Ekonomi

Kenali 17 Contoh Konglomerasi Media

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Fenomena konglomerasi media, dalam praktiknya menyentuh hampir dari keseluruhan isu terkait keragaman, persaingan, kontrol ketat terhadap pasar oligopolistik, hingga kekhawatiran terhadap implikasi sosial yang lebih luas dari situasi di mana para konglomerat besar mendominasi sistem komunikasi secara global.

Sementara dalam analisis ekonomi politik, fenomena ini menunjukkan pada bagaimana struktur korporasi dan strategi konglomerasi media cenderung mampu menyeragamkan produksi budaya serta membatasi konten media, yang telah sering ditentang oleh pendukung pasar bebas (Compaine, 2005).

Konglomerasi media juga menjadi salah satu konsep penting dalam bidang akademik komunikasi internasional, terutama dalam perdebatan tentang media internasional dan globalisasi (Thussu, 2000).

Dampak & Kritik Konglomerasi Media

Para kritikus menganggap bahwa konglomerasi media merupakan praktik yang tidak adil. Salah satu yang menyuarakan hal tersebut adalah Jesse Jackson. Pada November 2007, ia menentang adanya praktik konsolidasi media. Jackson menyatakan bahwa korporasi menolak untuk mempublikasikan informasi yang nantinya akan merugikan kepentingan mereka.

Konglomerasi media dikritik karena membatasi kebebasan berbicara atau tidak melindungi hak kebebasan dalam berbicara. Praktik ini juga ditengarai ikut andil dalam pengaburan atau hilangnya informasi penting yang dinilai mampu memengaruhi posisi atau situasi orang tertentu.

Selain itu, konglomerasi media juga dapat mengakibatkan berkurangnya penggunaan perspektif atau sudut pandang berbeda serta vokalisasi terhadap suatu permasalahan tertentu. Selain itu, juga dikhawatirkan akan banyak terjadi diskriminasi terhadap kelompok etnis minoritas tertentu yang pada akhirnya akan merugikan sekaligus menguntungkan bagi kelompok tertentu lainnya.

Contoh Konglomerasi Dunia

Di era sekarang, media massa lebih berorientasi pada nilai komersial sehingga menyebabkan banyak pengusaha-pengusaha besar menanamkan modalnya pada media-media massa, dengan harapan mendapatkan keuntungan melimpah dari investasi tersebut. Hal ini lah yang akhirnya memunculkan fenomena konglomerasi media.

  • Global Mediacom

Hary Tanoesoedibjo selaku pemimpin puncak memulai proses perluasan bisnis media sejak awal 2000-an. Selain memiliki 3 stasiun televisi, yaitu MNCTV, RCTI, dan GlobalTV, mereka juga memiliki 34 radio lokal sejak tahun 2005.

Portal berita Sindo News dan Okezone juga termasuk di dalamnya. MNC juga tercatat memiliki satu satelit pribadi yang dibelinya pada 2010, yang berkapasitas 160 kanal.  Bermodalkan satu satelit tersebut, kini MNC Group memiliki 19 kanal TV berbayar, 46 stasiun TV lokal, dan 2,6 juta pelanggan IndoVision, TopTV, dan OKVision.

MNC Group juga melakukan perluasan ekspansi secara besar-besaran dengan meluncurkan i-News, sebagai stasiun berita 24 jam, yang telah menghabiskan $250 juta untuk pembelian 40 fasilitas studio di Jakarta Pusat.  

  • Visi Media Asia

Visi Media Asia merupakan konglomerasi media di Indonesia milik keluarga Bakrie. Lewat akuisisinya atas Lativi (sekarang TVOne) pada 2007, Visi Media Asia memulai praktik konglomerasi media mereka dengan ANTV.

Pada 2008, Bakrie Group membeli ArekTV dan koran Surabaya Post yang berbasis di Surabaya. Dilanjutkan dengan kerja sama yang dilakukan dengan Erick Thohir, keluarga Bakrie mengonvergensi TVOne, ANTV, dan beberapa portal berita online baru, seperti Viva.co.id.

  • KG Group

KG Group didirikan oleh seorang wartawan dan ahli komunikasi bernama Jakob Oetama pada 28 Juni 1965. Perjalanannya dimulai ketika ia menerbitkan majalah intisari, yang kemudian berkembang ke berbagai ranah bisnis seperti media informasi, penerbitan dan ritel, perhotelan, manufaktur, pendidikan, event & venue, properti dan infrastruktur, dan masih banyak lagi.

Terdapat lebih dari 150 merek media baik cetak, elektronik, broadcast, maupun digital. Yang paling terkenal diantaranya seperti Koran Kompas, Kompas,com, Intisari, KompasTV, Bobo, Sonora, Warta Kota, Kompasiana, dan ratusan jaringan media Tribunnews di seluruh Indonesia.

Selain itu, KG Group juga ikut meramaikan industri di sektor digital. Beberapa di antaranya seperti KGX, Oval, MyValue, Bhrisma, StratX, Gramedia Digital Nusantara, dan Perpus. Hingga saat ini, Kompas Gramedia telah memiliki lebih dari 400 jaringan bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia.

  • Netflix

Didirikan pada 1997 di Los Gatos, California, Netflix mampu menjadi salah satu perusahaan media paling mengesankan di abad ke-21. Awalnya Netflix hanya beroperasi sebagai platform streaming konten, namun dalam beberapa tahun terakhir mereka beralih menjadi perusahaan yang juga memproduksi konten.

Pada 2021, Netflix telah memiliki 203,7 juta pelanggan di seluruh dunia, di mana hampir 66 juta di antaranya merupakan orang Amerika Serikat. Dengan pencapaian tersebut, pendapatan tahunan Netflix pada 2022 juga mengalami kenaikan fantastis menjadi $30,40 miliar.

  • ViacomCBS

ViacomCBS adalah hasil dari merger antara CBS Corporation dan Viacom. Tercatat pendapatan tahunan mereka pada tahun 2021 sudah mencapai $28,6 miliar, yang mana merupakan hasil yang cukup fantastis bagi perusahaan baru.

ViacomCBS beroperasi melalui serangkaian aset, seperti industri penerbitan, produksi media dan konten, acara TV, dan lainnya. Yang termasuk dalam kepemilikan utama ViacomCBS antara lain Simon Schuster Publishing, MTV, Nickelodeon, BET, Showtime, Comedy Central, Paramount Pictures, dan CBS Entertainment Group.

Terdapat sekitar 170 jaringan yang berada di bawah kendali ViacomCBS, dengan perkiraan 700 juta pengguna di seluruh jaringan tersebut.

  • Facebook

Mark Zuckerberg, CEO Facebook, berulang kali menegaskan bahwa Facebook merupakan perusahaan teknologi, bukan media. Namun, Facebook yang kini telah menjadi situs jejaring sosial nomor 1 di dunia, juga memiliki kedudukan dalam konglomerasi media.

Didirikan pada 2004 dan memiliki kantor pusat di Menlo Park, California, Facebook berperan sebagai media massa yang menyediakan berita dan informasi kepada orang-orang dalam skala besar. Meski selalu ragu untuk melabeli dirinya sebagai sumber media, secara inheren Facebook bertanggung jawab atas informasi yang dibagikan di situs web mereka.

Dengan 2,8 miliar pengguna di seluruh dunia, Facebook mampu meraup keuntungan hingga $27,9 miliar pada tahun 2022. Beberapa tahun terakhir, Facebook juga telah melakukan akuisisi terhadap beberapa perusahaan teknologi, seperti Atlas Solutions, LiveRail, Onavo, TBH, Parse, Redkix, Oculus VR, Ctrl-Labs, Instagram, dan WhatsApp.

  • AT & T

Sebagian besar perusahaan milik AT&T, oleh publik dikenal sebagai penyedia perusahaan telekomunikasi dan penyedia telepon seluler terbesar di dunia. Kepopuleran dan pendapatan mereka meningkat setelah mengakuisisi Time Warner Inc. Senilai $101 miliar pada 2018.

Sebelumnya, pada 2015, AT&T juga telah mengakuisisi DirecTV yang menjadikan jaringan operasi media mereka bertambah, baik di AS maupun di Amerika Latin.

Dilaporkan pada 2021, pendapatan mereka meningkat menjadi $168,86 miliar, yang mana sekitar $35,6 miliar diperoleh dari Warner Media dan $15,5 miliar dari media visual lainnya. Terjadi peningkatan pendapatan di mana pada 2020 tercatat AT&T hanya menghasilkan $163,030 miliar.

AT&T yang didirikan di Dallas, Texas pada 1983, kini menguasai 98 perusahaan terkenal, diantaranya seperti CNN News Group, DC Entertainment and Film, HBO and Cinemax, Warner Bros Pictures, Turner dan Entertainment Networks. Termasuk juga film, acara TV, dan video games yang berada di bawah merek Warner Bros.

  • Comcast Company

Sejak didirikan pada 1963, Comcast Corporation telah menjadi salah satu organisasi media dan hiburan paling berpengaruh di dunia. Pengambilalihan NBCUniversal membuat Comcast menjadi konglomerat penyiaran dan televisi terbesar kedua di dunia berdasarkan pendapatan. Dilaporkan pendapatan Comcast tahun 2022 sebesar $120,190 miliar.

Comcast yang saat ini bermarkas besar di Philadelphia, Pennsylvania telah membawahi berbagai media populer seperti USA Network, Oxygen, MSNBC, Universal Pictures, Dreamworks Animation, E!, dan masih banyak lagi.

  • The Walt Disney Company

Didirikan hampir 100 tahun yang lalu, 1923 di Burbank, California, The Walt Disney Company mampu menjadi produsen film animasi dan produksi televisi terbesar di Amerika Serikat. Konten yang mereka produksi cenderung ramah keluarga. Pendapatan tahunan mereka pada 2022 sekitar $76,624 miliar, yang mereka dapatkan dari berbagai jaringan perusahaan yang mereka miliki.

Disney beroperasi di bawah beberapa nama perusahaan produksi film, seperti Pixar, Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios, Marvel Studios, Searchlight Pictures, Blue Sky Studios, dan 20th Century Studios.

The Walt Disney juga memiliki beberapa jaringan televisi kabel, diantaranya Disney Channel, ESPN, FX, National Geographic, dan Freeform. Selain itu, mereka juga memperoleh banyak pendapatan dari berbagai taman hiburan dan produk konsumen.

  • Warner Media

Pada awal pendiriannya tahun 1990, Warner Media dikenal dengan sebutan Time Warner. Perubahan nama tersebut terjadi setelah mereka diakuisisi oleh AT&T pada 2018 senilai $85 miliar dan asumsi utang akuisisi.

Secara tidak langsung, pengakuisisian tersebut menjadikan AT&T sebagai konglomerasi media terbesar di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan. Meski pun demikian, Warner Media tetap memiliki ikatan dengan beberapa perusahaan film dan televisi kabel.

Warner Media bermarkas di New York, Amerika Serikat, dan pada tahun 2022 telah meraup keuntungan $8,74 miliar melalui beberapa aset milik mereka, seperti HBO, Warner Bros, Turner Broadcasting, dan New Line Cinema. Pada 2018, Warner Media menempati peringkat ke-98 dalam daftar Fortune 500.

  • Nextstar Media Group

Sejak pertama kali didirikan pada 1996 hingga saat ini, Nextstar Media Group telah menjadi pemilik stasiun televisi terbesar di Amerika Serikat. Diperkirakan, 68% dari seluruh stasiun televisi di Amerika Serikat merupakan milik Nextstar media Group.

Nextstar Media Group kini telah menguasai sebanyak 197 stasiun televisi, yang mana banyak diantaranya merupakan anggota jaringan besar seperti FOX, CBS, dan NBC. Dari jumlah tersebut, mereka mampu meraup pendapatan tahunan sebesar $4,65 miliar pada tahun 2022.

Pada 2021, tercatat Nextstar Media Group telah mempekerjakan sebanyak 13.000 orang dari seluruh Amerika Serikat. Perusahaan ini juga telah menerima lebih dari 3.000 penghargaan penyiaran dan jurnalisme selama 12 tahun terakhir atas komitmen mereka terhadap program berita yang mereka sajikan.

  • Gannett

Meski surat kabar tidak lagi menjadi media pemberitaan populer akhir-akhir ini, namun surat kabar tetap menjadi bisnis yang bisa menghasilkan jutaan dolar setiap tahunnya. Salah satunya adalah Gannett Co, didirikan pada 1906 di Tysons Corner, Virginia, merupakan penerbit surat kabar terbesar di seluruh Amerika Serikat.

USA Today merupakan surat kabar nasional Amerika paling dan merupakan hasil terbitan dari Gannett. Namun demikian, Gannett juga memiliki tanggung jawab terhadap banyak penerbitan surat kabar kecil di kota-kota tertentu, yang bersifat lokal.

Berbagai surat kabar tersebut di antaranya, seperti The Indianapolis Star, The Cincinnati Enquirer, The Tennessean, Great Falls Tribune, dan The Arizona Republic. Gannett mendapat pendapatan tahunan sekitar $3,21 miliar.

  • iHeart Media

iHeart Media adalah pengontrol utama radio di seluruh Amerika Serikat dengan lebih dari 850 stasiun radio AM dan FM yang berada di bawah kendali mereka.

Pada 2021, iHeart Media menjasi perusahaan audio terbesar di Amerika Serikat. iHeart Media juga terlibat dalam ranah radio internet dan podcast melalui sebuah platform digital ramah pengguna yang disebut dengan iHeart Radio.

Sejak pertama kali didirikan pada 1972, hingga saat ini iHeart Media telah mendapatkan sekitar 250 juta pendengar setiap bulannya. Kantor pusat mereka yang berada di San Antonia, Texas, melaporkan bahwa pada 2022 mereka meraup pendapatan tahunan sebesar $13,8 juta.

  • Apple (AAPL)

Apple dikenal dengan kecanggihan teknologi yang mereka hasilkan. Namun juga dengan ratusan akuisisinya, seperti pada 2014 Apple mengakuisisi Beats (dulunya Beat by Dre) seharga $3 miliar, dan pada 2018 Apple juga telah mengakuisisi Shazam, aplikasi identifikasi lagu, seharga $400 juta.

Berbagai akuisisi tersebut menjadikan Apple beralih dari perusahaan teknologi menjadi gabungan antara teknologi dan media, setelah penambahan layanan streaming dan media berita ke dalam portofolionya. Apple yang didirikan pada 197 oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak, kini memiliki kapitalisasi pasar mencapai $2,74 triliun, jauh melampaui para pesaingnya.

Hingga saat ini, Apple menyediakan layanan media seperti Apple Music, Apple TV, Apple, News, dan masih banyak lagi. Pada Maret 2022, tercatat lebih dari 25 juta orang telah berlangganan layanan berbayar, yaitu Apple TVPlus. Hingga akhir tahun 2021, telah terjadi peningkatan penjualan bersih sebesar 33,3%, yaitu sekitar $365 miliar.

  • Fox Corporation

Didirikan pada 2019, dan bermarkas di New York City, Amerika Serikat, Fox Corporation telah meraup keuntungan sekitar $13,831 miliar di tahun 2022. Pengakuisisian sebagian saham 21st Century Fox menjadi alasan pendirian dan kemunculan Fox Corporation.

Beberapa saham dan aset yang tersisa, sesuai kesepakatan, digunakan untuk mendirikan Fox Corporation. Saat ini mereka memiliki beberapa aset operasi media penyiaran televisi, seperti berita dan olahraga.

Perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan mereka, antara lain Fox News Media, Fox Television Stations, Fox Broadcasting Company, Fox Sports Media Group, dan Tuning Streaming Service.

  • Hearst Corporation

Hearst Corporation didirikan pada 2011 dan berbasis di New York City, Amerika Serikat. Pada 2021, tercatat pendapatan tahunan sebesar $11,4 miliar, yang didapatkan dari berbagai media, seperti televisi, surat kabar dan majalah.

Hingga saat ini, Hearst Corporation telah memiliki sekitar 360 perusahaan di berbagai bidang. Terdapat beberapa media populer yang berada di bawah kendali mereka, seperti ELLE, Cosmopolitan, Esquire, San Francisco Chronicle, O-The Oprah Magazine, Midland Daily News, The News-Times, Good Housekeeping.

Selain itu, Hearst Corporation juga memiliki semua semua “A+E Networks” dengan pembagian 50:50 bersama The Walt Disney Company.

  • News Corp

News Corp merupakan anak perusahaan konglomerasi media besar bernama News Corporation (1980). Didirikan pada 2013 di New York City, Amerika Serikat, News Corp beroperasi di bawah kepemimpinan Rupert Murdoch di berbagai bidang dalam industri bisnis, seperti produksi berita, penerbitan buku, dan televisi.

News Corp melaporkan pendapatan tahunan mereka pada 2019 sebesar $10,074 miliar. Terdapat beberapa perusahaan yang memberikan keuntungan besar bagi mereka. Seperti News UK, Dow Jones Company, News Corp Australia, dan HarperCollins Publishing.

Selain itu, News Corp juga menjadi pemain penting dalam pasar real estate digital, yaitu sebagai pemilik REA Group dan Realtor.com.