8 Teori Sosiologi Politik Menurut Para Ahli

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernah mendengar istilah sosiologi politik? Sosiologi politik merupakan bagian dari ilmu sosiologi. Semakin berkembangnya interaksi sosial dalam masyarakat, hal tersebut juga menciptakan sosiologi baru di bidang politik.

Sebagai bagian dari ilmu sosial, sosiologi politik memiliki peran penting dalam perkembangan struktur organisasi yang terbentuk dalam masyarakat. Secara tidak langsung, individu yang terlibat dalam organisasi politik di masyarakat memiliki ciri khas tertentu yang berkaitan erat dengan sosiologi politik.

Pada prinsipnya sosiologi politik berkembang dari individu yang terlibat dalam organisasi masyarakat yang berpengaruh terhadap kekuasaan di pemerintahan. Secara spesifik, pemahaman sosiologi politik menitikberatkan pada interaksi individu sebagai mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat.

Kemudian, apa saja teori yang mendasari teori sosiologi politik menurut para ahli? Berikut terdapat beberapa teori sosiologi politik menurut para ahli yang dapat dijadikan acuan dalam mempelajari ilmu sosiologi politik lebih lanjut.

1. Karl Max

Menurut teori Karl Marx, sosiologi politik didasarkan pada konsep kelas-kelas sosial yang muncul di masyarakat. Struktur sosial dalam masyarakat melahirkan beberapa kelas dengan taraf yang sama atau berdekatan, misalnya kelas pemilik modal dan kelas pekerja.

Menurut teori yang digagas oleh Karl Max, sosiologi politik melahirkan system kasta yang menciptakan adanya penguasa dan yang dikuasai. Dalam penerapannya, masyarakat kapitalis mengganggapnya sebagai teori yang bersifat alinasi.

Konsep alinasi yang diusung dalam teori sosiologi politik Karl Max lebih lanjut melahirkan perilaku individu dalam berpolitk. Misalnya individu terlibat dalam pemilihan umum, memiliki konflik dalam komunitas, hingga memicu gerakan sosial lainnya.

2. Max Weber

Menurut teori sosiologi politik yang diungkapakan oleh Max Weber, penggunaan kekuasaan menjadi titik dasar dalam perkembangan sosiologi politik. Kekuasaan politik yang tercipta dari individu maupun organisasi dalam dunia politik berperan penting dalam perkembangan sosiologi politik.

Teori sosiologi politik menurut Max Weber yang berdasarkan pada kekuasaan secara signifikan mampu menciptakan wewenang. Kedua hal tersebut saling terkait dengan kuat dalam interaksi sosial dalam organisasi di dunia politk.

Max Weber menjelaskan jika kekuasaan dan wewenang dapat muncul dari individu maupun organisasi dalam dunia politik. Teori tersebut berdampak luas hingga melahirkan penguasa berdasarkan karakter kepemimpinan, tradisi, hingga hukum yang berlaku di suatu Negara.

3. Emile Durkheim

Teori sosiologi politik yang diungkapkan oleh Emile Durkheim menitikberatkan pada solidaritas mekanik dan organik. Dalam bersosialisasi di dunia politik, kedua solidaritas tersebut memegang peranan penting yang dapat mempengaruhi pembuatan keputusan.

Menurut teori sosiologi politik Emile Durkheim, solidaritas mekanik mampu mempersatukan perbedaan individu terkait latar belakang mereka. Di sisi lain solidaritas organik mampu mempersatukan individu dalam perannya bermasyarakat.

Lebih lanjut teori sosiologi politik menurut Emile Durkheim menjelaskan bahwa perbedaan individu yang dimaksud di atas atas perannya dalam berpolitik yang berujung pada pembuatan keputusan yang didasarkan atas kepentingan organisasi mereka di bidang politik.

4. Philo C Wasburn

Menurut Philo C Wasburn, teori sosiologi politik didasarkan pada hubungan antara kekuasaan dan wewenang yang terdapat dalam organisasi, kelompok masyarakat dalam negara hingga masyarakat internasional.

Lebih lanjut, menurut teori sosiologi politik yang disampaikan oleh Philo C Wasburn menjelaskan mengenai dinamika yang terjadi di dalam organisasi masyarakat tersebut. Dalam teori yang diungkapkan oleh Philo C Wasburn, kajian atas kekuasaan dan wewenang merupakan bagian dari variable yang berperan penting terhadap pengaruh budaya, karakter,hingga sistem kepercayaan yang berkembang di suatu organisasi.

Karakter tersebut kemudian mempengaruhi cara pandang individu dan anggota lainnya dalam organisasi yang bersifat mempengaruhi kekuasaan politik di suatu masyarakat dalam suatu Negara.

5. Anthony M Orum

Anthony M Orum menjelaskan bahwa sosiologi politik menitikberatkan pada kondisi sosial yang terjadi akibat adanya kehidupan politik. kehidupan tersebut menciptakan interaksi yang nantinya meluas hingga pada lembaga lainnya termasuk keluarga dan ekonomi.

Lebih lanjut, teori Anthony M Orum juga menjelaskan bahwa sosiologi politik berperan penting dalam pengembangan ilmu terkait dengan Negara dan kekuasaan yang muncul di dalamnya.

Daalm teori yang diungkapkan Anthony M Orum, sosiologi politik mampu menciptakan konsep kekuasaan yang muncul dari individu dalam interaksinya dengan organisasi politik.

Kekuasaan tersebut nantinya mengarah pada hak istimewa yang dimiliki indidvidu dalam berorganisasi di dunia politik. Hal tersebut bahkan dapat meluas ketika keinginan untuk menguasai seluruh aspek sosial termasuk struktur kekeluargaan, ekonomi, dan lainnya terjadi.

6. Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto mengungkapkan teori sosiologi politik yang berkaitan dengan persaingan dan pertikaian. Seiring berkembangnya organisasi politik dalam masyarakat, tidak dapat dipungkiri akan munculnya persaingan.

Soerjono Soekanto menjelaskan dalam teori sosiologi politiknya bahwa interaksi sosial dalam dunia politik secara tidak langsung melahirkan benih-benih persaingan. Jika persaingan telah muncul baik antar individu maupun organisasi maka pertikaian juga tidak dapat dihindari.

Dalam teori Soerjono Soekanto pada prinsipnya sosiologi politik berprinsip pada hakikat yang muncul akibat tingkah laku individu dalam bermasyarakat secara naluriah untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan.

7. Damsar

Menurut teori sosiologi politik yang diungkapkan oleh Damsar menitikberatkan pada interaksi sosial masyarakat dalam dunia politik. Dalam dunia politik, masyarakat menuntun individu untuk ikut serta dalam kegiatan politik.

Dalam teori sosiologi politik yang digagas oleh Damsar, kegiatan politik yang berkembang di masyarakat dalam suatu Negara menciptakan interaksi sosial yang berkaitan erat dengan politik.

Interaksi tersebut berkembang lebih luas dimana masing-masing individu memiliki pandangan mereka terkait atiran-aturan yang berkembang di dunia politik. Tidak heran jika para individu tersebut menuntun mereka untuk mengikuti tatanan interaksi sosiologi politik yang didasarkan pada norma, adat, dan hukum yang berlaku.

8. Maurice Duvenger

Maurice Duvenger mengungkapkan teori sosiologi politik yang berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, hingga komando yang terjalin dalam dunia politik yang meluas hingga seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, teori sosiologi politik Maurice Duvenger menjelaskan tentang peran kekeuasaan yang meluas. Tidak hanya bagi masyarakat lokal dalam suatu Negara tetapi juga meluas hingga masyarakat internasional.

fbWhatsappTwitterLinkedIn