Kewirausahaan

Forecasting: Pengertian, Jenis dan Tujuan

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam dunia bisnis khususnya yang bergerak di bidang manufaktur, memprediksi kejadian yang akan datang sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mencapai output. Salah satunya adalah memperhatikan manajemen rantai pasok yang benar.

Gunakan perangkat lunak manajemen rantai pasokan untuk visibilitas lengkap dan analitik untuk mengelola produk dan material secara akurat. Dengan cara ini, perusahaan juga dapat membuat prakiraan bisnis yang baik.

Forecasting adalah ilmu yang akan bermanfaat bagi semua bisnis karena banyak manfaat yang dapat kita peroleh darinya. Pada artikel ini, kita akan membahas apa itu forecasting atau peramalan, tujuan dan metodenya. Simak pembahasan berikut untuk jawabannya.

Pengertian Forecasting atau Peramalan

Peramalan (forecasting) adalah ilmu meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang dengan melakukan penelitian atau menganalisis data masa lalu untuk menemukan hubungan, pola, dan pola dan kecenderungan yang sistematis. Peramalan itu sendiri adalah bagian penting dari setiap organisasi bisnis dan proses pengambilan keputusan manajemen yang signifikan.

Dalam perencanaan masa depan, ramalan ini akan menjadi dasar dari setiap bisnis. Jika sebuah perusahaan dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, ia dapat mengubah kebiasaannya saat ini menjadi lebih baik dan diposisikan untuk berkembang di masa depan.

Jenis Forecasting

Tentu saja, ada beberapa jenis prakiraan berdasarkan parameter tertentu Berikut adalah penjelasan dari berbagai jenis forecasting :

Berdasarkan Waktu

Metode berdasarkan waktu  dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Jangka panjang, yaitu prakiraan yang menggunakan analitik dengan jangka waktu yang lebih lama biasanya lebih dari dua tahun.
  2. Dalam jangka menengah, dari tiga bulan sampai dua tahun.
  3. Jangka pendek, yaitu dengan jangka waktu 0 sampai dengan 3 bulan.

Berdasarkan Fungsi

Berdasarkan fungsinya, Menurut Heizer dan Render (2009:47), perencanaan kegiatan masa depan, peramalan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Peramalan ekonomi: berfokus pada peramalan tingkat inflasi uang ketersediaan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan perumahan dan indikator zonasi lainnya.
  2. Peramalan teknologi: Perhatikan sejauh mana kemajuan teknologi dapat meluncurkan produk baru yang menarik yang membutuhkan pabrik baru dan peralatan baru.
  3. Peramalan permintaan: peramalan dimaksudkan untuk menentukan perkiraan permintaan dan kondisi pasar.

Berdasarkan Ketersediaan Data

Ketersediaan data menentukan bagaimana forecasting kemungkinan akan terjadi. Jenis forecasting berdasarkan ketersediaan data adalah:

1. Metode Kualitatif

Bisnis atau organisasi tidak memiliki cukup data untuk dianalisis. Dengan demikian, hasil prediksi juga akan sangat subjektif karena hasil analisisnya berbeda. Contoh metode kualitatif: survei, wawancara, diskusi.

2. Metode Kuantitatif

 Baik perusahaan atau organisasi memiliki data yang cukup, seringkali menggunakan metode kuantitatif. Siapa, selama analisis, menggunakan pendekatan data dan metrik.

Berdasarkan Sifat Penyusunannya

Forecasting berdasarkan sifat penyusunannya dibagi menjadi dua kategori (Ginting, 2007), yaitu:

  1. Subyektif, yaitu prediksi berdasarkan perasaan atau intuisi penciptanya.
  2. Objektif, yaitu prediksi berdasarkan data historis yang relevan dengan menggunakan teknik dan metode analisis data.

Tujuan dan Fungsi Forecasting

Forecasting atau Peramalan memiliki beberapa tujuan, dan menurut Heizer dan Render (2009: 47) adalah:

  • Untuk meninjau kebijakan perusahaan saat ini dan masa lalu dan melihat sejauh mana pengaruhnya di masa depan.
  • Peramalan diperlukan karena adanya jeda atau jeda antara waktu kebijakan perusahaan ditetapkan dan saat diimplementasikan.
  • Peramalan adalah dasar untuk mengalokasikan penyusutan dalam bisnis sehingga dapat meningkatkan efektivitas  rencana bisnis

Selain itu, peramalan memiliki fungsi untuk dipertimbangkan pada saat pengambilan keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan pada pertimbangan apa yang akan terjadi ketika keputusan itu dibuat. Jika prediksi yang kita buat salah, maka masalah peramalan juga merupakan masalah yang selalu kita hadapi (Ginting, 2007).

Pola Data Produk dalam Metode Forecasting

Model data produk dapat nda bagi menjadi tiga kategori, yaitu:

1. Data Terstruktur Konstan

Ini adalah saat data berfluktuasi di sekitar rata-rata secara stabil dan tren umumnya jangka pendek atau menengah.

2. Data dalam Pola Trend

Ini adalah saat data cenderung meningkat atau menurun dari waktu ke waktu. Pola ini disebabkan oleh  perubahan pendapatan, pertumbuhan penduduk, dan pengaruh budaya.

3. Data Musiman

Ini adalah saat sampel bergerak terus menerus selama periode waktu tertentu, sering kali terkait dengan faktor cuaca atau faktor buatan manusia seperti hari libur dan akhir pekan.

Metode Forecasting/Peramalan 

Seperti yang telah Anda lihat pada penjelasan sebelumnya, ada dua jenis forecasting berdasarkan ketersediaan data:

1. Metode Kualitatif

Metode kualitatif  hanya digunakan jika organisasi atau perusahaan tidak memiliki data dalam masa lalu. Entah karena datanya tidak layak atau tidak sesuai dengan apa yang ingin mereka prediksi.

Prakiraan biasanya didasarkan pada pemikiran, pendapat intuitif, serta pengetahuan dan pengalaman penyusun. Prediksi kualitatif  juga didasarkan pada hasil survei seperti ulasan penjual, ulasan manajer penjualan, ulasan ahli, dan survei konsumen.

Metode peramalan kualitatif yang paling umum adalah:

  • Riset pasar: dilakukan dengan melakukan survei terhadap konsumen, pemangku kepentingan atau  praktisi survei dan bahkan pesaing.
  • Metode Delphi: Dengan mengumpulkan sekelompok ahli dari berbagai latar belakang untuk memberikan saran secara sistematis.
  • Personal Insight: merupakan metode peramalan sederhana dan tidak lagi digunakan oleh perusahaan besar. Metode ini, orang menggunakan dengan mengobrol atau melihat referensi dari orang-orang yang berpengalaman dan ahli di bidangnya.
  • Konsensus: berbeda dengan metode Delphi dimana peserta hadir untuk berdiskusi secara terbuka. Hasil dari metode konsensus ini sangat bias. Akibatnya, banyak perusahaan besar telah meninggalkan metode peramalan ini.

2. Metode Kuantitatif

Metode ini sering digunakan oleh perusahaan atau organisasi ketika mereka memiliki data yang cukup. Proses analisis menggunakan pendekatan numerik dan data. Berikut ini adalah jenis-jenis metode peramalan kuantitatif:

  • Times Series: menggunakan analisis antarvariabel untuk meramalkan dengan variabel waktu.
  • Sebab dan akibat: berdasarkan hubungan antara variabel penduga dengan variabel lain yang mempengaruhinya. Namun variabel tersebut tidak berupa waktu.

Indikator Validasi pada Model Forecasting

Model forecasting atau peramalan yang dihasilkan kemudian divalidasi menggunakan indikator tertentu. Indikator yang umum digunakan adalah:

Ini adalah penjelasan tentang forecasting atau peramalan, mulai dari interpretasi hingga metode  peramalan. Pengetahuan ini  penting karena dengan peramalan, perusahaan dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan.

Hingga akhirnya perusahaan tersebut dapat berkembang. Sangat berbeda dengan perencanaan. Perencanaan itu sendiri adalah penyusunan sistematis kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu (Tjokroamidjojo).