10 Perbedaan Hukum Perdata dan Hukum Bisnis

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Hukum adalah kerangka kerja yang kompleks yang mengatur berbagai aspek kehidupan kita. Dalam dunia hukum, dua bidang yang sering dibahas adalah hukum perdata dan hukum bisnis. Hukum perdata adalah salah satu cabang hukum yang mengatur hubungan antara individu atau entitas hukum lainnya dalam masyarakat.

Ini mencakup aspek-aspek seperti hak dan kewajiban individu, kepemilikan, kontrak, warisan, pernikahan, perceraian, serta tanggung jawab pribadi. Hukum perdata memiliki tujuan untuk melindungi hak-hak individu, menjaga keseimbangan dalam hubungan antara pihak-pihak yang terlibat, dan memberikan kerangka hukum yang memfasilitasi penyelesaian sengketa.

Ini berfokus pada peraturan dan prinsip-prinsip yang mengatur kehidupan sehari-hari individu dalam masyarakat, baik dalam hal hubungan pribadi, kepemilikan, atau kontrak, dan memainkan peran penting dalam sistem hukum yang lebih luas.

Sementara hukum bisnis, juga dikenal sebagai hukum perdagangan atau hukum korporasi, adalah cabang hukum yang berkaitan dengan aspek hukum dalam dunia bisnis dan perusahaan. Ini mencakup regulasi perusahaan, pendirian perusahaan, perjanjian komersial, fusi dan akuisisi, kepemilikan saham, hukum pajak bisnis, dan berbagai aspek lain yang berkaitan dengan entitas bisnis.

Hukum bisnis bertujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang mengatur interaksi bisnis, melindungi hak-hak pemegang saham dan pemilik perusahaan, serta memberikan pedoman bagi perusahaan dalam beroperasi dan bertransaksi. Ini mencerminkan aspek hukum yang sangat khusus yang terkait dengan dunia bisnis dan korporasi.

Meskipun keduanya memiliki banyak persamaan, ada juga perbedaan signifikan di antara keduanya. Berikut 10 perbedaan utama antara hukum perdata dan hukum bisnis.

1. Lingkup Aplikasi

Perbedaan paling mendasar adalah dalam lingkup aplikasinya. Hukum perdata mengatur hubungan antara individu atau entitas hukum dengan individu atau entitas hukum lainnya. Ini mencakup masalah seperti kontrak, warisan, perceraian, dan gugatan pribadi.

Di sisi lain, hukum bisnis berkaitan dengan peraturan dan transaksi bisnis, seperti pendirian perusahaan, bisnis perusahaan, litigasi bisnis, perpajakan, dan aspek hukum lainnya yang berkaitan dengan dunia bisnis.

2. Subjek Hukum

Hukum perdata berfokus pada individu dan entitas hukum (perusahaan, yayasan, dsb.). Ini mencakup hak dan kewajiban individu, hak milik, dan tanggung jawab pribadi. Hukum bisnis berurusan dengan entitas bisnis, seperti perusahaan, kemitraan, dan perseroan terbatas. Ini mencakup masalah seperti hak kepemilikan saham, perjanjian komersial, dan tanggung jawab perusahaan.

3. Sifat Peraturan

Hukum perdata lebih bersifat umum dan sering berlaku secara universal untuk semua individu. Hukum ini mengatur pernikahan, perceraian, dan hak properti dengan berlaku untuk semua orang. Di sisi lain, hukum bisnis lebih spesifik dan berfokus pada aspek bisnis tertentu. Peraturan di dalamnya lebih khusus, seperti hukum kontrak, hukum perusahaan, atau hukum pajak bisnis.

4. Perselisihan dan Litigasi

Hukum perdata cenderung mencakup perselisihan pribadi, seperti gugatan cerai, warisan, atau tuntutan ganti rugi. Hukum ini sering melibatkan pengadilan perdata. Di lain pihak, hukum bisnis berkaitan dengan perselisihan bisnis, seperti pelanggaran kontrak atau perselisihan antara perusahaan. Litigasi bisnis sering kali melibatkan pengadilan bisnis atau pengadilan dagang.

5. Kebutuhan untuk Kontrak

Kontrak adalah bagian penting dalam hukum bisnis. Dalam hukum perdata, seseorang tidak selalu memerlukan kontrak untuk menjalankan aktivitas pribadi, seperti membeli rumah atau kendaraan. Namun, dalam hukum bisnis, kontrak sering diperlukan untuk mengatur hubungan bisnis dan transaksi.

6. Kaitan dengan Pajak

Hukum bisnis sering kali memiliki hubungan erat dengan peraturan pajak. Bisnis harus mematuhi peraturan pajak federal, negara bagian, dan lokal, serta perpajakan yang berlaku untuk jenis bisnis tertentu. Hukum perdata tidak secara langsung berkaitan dengan peraturan pajak individu, kecuali dalam hal warisan dan warisan pajak.

7. Aspek Keuangan dan Bisnis

Hukum bisnis mencakup aspek keuangan dan bisnis yang lebih kompleks, seperti restrukturisasi perusahaan, fusi dan akuisisi, kepemilikan saham, dan perjanjian kemitraan. Hukum perdata lebih berfokus pada hal-hal seperti pernikahan, perceraian, dan pembagian harta bersama.

8. Penyelidikan dan Pidana

Hukum bisnis juga dapat melibatkan penyelidikan terkait dengan tindakan ilegal dalam konteks bisnis, seperti penipuan keuangan atau insider trading. Hukum perdata, di sisi lain, tidak berurusan dengan penyelidikan pidana dan hukum pidana.

9. Entitas Hukum

Dalam hukum bisnis, entitas hukum seperti perseroan terbatas atau perusahaan saham terbuka sering memiliki hak dan kewajiban yang terpisah dari pemilik atau pemegang saham. Dalam hukum perdata, hak dan kewajiban individu biasanya lebih berfokus pada hak dan kewajiban pribadi mereka.

10. Profesional Hukum

Karena hukum bisnis lebih kompleks dan khusus, seringkali diperlukan spesialisasi dalam hukum bisnis. Ini berarti ada pengacara bisnis yang mengkhususkan diri dalam bidang ini. Di sisi lain, hukum perdata lebih umum, dan banyak pengacara perdata dapat menangani berbagai jenis kasus perdata.

Dalam rangka memahami perbedaan antara hukum perdata dan hukum bisnis, penting untuk mengenali lingkup aplikasi, subjek hukum, dan karakteristik khusus masing-masing bidang. Meskipun keduanya memiliki tujuan mengatur hubungan hukum, pendekatan dan aturan yang berlaku dapat sangat berbeda, dan pemahaman yang tepat akan membantu individu dan bisnis untuk beroperasi dalam kerangka hukum yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

fbWhatsappTwitterLinkedIn