E-Business: Pengertian – Model dan Jenisnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih membuat semua aspek kehidupan lainnya dituntut untuk bisa menyeimbangkan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan berbagai pengembangan teknologi yang ada, entah untuk kebutuhan pemasaran, pendidikan, ilmu pengetahuan atau bahkan kepentingan bisnis.

Pandemi memaksa berbagai aspek kehidupan untuk tetap terus berjalan dengan beradaptasi terhadap keadaan yang ada, yang mana semua hal dituntut untuk bisa dilakukan secara jarak jauh atau yang seringkali disebut dengan work from home.

Muncul sebuah istilah yang sebelumnya memang sudah ada, namun kini keberadaannya kian berkembang, yaitu e-business. Pengembangan dari metode bisnis yang membuat semua transaksi dan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis lainnya menjadi lebih efektif dan efisien.

Dilihat dari istilahnya, metode yang digunakan dalam e-business ini lebih memanfaatkan sistem informasi komputer dan kecanggihan teknologi yang ada. Dengan adanya e-business membuat semua aspek dalam bisnis menjadi lebih mudah untuk terhubung.

Pengertian E-Business

E-business merupakan salah satu pengembangan bisnis yang memiliki dampak yang cukup besar bagi dunia bisnis. Bahkan bisa dibilang dengan adanya e-business membuat semua aspek dalam bisnis menjadi lebih mudah untuk terhubungan dan tentunya dikontrol antara satu dengan yang lainnya.

Walaupun tetap memiliki kemungkinan terburuk apabila terjadi ketidaktelitian dalam pengoperasiannya, namun kemungkinan itu sangat kecil sekali untuk terjadi. Dibandingkan dengan saat dilakukan secara manual, yang sangat berpotensi terjadi ketidaktelitian yang besar.

Namun, secara keseluruhan e-business bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan bisnis yang bisa dilakukan secara otomatis atau bahkan semi otomatis dengan menggunakan bantuan sistem teknologi informasi yang canggih dengan kemampuan komputerisasi yang baik tentunya.

Dengan menggunakan e-business ini membuat semua praktik pelaksanaan atau aktivitas bisnis menjadi lebih mudah, baik dari segi pengelolahannya, perealisasiannya dan lain sebagainya dengan menggunakan abntuan teknologi komunikasi dan data data lainnya yang sudah terkomputerisasi dengan baik.

Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan E-Business

Berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan e-business yang perlu diketahui:

  • Penerapan dari E-Business membutuhkan sistem strategi yang matang, disamping dengan perencanaannya yang sudah benar benar sesuai dengan pertimbangan dan tujuan utama yang ada. Dengan adanya strategi tentunya akan lebih memudahkan pihak perusahaan untuk mencapai tujuannya.
  • Strategi e-business yang ada tentunya harus diimbangi dengan branding dan sistem marketing yang baik pula, dan bisa menggunakan bantuan dari internet untuk meningkatkan branding produknya.
  • Meningkatkan sistem operasi internal, sumber daya manusianya, infrastruktur, dan komponen pendukung bisnis lainnya.
  • Menerapkan strategi penjualan dan pemasaran yang sesuai dengan segmentasi pembelinya yang ingin dicapai. Dan yang paling penting tentunya strategi yang ada haruslah sesuai dengan karakteristik dari produk itu sendiri.
  • Menerapkan sistem pelayanan dan dukungan purna jual. Hal ini tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk bisa meningkatkan kepuasaan konsumen terkait dengan produk atau jasa yang dibelinya.

Model E-Business

Adapun beberapa model dari e-business yang kini banyak berkembang dan digunakan oleh beberapa pihak tertentu:

  • Virtual Storefront, penerapan model business yang satu ini menekankan pada sistem penjualan produk secara fisik atau jasanya melalui media online. Baik itu menggunakan sosial media dalam hal penjualannya atau bahkan memanfaatkan situs atau platform penjualan produk online. Walaupun penjualannya telah dilakukan secara online, tetapi sistem pembeliannya dari pihak konsumen masih dilakukan secara tradisional, yaitu produknya nantinya akan dikirim melalui jasa pengantaran.
  • Marketplace Concetrator, sedangkan untuk model e-business yang satu ini perusahaan tersebut hanya akan memberikan dan membagikan informasi yang terkait dengan produk dan jasa yang ditawarkannya. Namun informasi tersebut lebih dipusatkan pada satu titik sentral saja, sehingga nantinya mempermudah pembeli untuk bisa mencari dan membandingkan informasi terkait dengan produk dan jasa yang ada.
  • Information Broker, model e-business yang satu ini lebih fokus pada penyediaan informasi detail yang berkaitan dengan produk. Baik dari segi spesifikasinya, harganya, ketersediannya dan informasi detail lainnya. Bahkan tak jarang perusahaan yang menerapkan model e-business yang satu ini memberikan fasilitas transaksi.
  • Transaction Broker, tujuan dari penerapan e-business yang satu ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberikan informasi yang bertujuan untuk mempermudah pembeli dalam mengamati berbagai tarif dan syarat pembelian lainnya yang nantinya meberikan dukungan terhadap fasilitas transaksi.
  • Elektronic Clearinghouses, dengan model e-business yang seperti ini pihak perusahaan lebih fokus dalam upaya untuk menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang mendukung proses transaksi yang ada, seperti tempat pelelangan.
  • Reverse Auction, model e- business ini sebenarnya hampir sama sistemnya dengan sistem tawar menawar yang dilakukan di pasar tradisional seperti biasanya. Yang mana reverse auction ini akan mengajukan penawaran pada berbagai penjual untuk membeli produk barang atau jasa yang sudah ditetapkan oleh pembeli.
  • Digital Product Delivery, seperti istilahnya bahwa model e- business yang satu ini lebih fokus dalam hal menjual dan mengirimkan berbagai produk jenis perangkat lunak, multimedia, dan produk digital lainnya.
  • Content Provider, model e-business ini lebih ditekankan pada pendapatan keuntungan yang berasal dari penyediaan konten.

Jenis E-Business

Berikut merupakan jenis jenis e-business yang kian berkembang saat ini:

B2B merupakan jenis e-business yang menghubungkan kerja sama antara satu perusahaaan dengan perusahaan lainnya. Baik perusahaan dengan bidang industri yang sama, atau bidang industri yang masih berbeda

Jenis e-business yang satu ini lebih ke kerja sama yang terjadi antara perusahaan dengan konsumen. Di mana pihak perusahaan akan melakukan pengolahan dan proses pemroduksian terkait produk mentah untuk bisa menjadi produk jadi.

Sebelum nantinya didistribusikan dan dipasarkan kepada konsumen. Baik secara online dengan menggunakan sosial media, ataupun platform pemasaran atau dipasarkan secara offline.

  • Consumen To Consumen (C2C)

Sesuai dengan istilahnya bahwa jenis e-business yang satu ini sistem penjualannya lebih dilakukan oleh pembeli dengan pembeli. Atau yang bisa dibilang kedua belah pihak yang bersangkutan dalam kegiatan transaksi yang ada adalah pembelinya.

Sistem yang seperti ini sekarang lebih banyak digunakan yang lebih dikenal dengan sebutan sistem reseller.

  • Consumer to Business (C2B)

Sedangkan jenis e-business ini melibatkan pihak konsumen atau pelanggan dengan perusahaannya. Dimana pihak pelanggan akan memberitahukan apa yang mereka perlukan dan butuhkan kepada pihak perusahaaan atau produsen terkait.

Sebelum nantinya dipenuhi oleh pihak perusahaan. Karenanya melibatkan pihak konsumen dan perusahaan.

Perbedaan E-Business dan E-Commerce

Berikut merupakan perbedaan e-business dan e-commerce yang perlu diketahui.

No.E-BusinessE-Commerce
1.E- business memiliki daya jangkau yang bisa dibilang lebih luas jika dibandingkan dengan e-commerce. Lebih luas ini bisa dilihat dari segi sumber daya modalnya, jangkauan pemasarannya dan komponen lainnya.E-commerce memiliki jangkauan yang lebih terbatas. Baik dari segi pemasarannya, penjualan produknya. Hal itu tidak lain dan tidak bukan yang lebih dipengaruhi oleh sistem pemasarannya yang hanya memanfaatkan media online atau yang bisa dibilang memanfaatkan jaringan internet yang ada.
2.Sistem e-business lebih ditekankan dari sisi edukasi yang mencakup pengetahuan yang berkaitan dengan penjagaan konsumennya. Baik dari segi kepuasan, pelayanan dan lain sebagainya. Sehingga bisa dibilang memiliki ranah yang lebih luas.E- commerce hanya berputar pada kegiatan jual beli saja. Yang mana itupun hanya dilakukan via online dengan menggunakan bantuan platform belanja online yang banyak berkembang sekarang ini.
3.E-business merupakan ranah yang kompleks dan lengkap yang mana didalamnya mencakup berbagai bagian bisnis, mulai dari perencanaannya hingga proses operasional bisnisnya.Sedangkan untuk e-commerce sendiri bisa dibilang hanya merupakan bagian kecil dari sebuah e-business.
4.E-business membutuhkan sistem perencanaan dan strategi yang cukup rumit dan kompleks karena di dalamnya mencakup beberapa bagian.E-commerce sendiri hanya membutuhkan sistem perencanaan strategi yang berkaitan dengan sistem pemasarannya saja.
fbWhatsappTwitterLinkedIn