10 Cara Pengendalian Sosial Dalam Masyarakat dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Proses pengendalian sosial adalah suatu proses kolektif yang direncanakan atau tidak dengan tujuan untuk mengajak, membujuk, membimbing atau membuat individu agar mematuhi nilai dan kaidah yang berlaku dalam kehidupan berkelompok.

Manusia sebagai makhluk yang dinamis akan selalu berinteraksi dengan individu lainnya sehingga menyebabkan perubahan pada bidang sosial.

Perubahan yang terjadi bisa berupa kemajuan ataupun kemunduran sosial, yang bisa mengubah tatanan sosial yang ada sehingga menimbulkan ketidak seimbangan dalam sistem sosial.

Mengurangi atau menghilangkan berbagai penyimpangan sehingga kembali terbentuk keseimbangan nilai dan norma sosial.

Upaya – upaya untuk menyeimbangkan kembali situasi tersebut dinamakan pengendalian sosial atau social control.

Cara Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial dilakukan untuk membuat masyarakat dapat bertingkah laku sesuai nilai, norma dan kebiasaan.

Misalnya pada contoh interaksi antar individu dengan individu dan interaksi sosial antar individu dan kelompok .

Selain itu cara pengendalian sosial beserta contohnya dilakukan untuk menimbulkan keserasian dan ketentraman dalam masyarakat.

Dan juga membuat individu yang menyimpang kembali mematuhi norma yang berlaku dan mengembalikan suasana dalam tatanan sosial yang tidak teratur karena adanya penyimpangan.

Beberapa cara pengendalian sosial beserta contohnya bisa dilihat melalui pembahasan berikut ini:

1. Cara Pengendalian Sosial Preventif

Cara pengendalian sosial ini dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan terhadap norma – norma dan nilai – nilai masyarakat.

Contohnya bisa dilihat pada contoh hubungan sosiologi dengan pendidikan, yaitu

  • Pendidikan moral yang diberikan di sekolah
  • Orang tua yang melarang anaknya bergaul dengan teman – teman yang suka membolos sekolah
  • Melarang anaknya untuk Merokok, agar anaknya tidak terjerumus ke dalam cara pergaulan yang salah.

2. Cara Pengendalian Sosial Represif

Upaya pengendalian sosial yang dilakukan untuk memulihkan keadaan setelah terjadi penyimpangan nilai dan norma dalam masyarakat.

Contohnya Seseorang yang ingkar janji dalam suatu perjanjian jual beli yang sah diajukan ke pengadilan dan mendapatkan sanksi dari pengadilan berupa pembayaran denda atau sanksi hukuman kurungan.

3. Cara Pengendalian Sosial Persuasif 

Mencegah penyimpangan sosial dengan mengajak dan membimbing lewat anjuran. Model pengendalian sosial ditujukan agar anggota masyarakat dapat mengetahui kontak sosial positif dan negatif yang bisa menyebabkan penyimpangan perilaku sosial.

Contohnya ketika mengajak para pedagang kaki lima untuk mau pindah dan menempati kios yang telah disediakan pemerintah di tempat yang lebih aman untuk berjualan.

4. Cara Pengendalian Sosial Koersif

Mencegah penyimpangan menggunakan ancaman akan kekerasan fisik. Misalnya, menyita gerobak milik para pedagang kaki lima yang tidak mempedulikan anjuran untuk dipindahkan dan mengembalikannya setelah mereka berjanji untuk mengikuti aturan pemerintah kota dalam berjualan.

5. Cara Pengendalian Sosial Kuratif

Cara pengendalian sosial beserta contohnya ini dilakukan pada saat penyimpangan sedang terjadi. Bisa juga dilakukan dalam lingkup contoh interaksi sosial di lingkungan keluarga ketika salah satu anggota keluarga melakukan penyimpangan sosial.

Contohnya yaitu seorang siswa yang ditegur dan dinasehati oleh guru karena ketahuan sedang menyontek ketika ulangan berlangsung.

6. Pengendalian sosial formal

Kontrol atau pengendalian sosial yang dilakukan oleh suatu lembaga resmi negara yang didasarkan kepada undang – undang, dan dengan demikian juga memiliki sanksi yang jelas dan mengikat.

Pelaku sanksi sosial formal biasanya adalah kepolisian, satpol PP, kejaksaan atau lembaga kehakiman.

Contohnya, terlihat pada contoh kontak sosial primer ketika hukuman penjara dijatuhkan bagi perampok, pembunuh, pengedar dan pemakai narkoba setelah ditangkap polisi dan melalui proses peradilan.

7. Pengendalian sosial non formal / informal

Cara pengendalian sosial beserta contohnya ini dilakukan melalui individu atau lembaga masyarakat yang sifatnya tidak resmi.

Pengendalian sosial yang dilakukan tanpa aturan yang jelas atau sanksi hukum yang jelas namun tetap memiliki efektivitas dalam masyarakat.

Sanksi yang diberikan adalah sanksi moral dari anggota masyarakat lain misalnya pengucilan atau pengusiran dari lingkungan yang biasa dilakukan para tokoh adat, tokoh masyarakat atau tokoh agama.

Contohnya yaitu seorang pemuka agama yang kerap berceramah dan berusaha memberikan contoh baik kepada para pengikutnya untuk hidup sesuai nilai dan norma sosial dan agama yang dianutnya dan memberikan contoh kontak sosial negatif yang menyimpang dari tatanan sosial.

8. Pengendalian sosial institusional

Pengaruh pengendalian sosial yang berasal dari suatu lembaga atau institusi yang tidak hanya mengawasi anggotanya saja tetapi juga kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut.

Contohnya sebuah pesantren tidak hanya bertanggung jawab untuk mengawasi para santrinya saja dalam segala hal tetapi juga memastikan bahwa lingkungan sekitarnya juga kondusif dan mendukung akan kelancaran ibadah serta proses belajar mengajar di pesantren tersebut.

9. Pengendalian sosial non institusional

Pengendalian sosial ini dilakukan diluar institusi sosial yang ada di masyarakat. Oleh individu atau sekelompok massa yang tidak saling mengenal, seringkali menggunakan kekerasan dan bersifat tidak resmi.

Sebagai contoh hubungan sosiologi dengan gejala sosial yang ada di masyarakat, misalnya, maling yang tertangkap basah lalu dikeroyok dan dihakimi oleh warga sekitar.

10. Pengendalian sosial melalui sosialisasi

Cara pengendalian sosial ini merupakan kontrol sosial yang dilakukan melalui kata – kata atau perbuatan yang patut dicontoh atau ditiru masyarakat.

Kontrol sosial melalui sosialisasi merupakan cara halus untuk melaksanakan pengendalian sosial yang tujuannya kerap kali untuk mendidik dan mempertahankan bentuk – bentuk struktur sosial dan penerapannya materi ips.

Contohnya, ceramah atau sosialisasi yang dilakukan oleh pihak berwajib seperti kepolisian dan badan narkotika mengenai bahaya narkoba kepada pelajar sekolah menengah.

Cara pengendalian sosial beserta contohnya bisa dilakukan dalam masyarakat melalui beberapa bentuk yang diharapkan dapat mencegah perilaku menyimpang, yaitu

  • Melalui desas – desus atau gosip yang dapat menyebar dalam waktu singkat dan membuat orang yang digosipkan terpojok secara sosial
  • Melalui teguran yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap seseorang yang dianggap melanggar etika atau mengganggu kenyamanan di masyarakat,
  • Pengendalian sosial melalui sanksi atau hukuman yang diberikan kepada seseorang atau kelompok yang melakukan perilaku menyimpang
  • Kontrol sosial melalui pendidikan serta agama untuk mencegah perilaku menyimpang dalam masyarakat.

Pada dasarnya dibutuhkan satu keteraturan sosial dalam masyarakat, karena itu pada tahap tertentu masyarakat dapat mengembalikan situasi menjadi kembali seimbang melalui upaya untuk mencegah.

fbWhatsappTwitterLinkedIn