Ekonomi

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi: Pengertian, Tujuan dan Pembagian

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ilmu ekonomi, terasa sangat dekat dan bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir segala aktivitas yang dilakukan berhubungan erat dengan ekonomi. Seperti menjual atau membeli barang baik secara offline maupun online, mendapatkan uang jajan dari orang tua, sampai dengan menabung. Hal-hal sederhana yang sering kalian lakukan termasuk dalam konsep dasar ilmu ekonomi.

Berikut beberapa pengertian menurut para ahli, dan pembahasan lebih lanjut mengenai pembagian ilmu ekonomi, prinsip ekonomi, tindakan ekonomi dan motif ekonomi.

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Kata ekonomi merupakan bahasa Yunani dan berasal dari kata “oikonomia”, yang tersusun dari kata “oikos” yang berarti rumah tangga seeta “nomos” yang berarti aturan. Sehingga, oikonomia memiliki arti sebagai aturan ataupun manajemen didalam rumah tangga. Dari bahasa Yunani inilah yang kemudian dikembangkan oleh para ahli dalam mengartikan ilmu ekonomi.

Sedangkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertia dari ilmu ekonomi adalah cabang ilmu yang memiliki tujuan asas produksi, distribusi, konsumsi, dan beragam hal yang berkaitan dengan pemakaian barang ataupun kekayaan.

Sedangkan Ilmu ekonomi juga seringkali diartikan menjadi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan segala aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan memahami ilmu ekonomi akan memudahkan kalian memiliki atau membeli barang yang dibutuhkan serta memahami cara mengatur keuangan.

Pengertian Konsep Dasar Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian konsep dasar ilmu ekonomi menurut para ahli :

  • Adam Smith mengartikan ilmu ekonomi merupakan ilmu sistematis untuk mempelajari tingkah manusia yang berusaha mengelola sumber daya agar bisa mencapai tujuannya.
  • J. B. Say menyebutkan jika ilmu ekonomi merupakan sebuah kajian mengenai peraturan yang dapat menentukan kekayaan.
  • Aristoteles mengartikan jika ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu yang dapat dipakai dengan dua cara, yaitu kemungkinan buat digunakan serta kemungkinan buat ditukar dengan barang. Pengertian ini sesuai dengan nilai pertukaran dan pemakaian pada materi Ekonomi.
  • Karl Marx mengartikan ilmu ekonomi sebagai kajian mengenai cara manusia mampu bertahan hidup dengan kelas sosialnya, serta berkaitan dengan sarana produksi.
  • Mohammad Hatta mengartikan ilmu ekonomi sebagai suatu hal mengenai proses memenuhi kesejahteraan dan menunjukan keadilan sosial di lingkungan bermasyarakat.
  • Alfred Marshall mengartikan Ilmu Ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari proses kehidupan dan aktivitas sehari-hari
  • David Ricardo mengartikan Ilmu ekonomi sebagai suatu kajian mengenai hukum untuk beragam jenis golongan masyarakat
  • Paul Samuelson mengartika Ilmu ekonomi sebagai studi mengenai individu serta masyarakat dalam membuat pilihan, menggunakan atau tanpa uang, serta penggunaan sumberdaya yang terbatas. Tetapi bisa dipakai untuk berbagai cara agar bisa menghasilkan beragam jenis barang serta jasa. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi, di masa sekarang ataupun masa datang.
  • Sadono Sukirno mengartikan Ilmu Ekonomi sebagai cara untuk menganalisa biaya serta keuntungan untuk memperbaiki penggunaan terhadap sumber daya
  • Mankiw mengartikan Ilmu Ekonomi sebagai studi bagaimana masyarakat bisa mengolah sumber daya yang langka dan terbatas.

Menurut beberapa pengertian di atas, ada dua kata kunci berkaitan dengan Konsep Ilmu Dasar Ekonomi.

Kata pertama yaitu sumber daya yang terbatas.

Kata kedua yaitu pengalokasian serta pengolahan sumber daya.

Dua hal yang merupakan fokus utama dalam konsep dasar ilmu ekonomi. Sehingga saat mempelajari studi Ilmu Ekonomi, materi yang didapatkan tidak akan berbeda jauh dari dua hal di atas.

Berdasarkan pengertian ilmu ekonomi menurut para ahli dapat diketahui jika konsep dasar ilmu ekonomi berhubungan erat dengan empat aspek penting yaitu tindakan ekonomi kegiatan ekonomi, prinsip serta motif ekonomi, dan metodologi ilmu ekonomi.

Tujuan Ilmu Ekonomi

Berdasarkan pengertian Ilmu Ekonomi yang sudah dijelaskan, kalian dapat mengetahui jika tujuan Ilmu Ekonomi yaitu mengolah sumber daya terbatas secara efisien.

Tujuan dalam konsep dasar Ilmu Ekonomi adalah memastikan jika setiap orang bisa memenuhi kebutuhan ekonominya tapi dengan terus memperhatikan terbatasnya sumber daya. Agar kelangkaan tidak terjadi akibat pemenuhan kebutuhan manusia.

Sehingga konsep dasar Ilmu ekonomi akan membahas langkah-langkah agar tidak menimbulkan kelangkaan sumber daya dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Sehingga penting untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan seperti berikut :

  1. Memang adanya keterbatasan sumber daya
  2. Kurangnya tenaga ahli ataupun profesional serta kemampuan manusia dalam mengelola sumber daya yang terbatas.
  3. Kemajuan teknologi merusak lingkungan sekitar.
  4. Dampak negatif dari perilaku manusia dalam mengelola sumber daya
  5. Terbatasnya produk alam abiotik yang meliputi tanah, air ataupun barang tambang lainnya. Serta tidak dapat ditambah ataupun sulit diperbaiki jika tidak bisa dikelola dengan baik
  6. Kurangnya tenaga ahli terdidik dan berpengalaman dalam mengelola sumber daya alam. Hal ini sudah memiliki contoh nyata seperti di Aceh, Kalimantan, Sumbawa dan Papua, yang justru dikelola pihak asing
  7. Rendahnya pendapatan rata-rata nasional di indonesia. Mengakibatkan tabungan serta investasi menjadi rendah dan membuat Indonesia menerima bantuan luar negeri
  8. Pengusaha yang kurang bertanggung jawab saat mengelola sumber daya.
  9. Kelalaian dan kesalahan dalam pengelolaan yang merusak lingkungan di darat ataupun di laut.
  10. Jumlah penduduk yang terus meningkat dan diserta kemajuan peradaban yang menyebabkan peningkatan kebutuhan manusia tapi tidak diimbangi kemampuan produksi.

Agar bisa mengatasi kelangkaan seperti ini, sangat dibutuhkan ilmu ataupun studi untuk mengkaji cara penggunaan sumber daya secara efisien. Salah satu caranya yaitu dengan membuat skala prioritas.

Skala prioritas yang dimaksud yaitu dengan membuat daftar beragam kebutuhan yang diurutkan menurut kepentingannya, mulai dari yang sangat penting hingga kebutuhan yang masih bisa ditunda. Saat menentukan skala prioritas, ada beberapa hal wajib diperhatikan seperti berikut:

  1. Tingkat kepentingan 
  2. Kesempatan  
  3. Mempertimbangkan masa depan 
  4. Kemampuan diri 

Pembagian Ilmu Ekonomi

Berdasarkan kajiannya ilmu ekonomi memiliki 3 kelompok utama, yaitu ilmu ekonomi deskriptif, terapan, serta teori ekonomi. Berikut penjelasan lebih lanjutnya.

  • Ilmu Ekonomi Deskriptif

Ilmu ekonomi deskriptif merupakan ilmu ekonomi yang memberikan deskripsi mengenai data-data. Data yang diberikan merupakan gambaran fenomena atau kenyataan yang sedang terjadi. Melalui ilmu ekonomi deskriptif, dapat dilakukan analisis sehingga bisa menggambarkan situasi kegiatan perekonomian yang sebenarnya.

Untuk mendapatkan gambaran yang valid, data atau fakta yang diperoleh harus disusun secara sistematis. Salah satu contoh ilmu ekonomi deskriptif adalah situasi gambaran akan krisis moneter di indonesia yang terjadi pada tahun 1998.

  • Ilmu Ekonomi Terapan

Ilmu ekonomi terapan berkaitan dengan pemanfaatan ekonomi secara praktis oleh individu atau kelompok dalam mengambil kebijakan, pedoman, atau standar dengan tujuan mengatasi masalah ekonomi tertentu. Contoh ilmu ekonomi terapan yaitu kegiatan ekonomi yang berlangsung di perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, dan lain-lain.

  • Ilmu Ekonomi Teori

Ilmu ekonomi teori merupakan ilmu ekonomi yang menjelaskan pengertian serta memberikan gambaran sebab-akibat, disertai cara kerja didalam kegiatan perekonomian. Ilmu ekonomi teori memiliki dasar yang berpegang pada hasil observasi. Hasil observasi diperoleh dari aksi dan reaksi didalam kegiatan ekonomi masyarakat. Pada perkembangannya, ilmu ekonomi teori terbagi menjadi dua jenis, yaitu teori ekonomi makro dan mikro.

Teori ekonomi makro merupakan teori yang membahas perekonomi dengan menyeluruh. Selain itu, analisisnya akan bersifat global serta melihat inti permasalahan didalam sistem perekonomian. Contohnya, pengangguran, inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan stagnan.

Sementara itu, teori ekonomi mikro membahas perekonomian dalam ruang lingkup kecil atau khusus. Biasanya, teori ekonomi mikro ini mempelajari perilaku individu, rumah tangga, perusahaan dalam membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas. Permasalahan ekonomi yang sering terjadi dalam teori mikro, misalnya penetapan harga pasar, kenaikan harga bahan bakar, praktik monopolistik, dan panjangnya saluran distribusi.

Prinsip, Tindakan, dan Motif Ekonomi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, konsep dasar ilmu ekonomi tidak terlepas dari prinsip, tindakan, dan motif ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Penjelasan mengenai ketiga aspek tersebut adalah sebagai berikut:

Prinsip Ekonomi

Dalam prinsip ekonomi, manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan berusaha mencapai hasil sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil mungkin. Prinsip ekonomi akan menunjukkan cara menindak lanjuti secara tepat agar bisa mencapai hasil maksimal dengan biaya yang dikeluarkan seminimal mungkin.

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi merupakan sebuah upaya dalam mencari keuntungan sebesar mungkin tapi tetap berlandaskan pada prinsip ekonomi. Hal ini dilakukan agar bisa mencapai keinginan untuk hidup lebih makmur. Salah satu contoh tindakan ekonomi yang tetap memegang asas prinsip ekonomi adalah situasi saat ibu rumah tangga membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional, karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan belanja di supermarket.

Saat seseorang melakukan sesuatu berdasarkan prinsip ekonomi, hal yang paling sering terjadi adalah mengutamakan kebutuhan penting serta yang paling mendesak. Sehingga setiap kegiatan perekonomian yang dilakukan akan dipikirkan secara matang, bahkan memikirkan setiap keuntungan serta kerugian lebih terperinci.

Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah hal yang berhubungan dan menjadi penyebab tindakan ekonomi dalam kegiatan bermasyarakat. Contoh motif-motif ekonomi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Keinginan menjadi makmur.
  • Memperoleh penghargaan.
  • Motif sosial ingin menolong sesama.
  • Menaikkan status sosial.
  • Motif untuk bertahan hidup dan diterima di lingkungan masyarakat.