Pasar Bebas: Pengertian – Ciri dan Tujuannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Seiring dengan perkembangan era globalisasi saat ini, konsep pasar bebas mulai banyak dilakukan oleh beberapa negara baik dalam tataran bilateral maupun multilateral ditingkat regional maupun global.

Pelaksanaan pasar bebas sendiri dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan perdagangan yang selama ini terjadi karena adanya aturan-aturan yang berlaku.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pasar bebas, berikut adalah penjelasan mengenai perdagangan pasar bebas dan yang terkait dengannya.

Pengertian Pasar Bebas

Pengertian Secara Umum

Secara umum, pasar bebas adalah sebuah proses kegiatan ekonomi antara dua atau beberapa pihak yang dilakukan tanpa adanya hambatan-hambatan baik berupa peraturan atau kebijakan yang berlaku.

Jikapun ada aturan, namun aturan itu biasanya bersifat tidak mengikat sehingga tidak dirasakan sebagai hambatan dalan kegiatan ekonomi mereka.

Pengertian Menurut KBBI

Definisi pasar bebas menurut KBBI terbagi dalan tiga frasa yakni:

  • Pasar adalah tempat orang berjual beli; kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa.
  • Bebas adalah lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dan sebagainya dengan leluasa lepas dari (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan sebagainya; tidak dikenakan (pajak, hukuman, dan sebagainya); tidak terikat atau terbatas oleh aturan dan sebagainya.
  • Pasar bebas adalah pelaksanaan pasar ekonomi melalui kompetisi bebas

Pengertian Menurut Para Ahli

  • Menurut David Ricardo
    Pasar bebas atau disebut juga perdagangan bebas merupakan sistem perdagangan yang berada di luar negeri, dengan konsep masing-masing negara yang berbeda namun negara tidaklah menjadi penghalang dalam kegiatannya.
  • Menurut Adam Smith
    Pasar bebas merupakan suatu wadah untuk penampungan yang dihasilkan oleh setiap individu dengan landasan kebebasan untuk menjalankan atmosfer dan roda perekonomian yang diinginkan oleh mereka.

Ciri-ciri Pasar Bebas

Berikut ini adalah  beberapa ciri yang menonjol dalam sebuah sistem pasar bebas, yaitu:

  • Sumber dan alat produksi bisa dikuasasi atau  oleh satu orang, masyarakat atau komunitas, dan perusahaan.
  • Adanya  pembagian kelas di dalam masyarakat, yang terdiri dari kelas pekerja dan pemilik modal.
  • Adanya  persaingan ketat diantara para pengusaha untuk meraih laba atau keuntungan maksimal.
  • Pemerintah tidak ikut andil atau campur tangan dalam pasar.
  • Campur tangan pemerintah hanya sebatas pada apa yang tidak bisa dilakukan oleh pihak selain pemerintah, misalnya dalam menjaga keamanan negara.

Fungsi Pasar Bebas

Adapun fungsi dari adanya pasar bebas adalah sebagai berikut:

  • Adanya informasi yang lebih tepat dan akurat mengenai harga dan jumlah permintaan barang.
  • Menjadi stimulus bagi para pengusaha untuk mengembangkan dan melakukan inovasi atas usaha mereka.
  • Menstimulus pengusaha untuk menggunakan faktor produksi secara efisien guna menghasilkan barang yang bisa bersaing secara harga
  • Memberikan kebebasan kepada para pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan bebas dan tanpa hambatan yang berarti.

Tujuan Pasar Bebas

Tujuan pasar bebas pada dasarnya adalah untuk  meningkatkan kegiatan perdagangan atau kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Secara lebih rinci, berikut adalah tujuan dari diberlakukannya pasar bebas:

  • Meningkatkan Devisa atau Pemasukan bagi Negara
  • Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
  • Memperoleh Keuntungan secara Internal dan Eksternal
  • Memperluas Pasar
  • Transfer Teknologi Modern
  • Memenuhi Kebutuhan Pasar Dalam Negeri.

Manfaat Pasar Bebas

Berikut ini adalah sejumlah manfaat dari penerapan pasar bebas oleh suatu negara:

  • Memenuhi kebutuhan suatu negara
  • Meningkatkan kualitas produk agar tidak kalang saing dengan yang lainnya
  • Memperluas lapangan kerja
  • Peluang masuknya berbagai jenis investasi
  • Meminimalkan kemungkinan terjadinya kelangkaan akan barang dan jasa.

Kebijakan Pasar Bebas

Dalam menerapkan pasar bebas, pemerintahan suatu negara harus tetap memiliki kebijakan yang dibuat agar penerapan pasar bebas tersebut tidak merugikan negaranya. Pemberlakuan pasar bebas haruslah:  

  • Kebijakan pasar bebas harus tetap melindungi kepentingan ekonomi nasional.
  • Kebijakan pasar bebas juga harus bisa melindungi kepentingan industri di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat maupun kondisi yang kurang menguntungkan.
  • Kebijakan pasar bebas harus menjamin tetap tersedianya lapangan kerja di dalam negeri.
  • Kebijakan pasar bebas harus bisa membantu dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas neraca pembayaran internasional.
  • Kebijakan pasar bebas diharapkan bisa mendorong laju ekspor.
  • Kebijakan pasar bebas harus bisa menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi semakin tinggi dan tetap stabil.
  • Kebijakan pasar bebas juga harus bisa menjaga stabilitas nilai tukar atau kurs.

Contoh Pasar Bebas

Berikut adalah beberapa contoh pasar bebas yang telah diterapkan di berbagai kawasan di dunia:

1. NAFTA (North America Free Trade Area)

NAFTA adalah kawasan perdagangan bebas negara-negara yang berada di Amerika Utara, mencakup negara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Organisasi yang didirikan pada tahun 1994 dan bermarkaz di ibukota Amerika Serikat, Washington DC, Ottawa dan juga Meksiko City.

2. AFTA (Asean Free Trade Area)

AFTA merupakan Organisasi regional yang memiliki tujuan meningkatkan daya saing negara-negara di kawasan ASEAN melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN.

Organisasi ini didirikan pada tahun 1995 dan saat ini sudah beranggotakan 10 negara.

3. APEC (Asia Pasific Economic)

APEC merupakan bentuk kerjasama dalam bidang ekonomi antara 21 negara yang berada di lingkup pasifik.

4. CAFTA (China – ASEAN Free Trade Area)

CAFTA merupakan perjanjian perdagangan antara China dan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dengan saling mengadakan perdagangan bebas tarif bea masuk baik untuk produk-produk dari China maupun ASEAN.

5. MEA (Masyarakat Ekonomi Asia)

MEA, yang dibentuk pada tahun 2015, merupakan pasar bebas yang berada di Asia Tenggara dan tentu saja anggotanya berasal dari negara-negara ASEAN.

Dalam pasar bebas ini seluruh negara anggota dibebaskan menjual barang dan jasa pada anggota lainnya tanpa tarif.

6. DR CAFTA (The Domonician Republic – Central America FreeTrade Agreement)

DR-CAFTA merupakan sebuah perjanjian antara Amerika Serikat dengan negara-negara yang berada di kawasan Amerika Tengah antara lain, Costa Rica, Honduras, Nikaragua, Guatemala dan negara lainnya, yang ditandatangani pada tahun 2003 dan 2004.

7. EU (European Union)

European Union atau disebut Uni Eropa merupakan perjanjian pasar bebas bagi negara-negara yang berada di kawasan Eropa yang terdiri dari 28 negara anggota, yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan masuk dan keluarnya barang dari tiap negara anggota, juga tentu saja dapat meningkatkan perekonomian bagi negara anggota.

8. Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Eropa – Amerika Serikat

9. Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat – Korea Selatan

10. Perjanjian perdagangan Bebas ASEAN – Amerika Serikat

Kelebihan Dan Kekurangan Pasar Bebas

Kelebihan Pasar Bebas

  • Setiap individu atau pelaku ekonomi akan memiliki kebebasan dalam mengatur  kekayaan serta sumber daya produksi yang dimilikinya.
  • Adanya persaingan antar produsen untuk menghasilkan berbagai macam produk yang berkualitas.
  • Dapat mengembangkan daya inovasi, inisiatif juga kreatifitas masyarakat.
  • Mendorong sikap efisiensi juga efektifitas yang tinggi Karena setiap tindakannya selalu berlandaskan pada prinsip ekonomi.
  • Dapat memdorong peningkatan devisa negara.
  • Mendorong kemajuan negara dalam bidang IPTEK.
  • Menambahnya peluang terbukanya kesempatan kerja yang semakin luas.

Kekurangan Pasar Bebas

  • Terjadinya eksploitasi masyarakat yang berekonomi kuat pada masyarakat berekonomi lemah.
  • Dapat menimbulkan terjadinya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
  • Dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
  • Dapat menimbulkan adanya ketidakstabilan perekonomian.
  • Membanjirnya tenaga ahli yang berasal dari luar negeri.
  • Bisa mematikan produsen dalam negeri apabila tidak mampu bersaing.
  • Kurangnya keterampilan dan pendidikan dari tenaga kerja di dalam negeri justru akan membuat mereka kalah bersaing dan menjadi pengangguran.

Dampak Pasar Bebas

Dampak positif pasar bebas:

  • Dengan adanya pasar bebas potensi suatu negara bisa dipromosikan secara lebih optimal kepada dunia.
  • Bisa membantu meningkatkan kegiatan ekspor yang kemudian bisa meningkatkan penerimaan devisa negara.
  • Memperluas kesempatan lapangan kerja, pasar produksi, peluang untuk mendapatkan peningkatan investasi dan sumber aliran modal, maupun peningkatan kapasitas dan disiplin kerja.
  • Mendorong kemajuan IPTEK bagi Indonesia.
  • Menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan basis produksi di Indonesia.
  • Meningkatkan sektor pariwisata sehingga minat wisatawan juga bertambah untuk berlibur di Indonesia.
  • Menambah devisa negara melalui kegiatan ekspor dan impor.
  • Dengan adanya impor, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negerinya.
  • Hambatan untuk melakukan perdagangan cenderung berkurang atau bahkan tidak ada.
  • Dengan jumlah penduduk yang banyak sebagai tenaga kerja dan pasar potensial, sehingga dapat menjadi pasar Industri.
  • Meningkatnya kualitas dan kuantitas produk dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan produk luar.

Dampak negatif pasar bebas:

  • Dengan banyaknya produk yang berasal dari luar, dapat meningkatkan jumlah konsumsi masyarakat, sehingga timbul sifat Konsumerisme.
  • Akan hilangnya kedaulatan negara secara ekonomi, kewenangan negara menggunakan kebijakan fiskal, keuangan dan moneter untuk mengambil keputusan dalam negeri.
  • Juga dengan mudahnya suatu barang keluar masuk negara akan mengakibatkan ketergantungan terhadap barang impor murah dan menyebabkan pengangguran di dalam negeri.
  • Jika Indonesia tidak mampu bersaing, maka akan berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah pengangguran.
  • Semakin bertambahnya eksploitasi terhadap sumber daya alam oleh perusahaan baik lokal maupun asing.
  • Kualitas produk dalam negeri cenderung akan kalah dengan masuknya barang dari luar negeri yang lebih berkualitas juga murah.
  • Munculnya ketergantungan terhadap negara maju dalam bidang ekonomi.
fbWhatsappTwitterLinkedIn