Laporan Bacaan: Pengertian – Ciri dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Biasanya setelah membaca buku atau mengobservasi suatu hal, kita wajib membuat laporan atas hal tersebut. Biasanya hal tersebut berlaku saat membuat skripsi atau tugas dari sekolah. Lalu, apa arti dari laporan bacaan disini dan apa saja ciri-cirinya? Berikut penjelasnnya dari kami.

Pengertian Laporan Bacaan

Laporan Bacaan adalah laporan atau ringkasan berdasarkan suatu bacaan yang kita observasi. Yang fungsinya untuk memberikan informasi kepada pembaca laporan.

Maka dari itu penulisan untuk Laporan Bacaan ini tidak diperbolehkan memakai imajinasi penulis, dan ditulis berdasarkan fakta yang telah dibaca. Sehingga laporan ini bisa di pertanggung jawabkan isinya.

Ciri-ciri Laporan Bacaan

  • Teks laporan berisi fakta-fakta
  • Berisi hasil penelitian yang lengkap dan telah teruji
  • Bersifat objektif, tidak berisi pendapat pribadi
  • Bersifat informatif dan komunikatif
  • Tidak menyimpang
  • Menarik, berisi data-data yang jelas
  • Menggunakan bahasa ilmiah.

Contoh Laporan Bacaan

Judul buku : Pengajaran Sintaksis

Pengarang : Prof. DR. Hendry Guntur Tarigan

Penerbit : Angkasa (Bandung)

Tahun terbit     : 1984        

Kota dan Lembaga Terbit : Bandung. Jln. Merdeka No.6 Telp 439183- 4204795 P.O. BOX 1353/BD. BANDUNG – INDONESIA

Tebal Buku : 176 Halaman Ukuran Buku : 21 x 14,5

Garis besar isi buku      : Pendahuluan mengenai penjelasan linguistik, linguis, Tata bahasa, Sintaksis. Kalimat mengenai Batasan Kalimat, klasifikasi kalimat. Klausa mengenai Batasn klausa, klasifikasi klausa. Dan Frase mengenai Batasan frase, Klasifikasi Frase. Buku ini sangat berguna bagi pembacanya, karna secara garis besar buku ini membahas tentang tata bahasa dalam bahasa Indonesia mulai dari penggunaan kata dalam kalimat hingga ke penggunaan kalimat itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkungan masyarakat.

BAGIAN BUKU”Pengajaran Sintaksis”

Bab 1 Pendahuluan

  1. Pengantar
  2. Linguistik
  3. Linguis
  4. Tata Bahasa
  5. Sintaksis

Isi Bab : Penjelasan pengertian masing – masing dari linguistik, linguis, Tata bahasa dan Sintaksis. Ada beberapa hal yang di bahas dalam bab ini yaitu sebagai penunjang terhadap uraian pada bab-bab berikutnya. Hal-Hal yang di maksud adalah:

  1. Linguistik yaitu Seperangkat ilmu pengetahuan yang di peroleh dengan jalan penerapan metode-metode ilmiah terhadap fenomena-fenomena bahasa.
  2. Linguis yaitu seorang spesialis dalam linguistic, suatu studi sistematis atau telaah bersistem mengenai strktur dan fungsi bahasa.
  3. Tata bahasa yaitu secara umum linguistic ( lebih-lebih linguistic deskriptif ).
  4. Sintaksis yaitu salah satu cabang tata bahasa yang membicarakan tentang struktur-struktur kalimat, klausa, dan frase.

Dilihat dari keterangan dan pengertian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa maksud dan tujuan dari bab ini yaitu pembaca dapat mengetahui dan menguasai tentang “makna linguistik, langkah-langkah metode ilmiah, makna dan tugas linguis, makna dan bidang-bidang yang termasuk kedalam tata bahasa, dan makna dan cangkupan sintaksis”.
Bab 2 Kalimat 2.1. Pengantar 2.2. Batasan kalimat 2.3. Klasifikasi kalimat

  1. Klasifikasi kalimat berdasarkan jumlah dan jenis klausa pada dasar
    1. Kalimat Tunggal
    2. Kalimat Bersusun
    3. Kalimat Majemuk
  2. Klasifikasi kalimat berdasarkan struktur internal klausa utama
    1. Kalimat Sempurna
    2. Kalimat Tak Sempuna
  3. Klasifikasi kalimat berdasarkan jenis responsi yang diharapkan
    1. Kalimat Pernyataan
    2. Kalimat Pertanyaan
    3. Kalimat Perintah
  4. Klasifikasi kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor-aksi
    1. Kalimat Aktif
    2. Kalimat Pasif
    3. Kalimat Medial
    4. Kalimat Resiprokal
  5. Klasifikasi kalimat berdasarkan ada atau tidaknya unsure negative pada fase verbal utamanya
    1. Kalimat Afirmatif
    2. Kalimat Negatif
  6. Klasifikasi kalimat berdasarkan kesederhanaan dan kelengkapan dasar
    1. Kalimat Formata
    2. Kalimat Transformata
    3. Kalimat Deformata
  7. Klasifikasi kalimat berdasarkan posisinya dalam percakapan
    1. Kalimat Situasi
    2. Kalimat Urutan
    3. Kalimat Jawaban
  8. Klasifikasi kalimat berdasarkan konteks dan jawaban yang di berikan
    1. Kalimat Salam
    2. Kalimat Panggilan
    3. Kalimat Seruan
    4. Kalimat Pertanyaan
    5. Kalimat Permohonan
    6. Kalimat Pernyataan

Isi Bab : Secara umum bab ini berisi tentang kalimat, Batasan kalimat, dan pengklasifikasiaan suatu kalimat. jika dilihat dari batasannya suatu kalimat mempunyai 4 batasn yaitu :

  1. Satuan Bahasa
  2. Secara relatife dapat berdiri sendiri
  3. Mempunyai pola intonasi Akhir
  4. Terdiri dari klausa

Dengan adanya pengklasifikasian suatu kalimat dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan lawan bicara kita sehingga kita mengetahui jenis kalimat yang tepat dalam berkomunikasi. Dari keterangan di atas maka dapat simpulkan bahwa maksud dan tujuan dari bab ini yaitu:

  • Pembaca dapat mengetahui batasan dan jenis klasifikasi kalimat
  • Klasifikasi kalimat berdasarkan jumlah dan jenis klausa yang terdapat pada dasar
  • Klasifikasi kalimat berdasarkan strukt internal klausa utama, berdasarkan response yang di harapkan
  • Klasifikasi kalimat berdasarkan hubungan aktor-aksi
  • Klasifikasikalimat berdasarkan kesederhanaan dan kelengkapan dasar
  • Klasifikasi kalimat posisinya dalam percakapan
  • Klasifikasi kalimat berdasarkan konteks dan jawaban yang diberikan.

Bab 3 Klausa

3.1. Pengantar

3.2. Batasan klausa

3.3. Klasifikasi klausa

3.4. Klausa bebas    

3.5. Klausa Terikat     

  1. Klausa Nominal     
  2. Klausa Ajektival     

3. Klausa Adverbial

Isi Bab : Penjelasan pengertian dari klausa maupun klasifikasinya. Kita ketahui bahwa suatu klausa yaitu kelompok kata yang hanya mengandung satu prediket atau bias juga di artikan bahwa klausa itu merupakan suatu bentuk linguistik yang terdiri atas subyek dan prediket. Bab ini juga mempelajari tentang klasifikasi dari suatu klausa dan lengkap dengan contoh – contoh sebagai bahan penjelas.

Bab 4 Frase

  1. Pengantar
  2. Batasn frase
  3. Klasifikasi Frase
  4. Frase Eksosentris
    1. Frase preposisi
    2. Frase posposisi
    3. Fraase preposposisi
  5. Frase Endosentris
    1. Frase Beraneka Hulu
    2. Frase Modifikatif

Isi Bab : Dalam bab ini di bahas tentang ” pengertian, batasan dan pengklasifikasian frase”. kita ketahui bahwa frase-frase bahasa Indonesia dapat di klasifikasikan dengan berbagai cara yaitu:

  1. Batasan Frase
  • Satuan linguistik yang secara potensial gabungan dua kata atau lebih, yang tidak mempunyai cirri-ciri klausa, atau tidak melampaui batas subyek atau prediket dengan kata lain ” sifatnya tidak predikatif
  1. Klasifikasi Frase
  • Berdasarkan tipe strukturnya, maka dapat di bedakan atas:
  1. Frase Eksosentris
  2. Frase Endosentris
  3. Frase Eksosentris
  • Frase yang tidak berhulu, tidak berpusat atau non-headed. Berdasarkan posisi penghubung yang mungkin terdapat di dalamnya, maka Frase ini pun dapat pula di bagi atas:
  1. Frase Preposisi
  2. Frase Posposisi
  3. Frase Preposposisi
  4. Frase Endosentris
  • Frase yang berhulu, yang berpusat, atau headed phrase, yaitu frase yang mempunyai fungsi sama dengan hulunya. Berdasarkan type strukturnya frase ini dapat dibagi atas:
  1. Frase beraneka hulu (multiple head)
  2. Frase modifikatif (modifier head)

Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa maksud dan tujuan dari bab ini adalah agar pembaca mampu mengklasifikasikan, mengetahui, dan memahami arti dari frase-frase tersebut. Serta dapat mengabungkan 2 kata atau lebih yang tidak mempunyai klausa ( Frase ) sehingga mem,bentuk suatu kalimat yang efektif.

Apendiks Daftar Istilah beserta penjelasannya Kalimat inti dan kalimat transformasi Struktur Kalimat Isi Apendiks : Apendiks I Daftar istilah beserta penjelasan – penjelasannya seperti pada frase, klausa, kalimat, sintaksis, Tata bahasa, dll. Apendiks II Menjelaskan tentang pengertian dari kalimat inti dan kalimat transformarmasi serta contoh pengaplikasianya dalam kehidupan seharti – hari.

Apendiks III menjelaskan tentang struktur kalimat misalnya seperti struktur gramatikal yang menjelaskan bahwa dipandang dari segi gramatikal, kalimat mempunyai struktur yaitu : Subyek, Verba, dan komplemen. Dan pada struktur semantik kalimat mempunyai strktur yaitu: Agents, Actions, and Goals. Atau Pelaku, laku, Sasaran.

fbWhatsappTwitterLinkedIn