10 Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan tidak lah mudah. Indonesia mesti menunggu hingga beberapa tahun untuk bisa memproklamirkan kemerdekaan. Selain itu, rakyat Indonesia menerima berbagai penyiksaan selama proses penjajahan.

Selama fase penjajahan, Indonesia tidak hanya dirugikan secara materi namun juga non materi. Banyak korban berjatuhan akibat adanya penjajahan. Oleh karena itu, dengan segenap jiwa rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.

Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, setelah itu bukan berarti Indonesia langsung menjadi negara yang merdeka. Sebab, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar dapat menjadi negara yang merdeka dan diakui.

Untuk membentuk sebuah negara setidaknya terdapat 4 syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah unsur deklaratif.

Keberadaan unsur deklaratif membuat kedudukan Indonesia sebagai negara merdeka menjadi lebih kuat. Terutama di kancah internasional. Dengan adanya pengajuan kemerdekaan Indonesia oleh negara lain, kemerdekaan Indonesia akan dinilai syah. Terdapat sejumlah negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada saat itu. Di mana sebagian besar negara ini merupakan negara yang mayoritas beragama Islam.

Berikut ini negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

1. Mesir

Mesir menjadi negara yang pertama kali mau mengakui kemerdekaan Indonesia. Negara ini mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946. Meskipun terbilang cukup lama, namun berkat pengakuan kemerdekaan dari Mesir, banyak negara yang ikut mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Bukti nyata dari pengakuan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan Mesir adalah PM Mesir menandatangani sebuah dokumen. Momen pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Mesir ini diketahui oleh dua tokoh penting Indonesia yakni Menlu Indonesia, Agus Salim. Saat itu, Agus Salim ditemani oleh AR Baswedan.

Ketika itu, Haji Agus Salim bertindak sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia. Oleh karena itu, sudah sepantasnya beliau menyaksikan peristiwa bersejarah. Pada tahun 1947, Haji Agus Salim langsung pergi ke Kairo. Dari sinilah mulai terjalin hubungan kerja sama diplomatik antara Indonesia dengan Mesir.

Alasan pengakuan kemerdekaan Indonesia dikarenakan persamaan mayoritas pemeluk agama islam. Selain itu juga dikarenakan rasa persaudaraan sebagai seorang muslim. Kesepakatan dan pengakuan antara Indonesia dengan Mesir ini tertulis dalam buku yang berjudul “Indonesia, Islam, and Democracy.” Buku ini ditulis oleh Azyumardi Azra.

2. India

India mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 2 September 1946. Pengakuan kemerdekaan yang dilakukan oleh India disaksikan oleh PM India yakni Jawaharlal Nehru. Terdapat banyak faktor yang membuat India mengakui kemerdekaan Indonesia.

Salah satunya karena kedua negara ini sama-sama menjadi korban dari kekejaman penjajahan dan imperialisme barat. Selain itu, faktor sejarah juga memperkuat adanya pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh India. Selama ini India dan Indonesia memiliki sejarah dan budaya yang hampir sama bahkan sejak beberapa abad lalu.

Dukungan ini didukung pula oleh kedekatan antara pemimpin India dan Indonesia. Salah satunya yakni diplomasi beras yang telah dilakukan oleh Sutan Sjahrir sejak tahun 1946. Ketika itu, India tengah dihadapkan dengan krisis pangan dan kelaparan yang berskala nasional.

Mendengar hal tersebut Sutan Sjahrir mengirimkan bantuan beras kepada Indonesia. Pengiriman bantuan ini dilatarbelakangi oleh unsur kepentingan politik. Sutan Syahrir berharap dapat menarik dukungan internasional terhadap pengakuan kedaulatan Indonesia. Meskipun begitu, hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh rasa kemanusiaan.

3. Suriah

Secara resmi, Suriah mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 2 Juli 1947.Bahkan negara ini tidak hanya sebatas mengakui Indonesia sebagai negara yang merdeka. Suriah turut membantu Indonesia dalam memperjuangkan masalah agresi militer Belanda kepada PBB pada tahun 1946. Perjuangan ini membuahkan hasil karena agresi Belanda berhasil dihentikan. Agresi ini dihentikan melalui jalur Damai.

Sayangnya, hubungan kerja sama yang sudah terjalin antara Indonesia dengan Suriah ini meregang. Hal ini dikarenakan krisis Suriah yang terjadi pada tahun 2011. Hingga saat ini hubungan antara Indonesia dengan Suriah hanya sebatas memberikan dukungan dalam forum formal internasional.

4. Vatikan

Vatikan mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 6 Juli 1947. Bahkan negara ini menjadi negara pertama di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Salah satu bukti nyata dari dukungan Vatikan adalah adanya kedutaan besar Vatikan di Jakarta. Baik Vatikan maupun Indonesia memiliki misi yang sama yakni membawa kedamaian dunia dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

Pengakuan kedaulatan kemerdekaan Indonesia dilatarbelakangi oleh isu perdamaian dunia. Selain itu, disebabkan oleh adanya peran uskup agung Pribumi pertama yang ada di Indonesia yakni Mgr. Albertus Soegijopranoto.

Ia berhasil melakukan diplomasi antara Indonesia dengan Vatikan mengenai pengakuan kemerdekaan.Uskup Albertus mengirimkan sebuah surat kepada Paus Vatikan mengenai kekejaman penjajahan yang dilakukan pada Indonesia.

Paus Vatikan kemudian memberikan respons yang baik dengan menyerukan semua umat Katolik untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Paus Vatikan berhasil menggerakkan semua hati umat Katolik dunia untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

5. Irak

Sejak tahun 1950, hubungan diplomatik antara Irak dengan Indonesia sudah terjalin dengan baik. Di tahun inilah, Irak mulai mengakui Indonesia di mata Internasional. Namun, pengakuan kemerdekaan Indonesia jauh sebelum tahun 1959.

Pengakuan kemerdekaan Indonesia secara resmi oleh Irak dilakukan pada tanggal 16 Juli 1947. Hubungan kerja sama ini terus terjalin di antara kedua negara. Bahkan dari kerja sama ini dapat menghasilkan 15 perjanjian diplomatik.

Pengakuan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh Irak dilatarbelakangi oleh kesamaan agama, dan rasa persaudaraan. Semenjak itu, terjalin kerja sama antara Irak dan Indonesia. Di Baghdad, terdapat kantor kedutaan Indonesia. Begitu pun di Indonesia terdapat kantor kedutaan Irak. Hubungan kedua negara ini semakin kuat setelah kedua nya tergabung ke dalam OKI atau organisasi kerja sama Islam.

6. Lebanon

Negara ini mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 29 Juli 1947. Dengan adanya pengakuan ini, terbentuklah hubungan bilateral di antara kedua negara ini. Bukti dari kerja sama antara Indonesia dengan Lebanon adalah dengan adanya kantor kedutaan Republik Indonesia di Beirut. Kantor kedubes tersebut didirikan pada tahun 1996.

Sekalipun Lebanon terlihat krisis, namun hubungannya dengan Indonesia masih tetap terjalin. Salah satu bentuk hubungannya adalah dengan memberikan bantuan sosial serta pembangunan Indonesian Corner yang berada di Lebanese University.

7. Afghanistan

Dukungan terhadap pengakuan kemerdekaan Indonesia semakin hari terus bertambah. Salah satunya adalah Afghanistan, negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Negara ini mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 23 September 1947.

Bahkan Afghanistan membantu Indonesia untuk tetap mempertahankan kedaulatan negaranya. Pada tanggal 24 April 1955 lahir lah sebuah kesepakatan bernama Treaty of Friendship yang dibuat di Bandung. Kesepakatan ini menjadi bukti kerja sama antara Indonesia dengan Afghanistan. Tidak hanya itu, di Kabul terdapat kantor kedutaan Indonesia. Begitupun di Jakarta terdapat kantor kedutaan Afghanistan.

Indonesia juga berkomitmen dalam membantu membangun kembali Afghanistan setelah penyerangan yang dilakukan oleh Taliban. Baik Indonesia maupun Afghanistan sama-sama negara yang mayoritas beragama islam. Negara ini pun menjadi anggota gerakan non blok dan OKI.

8. Arab Saudi

Arab Saudi mengakui kemerdekaan indonesia pada tanggal 24 November 1947. Dengan adanya pengakuan ini hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi terjalin dengan baik.

Bahkan pada tahun 1950, hubungan diplomatik di antara keduanya mulai terjalin. Hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi bertahan hingga saat ini. Terlebih lagi kedua negara ini sama-sama negara yang memiliki populasi Muslim terbanyak.

Hubungan tersebut salah satunya dalam masalah ibadah haji. Dari tahun ke tahun, Indonesia mengirimkan banyak jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji maupun umroh di Arab Saudi. Tentunya hubungan ini menguntungkan kedua belah pihak.

Tidak hanya masalah ibadah haji, pada tahun 2017 Raja Salman mempermudah kerja sama Tenaga Kerja Indonesia ke Arab Saudi. Selain itu, kerja sama ibadah haji dan umroh juga diberikan kemudahan aturan bagi jemaah Indonesia.

9. Yaman

Yaman mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 3 Mei 1948. Tidak hanya mengakui secara politik, negara ini juga turut memberikan berbagai dukungan terhadap Indonesia. Hingga saat ini, hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Yaman masih terjalin dengan baik.

Pada tahun 2018, Yaman mengirimkan salah satu komoditas unggulannya ke Indonesia yakni gandum. Gandum tersebut dikirimkan ke Indonesia senilai 632.546 US Dolar.

Selama 74 tahun negara di Timur Tengah ini telah terlibat dengan berbagai proyek Indonesia. Mulai dari bidang politik, budaya, hingga ekonomi. Selain itu banyak juga orang Indonesia yang mengenyam pendidikan di Yaman.

10. Palestina

Sebelum Indonesia mencapai kemerdekaan, Palestina memberikan dukungan penuh terhadap Indonesia. Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Palestina di sebarluaskan pada tanggal 6 September 1944. Pengakuan kemerdekaan ini disebarluaskan oleh seorang mufti besar yang bernama Syekh Muhammad Amin Al-Husaini.

Di hadapan Perdana Menteri Jepang yakni Koiso, Palestina berjanji bahwa akan mendukung kemerdekaan Indonesia. Mulai dari ini, secara de facto, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia. Lebih tepatnya satu tahun sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.

Oleh karena itu, Indonesia juga memberikan dukungan penuh terhadap kemerdekaan negara Palestina. Hubungan kerja sama masih terjalin baik di antara Indonesia dengan Palestina. Pemerintah Indonesia mengecam berbagai aksi kekerasan dan penjajahan yang dilakukan pada Palestina.

Tidak hanya itu, bahkan pemerintah Indonesia juga mendirikan sejumlah fasilitas seperti rumah sakit dan mengirimkan bantuan medis dan non medis bagi Palestina.

fbWhatsappTwitterLinkedIn