6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Wallace

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Persebaran fauna di dunia tak lepas dari peranan Alfred Russel Wallace, ia adalah seorang naturalis yang berasal dari Britania Raya, lahir pada tanggal 8 Januari tahun 1823. Wallace banyak melakukan perjalanan ke berbagai dunia untuk melakukan penelitian tentang keanekaragaman hayati yang tersebar di dunia.

Dari hasil penjelajahan dan penelitian Wallace, banyak para peneliti flora dan fauna yang terbantu. Salah satu perjalanan Wallace yang populer dikenal dalam bukunya The Malay Archipelago.

Penelitian yang dilakukan Wallace salah satunya dapat mengumpulkan 125.660 spesimen serangga, burung, mamalia, dan reptil di wilayah Indonesia. Peta persebaran fauna dunia yang dikemukakan oleh Wallace hingga saat ini juga menjadi salah satu panduan ilmu zoogeografi.

Beberapa faktor turut mempengaruhi persebaran fauna di dunia, salah satunya adanya faktor alam yang menghambat persebaran fauna, antara lain:

  • Faktor fisik atau keadaan permukaan bumi, yaitu perairan seperti sungai, laut, danau dan daratan seperti gunung, padang pasir, lembah dan sebagainya.
  • Faktor iklim, antara lain suhu, kelembaban, tekanan udara dan sebagainya

Persebaran fauna dunia juga dikategorikan berdasarkan bioma, bioma adalah sebuah wilayah geografis yang diklasifikasikan berdasarkan tumbuhan, hewan, iklim, kondisi alam dan sebagainya. Berikut persebaran fauna yang dikategorikan berdasarkan bioma:

  • Fauna Padang Rumput, misalnya saja fauna yang ditemukan di wilayah Australia dan Afrika. Fauna-fauna tersebut habitatnya di padang rumput
  • Fauna gurun, fauna yang tinggal di iklim gurun memiliki kemampuan beradaptasi dengan habitatnya, contohnya unta dan kadal gurun.
  • Fauna Laut dan Arktik, fauna-fauna tersebut hidup di wilayah perairan, Misalnya saja ikan paus, gurita, penyu, kerang dan sebagainya.
  • Fauna hutan basah, fauna di hutan basah seperti kera, babi hutan, harimau dan sebagainya. Hutan basah lebih banyak di wilayah negara tropis.
  • Fauna Taiga, fauna yang habitatnya berada di hutan yang berada di iklim sedang, biasanya banyak ditemukan lumut pada tanah sekitarnya. Salah satu fauna taiga yaitu Moose.
  • Fauna hutan gugur, fauna yang habitatnya berada di hutan gugur. Contohnya Beruang, Tupai dan rubah.

Ada 6 zona persebaran fauna yang dikemukakan oleh Wallace, yaitu zona Paleartik, zona Neartik, zona Oriental, zona Ethiopian, zona Neotropik, dan zona Australis. Zona persebaran fauna dunia yang dikategorikan oleh Wallace lebih mendetail dalam pengkategoriannya. Berikut adalah 6 zona persebaran fauna dunia oleh Wallace, beserta penjelasannya.

1. Zona Neartik

Zona neartik adalah persebaran fauna di wilayah sebagian besar Amerika Utara dan wilayah Greenland yang meliputi kutub utara hingga wilayah iklim subtropis.

Di wilayah Greenland daratannya selalu tertutup salju, fauna yang hidup di wilayah ini antara lain beruang coklat, bison, tupai dan kelinci.

Sedangkan di wilayah Amerika Utara, termasuk Kanada, wilayahnya terbagi hutan gugur di bagian timur, di bagian tengah area padang rumput dan hutan taiga.

2. Zona Neotropik

Zona fauna eotropik berada di wilayah Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Meksiko. Wilayah neotropik memiliki iklim tropis dan iklim sedang. Beberapa fauna yang dapat ditemukan di wilayah neotropik antara lain kukang, kelelawar, ular anaconda, kura-kura galapagos dan trenggiling.

3. Zona Australis

Zona Australis adalah persebaran fauna di wilayah benua Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan kepulauan Oseania. Wilayah Australis ada yang sebagian memiliki iklim sedang dan sebagian besar memiliki iklim tropis.

Beberapa contoh fauna yang ditemukan di zona Australis antara lain Kangguru, Koala, burung kiwi dan kasuari serta buaya.

4. Zona Oriental

Zona oriental merupakan zona persebaran fauna di kawasan benua Asia yang meliputi wilayah India, Cina, ASia Selatan dan Asia Tenggara. Wilayah zona oriental ini memiliki iklim tropis dengan hutan hujan, beberapa hewan yang ditemukan di zona ini antara lain badak, harimau, gajah dan orang utan.

5. Zona Paleartik

Zona paleartik merupakan zona persebaran fauna yang wilayahnya paling luas di antara zona yang lain, wilayah zona ini meliputi Eurasia yaitu kutub utara hingga pegunungan Himalaya, sebagian Afrika, Inggris, Jepang dan selat Bering.

Fauna di wilayah paleartik cenderung memiliki ukuran yang lebih besar, sedangkan iklimnya dingin denga curah hujan yang beragam di tiap areanya. Beberapa hewan yang berada di zona ini antara lain rusa kutub, beruang kutub, panda, serigala dan lynx.

6. Zona Ethiopian

Zona ethiopian merupakan wilayah persebaran fauna yang meliputi wilayah benua Afrika, Madagaskar hingga Arab Selatan. Wilayahnya sebagian besar adalah padang rumput dan gurun pasir di sebelah utara.

Beberapa fauna yang hidup di wilayah ethiopian antara lain jerapah, gajah afrika, singa, kuda nil, zebra dan cheetah.

Teori yang dikemukakan oleh Alfred Russel Wallace tentang pembagian 6 zona fauna di dunia hingga sekarang masih dijadikan panduan untuk menyempurnakan penelitian tentang keanekaragaman hayati.

Dengan mengenali keanekaragaman fauna di sebuah zona juga membantu dalam pelestarian satwa, mencegah kepunahan satwa endemik sebuah wilayah dan juga sekaligus revitalisasi habitat asli satwa.

fbWhatsappTwitterLinkedIn