Politik Uang: Pengertian, Bentuk dan Contoh

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Uang merupakan hal terpenting dan tentunya memiliki peranan untuk mengontrol semua aspek dalam kehidupan. Tanpa adanya uang kekuasaan seseorang bisa jadi tidak dihargai sama sekali.

Begitupun dengan sebaliknya, bisa jadi karena banyaknya uang yang dimiliki oleh para pejabat yang tersohor mereka menjadi lebih mudah mendapatkan kekuasaannya.

Bidang politik merupakan bidang yang sangat rentan terpengaruh oleh adanya uang. Hal tersebut dikarenakan praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang sudah merajalela dalam pemerintahan. Salah satu budaya yang masih terjadi saat ini adalah adanya budaya politik uang.

Politik uang atau money politic merupakan suatu upaya yang dipergunakan oleh pejabat atau orang penting untuk mempengaruhi segala tindakan atau perilaku dari masyarakat.

Politik uang ini seringkali terjadi pada masa masa pemilu. Para orang berpengaruhi akan berusaha untuk membeli semua suara dari rakyat untuk mendapatkan kemenangan.

Pengertian Politik Uang

Pengertian Secara Umum

Politik uang merupakan sebuah praktik pemberian uang atau iming iming barang lainnya dengan maksud dan tujuan tertentu. Seringkali politik uang ini diberikan oleh para pejabat atau orang orang yang memiliki peranan penting dalam sebuah pemerintahan. Yang mana hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara politis.

Pelaksanaan politik uang ini tentunya sangat mempengaruhi ketidakbenaran hasil dari suatu keputusan. Semua keputusan yang telah ditetapkan bisa jadi tidak sesuai dengan keinginan dan aspirasi masyarakat. Melainkan karena adanya pengaruh dari si pemberi keuntungan.

Dan sudah pasti hasil yang didapatkan dari adanya politik uang ini sangat menguntungkan pihak pihak tertentu. Target yang disasar oleh para pejabat dalam praktik KKN nya ini seringkali adalah masyarakat dengan golongan sosial yang rendah. Namun, tak jarang juga praktik politik uang ini diberikan kepada pihak pihak berpangkat tinggi.

Yang tidak lain tidak bukan ditujukan untuk suap. Dalam hal ini, politik uang dapat diartikan sebagai proses pertukaran uang dengan posisi, kebijakan atau keputusan yang berkaitan politik. Dan tentunya mengatasnamakan semua kepentingan rakyat.

Pengertian Politik Uang Menurut Para Ahli

Untuk dapat memahami mengenai makna dari politik uang itu sendiri, berikut merupakan pengertian dari politik uang yang telah dipaparkan oleh beberapa ahli terkait.

  • Menurut Juliansyah (2007), politik uang adalah suatu upaya mempengaruhi orang lain dengan menggunakan imbalan materi atau dapat juga diartikan jual beli suara pada proses politik dan kekuasaan dan tindakan membagi-bagikan uang baik milik pribadi atau partai untuk mempengaruhi suara pemilih (voters). 
  • Menurut Ismawan (1999), politik uang adalah upaya mempengaruhi perilaku orang lain dengan menggunakan imbalan tertentu. Ada yang mengartikan politik uang sebagai tindakan jual beli suara pada proses politik dan kekuasaan. Tindakan itu bisa terjadi dalam jangkauan (range) yang lebar, dari pemilihan kepala desa sampai pemilihan umum suatu negara. 
  • Menurut Aspinal dan Sukmajati (2015), politik uang adalah pemberian uang tunai, barang, jasa, dan keuntungan ekonomi lainnya (seperti proyek atau penyediaan pekerjaan) yang didistribusikan oleh politisi termasuk di dalamnya keuntungan yang ditujukan untuk individu (misalnya amplop berisi uang tunai) dan kepada kelompok masyarakat (misalnya lapangan sepak bola baru untuk pemuda). 
  • Menurut Ahmad (2015), politik uang adalah tawaran keuntungan material partikularistik kepada pemilih dengan menjual suara mereka sesuai dengan keinginan pasar, dimana proses pertukaran menjadikan konsepsi bahwa uang dapat mengubah keputusan dan dijadikan sebagai wadah penggerak perubahan. 
  • Menurut Zaman (2016), politik uang adalah uang yang ditujukan untuk maksud-maksud tertentu, seperti peruntukan kepentingan politik tertentu. Politik uang juga bisa terjadi ketika seorang kandidat membeli suara dari pemilih untuk memilihnya dengan imbalan materi. Bentuknya bisa berupa uang, namun kadang pula dapat berupa bantuan-bantuan sarana fisik pendukung kampanye pasangan calon tertentu.

Penyebab Terjadinya Politik Uang

Pratik dari politik uang tentunya dilatarbelakangi dengan beberapa faktor penyebabnya. Berikut merupakan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya politik uang.

Praktik politik uang yang sudah marak terjadi di lingkungan masyarakat telah terjadi secara turun temurun. Dari dulu politik uang ini sudah terjadi di kalangan masyarakat.

Bahkan bukan menjadi suatu yang asing lagi. Bukan tidak mungkin praktik politik uang ini tidak akan berlanjut sampai masa yang akan datang.

Menurut beberapa sejarahwan, sebenarnya praktik politik uang ini sudah terjadi sejak zaman kolonialisme. Yang mana praktik tersebut dipergunakan untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan, tanpa melalui berbagai syarat tentunya.

  • Haus Akan Jabatan

Sudah menjadi sifat alamiah dari manusia apabila ingin berkuasa dan ingin dihargai oleh semua orang. Tak jarang untuk mendapatkan semua kekuasaan dan jabatan tinggi yang diinginkan mereka rela bermain kotor. Salah satunya dengan menggunakan politik uang ini.

Seringkali mereka beranggapan bahwa semua harta dan kekayaan yang mereka punya dapat membeli semua jabatan yang diincarkan. Orang orang seperti inilah yang hanya menginginkan hasilnya tanpa mau melalui semua prosesnya.

  • Peran Lingkungan yang Mendukung

Seringkali orang yang melancarkan praktik politik uang ini telah mendapatkan dukungan dari lingkungannya. Bahkan tak jarang dari lingkungan keluarganya. Sebagian orang dari kecil sudah dibiasakan dimanjakan dengan harta yang dia punya.

Sehingga semua hal yang diinginkan tidak perlu dicapai dengan susah payah. Selain itu, apabila ada salah satu diantara anggota keluarga mereka yang menjadi pejabat berwenang bisa jadi mempermudah semua politik uang yang dilakukan.

  • Adanya Anggapan Bahwa Hukum Bisa Dibeli

Hal ini seringkali dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa. Mereka merasa bahwa dirinya tidak akan terjerat hukum dan bebas dari semua sanksi yang ditetapkan dengan bantuan kekuasaan dan hartanya.

Mereka tidak akan berpikir panjang untuk memberikan iming iming uang atau barang lainnya untuk terbebas dari hukum.

  • Kurangnya Kesadaran dan Pengetahuan Mengenai Politik

Tidak semua orang mengetahui dan memahami betul apa itu politik, dan bagaimana upaya yang benar untuk menegakannya. Hal-hal seperti itulah yang melatarbelakangi seseorang dengan mudah diperdaya oleh politik uang.

Mereka yang tidak berpengetahuan luas mengenai politik, seakan menjadi sasaran empuk untuk para pembeli kekuasaan.

Dan mereka yang memiliki pemahaman kurang terhadap politik lebih berkecenderungan untuk mengabaikan kondisi politik dan semua penyimpangan-penyimpangan yang ada di dalamnya.

  • Lemahnya Iman

Tingkat keimanan seseorang sangat berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Semakin jauh seseorang dengan Tuhannya semakin mudah pula ia berperilaku menyimpang dari ajaran dan aturan yang ada.

Iman ini menjadi faktor yang menyebabkan seseorang untuk melakukan dan menerima suap.

Karena mereka sudah tidak memikirkan lagi dosa dosa yang akan mereka tanggung dari perbuatan itu.

Bentuk Politik Uang

Adapun bentuk-bentuk dari pelaksanaan praktik politik uang yang berkembang di lingkungan masyarakat diantaranya:

1. Berbentuk Uang

Uang merupakan hal yang sangat berpengaruh ketika digunakan untuk mengiming-ngimingi seseorang dengan tujuan tertentu. Karena nyatanya, tidak ada satu orang yang tidak memerlukan uang dalam kehidupannya. Uang seakan akan memiliki fungsi untuk mengontrol semu yang terjadi dalam bidang kehidupan.

Salah satunya ya bidang politik. Uang digunakan sebagai sarana untuk membeli suara masyarakat, memaksakan kepentingan pribadi, serta untuk mempengaruhi orang dalam pengambilan keputusannya.

Adapun beberapa modus politik uang yang seringkali dilakukan dalam bentuk uang.

  • Sebagai sarana untuk mengampanyekan paslon paslon dalam partai politik tertentu.
  • Membagikan uang kepada para kader politik, penggembira, golongan atau kelompok tertentu dalam masa pemilihan umum.
  • Memberikan bantuan langsung.

2. Berbentuk Fasilitas Umum

Semua praktik politik uang pasti ditujukan untuk menarik semua perhatian dari masyarakat sebelum masa pemilihannya. Hal tersebut tentunya sangat memberikan keuntungan bagi rakyat dan juga fasilitas umum yang ada.

Pada masa kampanye para calon tentunya akan berlomba-lomba untuk melakukan sesuatu yang dapat menarik perhatian dari masyarakat.

Salah satunya adalah dengan berbagai perbaikan kota dan infrastrukturnya. Selain itu para calon juga tidak akan segan segan untuk menyediakan berbagai material untuk mendukung pembangunan masjid, mushola, sekolah dan lain sebagainya.

Sedangkan menurut pendapat dari Aspinall dan Sukmajati terdapat beberapa bentuk lagi dari pelaksanaan praktik politik uang yang seringkali dilakukan pada masa pemilihan umum. Yang mana bentuknya mencakup berikut ini:

  • Pembelian Suara (Vote Buying)
  • Pemberian pemberian pribadi (Individual Gifts)
  • Pelayanan dan aktivitas (Services and Activities)
  • Barang-barang kelompok (Club Goods)

Unsur-Unsur Politik Uang

Adapun unsur-unsur dari pelaksanaan praktik politik uang yang ada:

  • Penerima uang, harta, dan barang

Para penerima suap adalah orang orang yang dibeli suaranya untuk kepentingan dan keuntungan seorang individu atau kelompok. Mereka yang menerima suap juga secara tidak langsung menerima semua permintaan yang diajukan oleh penyuap.

Biasanya orang yang berstatus penerima ini memiliki lingkup yang tidak jauh dari keberadaan penyuap. Yang mana seringkali mencakup para bawahannya, sesama pejabat, ataupun masyarakat awam yang dibeli suaranya.

  • Pemberi uang, harta dan barang

Penyuap merupakan orang yang bersedia untuk mengeluarkan semua harta, uang, dan barang berharga lainnya demi untuk mendapatkan jabatan politis tertentu.

Mereka yang berperan sebagai penyuap ini seringkali berpredikat sebagai pejabat, orang yang berwenang dalam ranah politik, dan orang orang yang haus akan jabatan.

  • Suapan (uang, harta, dan barang)

Semua suapan yang akan diberikan kepada sasarannya memiliki beraneka macam bentuk. Namun, seringkali yang diberikan adalah dalam bentuk uang.

Strategi Politik Uang

Adapun strategi politik uang yang diterapkan dalam perkembangannya. Menurut Irawan terdapat dua macam strategi yang biasa digunakan dalam melaksanakan praktik politik uang.

  • Serangan Fajar

Istilah yang seringkali digunakan untuk menyebutkan pembelian suara rakyat dengan menggunakan uang. Bentuk politik ini seringkali dijalankan pada masa masa pemilihan umum.

Pembelian suara itu dilakukan untuk memenangkan salah satu calon tertentu. Dan tentunya akan membawa banyak keuntungan bagi calon paslon yang berhasil mencapai jabatannya itu.

  • Mobilisasi massa

Praktik politik uang digunakan pada saat kampanye calon. Yang mana dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai penggalangan massa dengan iming iming sejumlah uang.

Semua massa yang hadir bukan bertujuan untuk mendukung calon yang sedang diusung, melainkan karena adanya pengaruh uang yang digunakan para calon.

Semua kepentingan massa saat proses kampanye akan ditanggung semua oleh calon. Dengan harapan semua massa dapat berpartisipasi dalam proses kampanyenya.

Contoh Politik Uang

Adapun beberapa contoh mengenai praktik pelaksanaan politik uang:

  • Seseorang yang rela mengeluarkan uangnya untuk menduduki jabatan sebagai calon legislatif.
  • Untuk dapat memasukkan anaknya ke sebuah sekolah ternama dan terfavorit, sebuah keluarga menyuap salah satu guru di sekolah itu.
  • Pembagian uang serangan fajar pada pemilihan anggota legislatif.
  • Pemberian sembako gratis yang ditujukan kepada masyarakat dengan embel embel kampanye.
fbWhatsappTwitterLinkedIn