ditinggalkan, dan semuanya dibiarkan berdasarkan hukum alam.
  5. Pengetahuan harus dicari hingga ke seluruh dunia demi memperkuat fondasi kekuasaan kekaisaran

Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Kaisar Meiji dalam membawa perubahan diantaranya adalah sebagai berikut. 

Restorasi Bidang Politik  

Langkah awal yang dilakukan oleh Kaisar Meiji adalah dalam bidang politik adalah memindahkan ibukota dari Kyoto ke Tokyo. Langkah lainnya yang dilakukan dalam bidang politik adalah Kaisar memegang teguh Sumpah dalam Lima Pasal, menggunakan sistem pemerintahan barat yang dibagi menjadi beberapa departemen, menghapuskan sistem pemerintahan feodal, tanah negara dibagi menjadi berbagai prefecture, dan diperbolehkannya pembentukan National Assembly. 

Meski langkah-langkah tersebut sudah dijalankan namun pada prakteknya masih menemui kendala seperti masih adanya kekuasaan yang dipegang oleh golongan tertentu. Monopoli ini lah yang mendorong rakyat untuk mendesak kaisar agar segera membentuk konstitusi

Pada 11 Februari 1889 akhirnya berhasil diresmikan oleh kisar dengan memuat pokok pikiran sebagai berikut. 

  • Sumber kekuasaan bangsa adalah kaisar yang mana kedudukannya adalah suci dan tidak bisa diganggu gugat. Kekuasaan praktis dijalankan oleh badan-badan pemerintah yang berada dibawah kendali kaisar. Kaisar dalam menjalankan pemerintahan legislatif dibantu oleh Diet atau DPR. 
  • Sistem pemerintahan di Jepang mengadopsi sistem pemerintahan yang diterapkan oleh bangsa barat. Maka dari sistem pemerintahan terbagi menjadi dua yaitu House of Peers yang diisi oleh bangsawan dan House of Representative yang berisikan rakyat basa yang ditunjuk dan dipilih.
  • Kabinet yang akan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang membawahi beberapa departemen seperti Departemen dalam negeri, luar negeri, pendidikan, perhubungan, keuangan, kehakiman, perdagangan dan industri, pertanian dan kehutanan, kereta api dan seberang laut. 
  • Prive Council atau DPA yang diisi oleh para penasehat kaisar. 

Restorasi Bidang Ekonomi 

Sebelum adanya restorasi Jepang menerapkan sistem ekonomi feodal yang hanya bisa dijalankan oleh kaum bansawan. Namun setelah adanya Restorasi Meiji, sistem politik ini diubah menjadi  sistem ekonomi kapitalis modern. Dalam mereformasi bidang politik, Kaisar Meiji juga mendapat pengaruh dari barat. 

Pada masa ini kekaisaran Jepang mulai membangun jalan-jalan kereta api, membangun bank, mengijinkan pelayaran untuk kapal-kapal asing, melakukan perjalanan ke barat untuk mempelajari sistem ekonomi, mendirikan pabrik, menjalin hubungan dagang secara luas dengan negara-negara lain. 

Restorasi Bidang Pendidikan 

Bidang pendidikan tak luput dari gerakan Restorasi Meiji dengan tujuan untuk mencapai  integrasi nasional yang kokoh, mengajarkan tentang nasionalisme kepada warganya, mencapai pendidikan dan teknologi yang modern, serta mendapatkan pertahanan nasional yang sempurna. 

untuk memajukan bidang pendidikannya, Kaisar membentuk kementerian pendidikan pada tahun 1871. Sejak saat itu siapa saja bisa mendapatkan hak pendidikannya baik pria maupun wanita. 

Restorasi Bidang Militer 

Langkah yang diambil pada masa Restorasi Meiji dalam bidang militer adalah menghapus golongan samurai dan membentuk tentara nasional pada tahun 1871. Tahun berikutnya kaisar Meiji mengeluarkan peraturan atau undang-undang mengenai wajib militer. Dengan begitu tugas menjaga negara bukan lagi hanya milik golongan samurai namun tugas seluruh rakyat Jepang. 

Tokoh Restorasi Meiji 

Untuk mencapai Restorasi Meiji, tidak akan berjalan tanpa adanya peran-peran tokoh di bawah ini. 

  • Kaisar Meiji

Kaisar Meiji adalah tokoh yang paling banyak mendapat sorotan dalam Restorasi Meiji. Ia adalah kasiar ke 122 dari kekaisaran Jepang yang berhasil mengembalikan kekuasaan kaisar dari tangan kekuasaan shogun. Di bawah kekuasaannya, Jepang berhasil menjadi negara yang maju berkat langkah-langkah yang ia terapkan. 

  • Ito Hirobumi 

Ito Hirobumi merupakan samurai yang berasal dari Domain Choshu yang membantu kaisar dalam menyusun konstitusi Meiji serta membagi sistem pemerintahan menjadi dua kamar. Setelah sukses mencapai Restorasi Meiji Ito kemudian dipercaya untuk menjadi Perdana Menteri Jepang yang pertama. Pada tahun 1870, beliau dikirim ke AS untuk mempelajari sistem mata uang dan kembali ke negaranya pada 1873. 

Setelah mempelajari keuangan Amerika Serikat, Ito membentuk sistem perpajakan Jepang. a tahun 1882, beliau kembali dikirim ke AS untuk konstitusi negara-negara. Ilmu yang ia dapatkan ditulis dalam buku Imperial Hukum Rumah Tangga. Sistem gelar bangsawan Jepang juga merupakan gagasan dari Ito Hirobumi pada tahun 1884. 

  • Saigō Takamori 

Saigō Takamori adalah  perwira militer, politikus Jepang dan juga samurai yang berasal dari Domain Satsuma. Takamori terlibat dalam Pemberontakan Hamaguri yang meletus pada tahun 1864 dan turut membentuk aliansi Satchō. Ia juga merupakan salah satu pemimpin dari Pertempuran Boshin yang akhirnya berhasil bernegosiasi dengan Katsu Kaishū, Istana Edo sehingga bisa diserahkan dengan damai. Berkat jasanya tersebut, Takamori akhirnya diangkat menjadi jenderal angkatan darat kepala penjaga istana (konoe totoku)

  • Ōkubo Toshimichi 

Ōkubo Toshimichi bersama dengan Takamori merupakan pahlawan besar dalam Restorasi Meiji.Ia bahkan dianggap sebagai tokoh yang mendirikan Jepang modern. Ia dikirim ke barat untuk mempelajari sistem ekonom dan juga pendidikannya. Setelah itu ia kembali ke Jepang dan mendirikan sekolah teknik serta membantu pemerintah membangun pabrik dan industri lainnya.

Dampak Restorasi Meiji 

Restorasi Meiji atau Revolusi Meiji berhasil menggulingkan pemerintahan Shogun yang sudah berlangsung selama 200 tahun. Perubahan tersebut tentu memberikan dampak yang signifikan seperti berikut ini. 

Dampak Positif 

Restorasi banyak memberikan banyak manfaat atau dampak positif diantaranya adalah:

  • Dihapuskannya sistem politik feodal sehingga golongan rakyat mana pun bisa mengisi posisi di pemerintahan. 
  • Jepang berhasil merumuskan Undang-Undang yang serupa dengan UU bagsa barat. 
  • Sektor perekonomian yang melesat tidak hanya dari bidang pertanian saja melainkan juga dari bidang industri. Hal ini mengubah Jepang yang semula merupakan negara agraris berubah menjadi negara Industri. 
  • Bidang komunikasi pun mengalami perkembangan dimana jaringan telegraf mulai dibangun sehingga komunikasi antar kota yang jauh menjadi lebih mudah. 
  • Jepang menjadi negara yang maju di kawasan Asia bahkan di dunia pada awal abad ke-20 hingga saat ini. 
  • Tak hanya maju secara ekonomi, secara militer juga menjadi yang terkuat. 
  • Teknologi Jepang menjadi yang paling modern di dunia. 

Dampak Negatif

Sisi lain dari Restorasi Meiji adalah memberikan beberapa pengaruh negatif seperti berikut ini. 

  • Golongan tradisional Jepang yaitu daimyo dan samurai kehilangan hak istimewanya. 
  • Jepang muncul sebagai negara yang ingin menguasai negara lain atau disebut dengan istila negara imperialis pada Perang Dunia II. Negara-negara yang pernah diduduki Jepang antara lain China tahun 1931, Korea tahun 1930, Hong Kong dan Indonesia pada tahun 1942.