5 Faktor Penggerak Kontemporer yang Mendukung Terjadinya Perubahan Sosial

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Selo Soemardjan memiliki pendapat bahwa perubahan sosial merujuk pada perubahan lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang berpengaruh pada sistem sosialnya. Perubahan ini mencakup nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku.

Sementara itu, Kingsley Davis mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Davis juga berpendapat bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, dan sebagainya.

Contoh perubahan sosial yang tidak jauh dari kehidupan sehari-hari adalah perubahan selera musik masyarakat Indonesia yang beralih dari musik tradisional atau lokal ke jenis musik yang berasal dari luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari adanya pengaruh kontak dengan kebudayaan asing.

Masyarakat cenderung memilih jenis musik dari luar negeri karena dianggap lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kondisi ini menyebabkan seniman dari luar negeri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memasarkan musik dan lagu mereka di Indonesia.

Setiap fenomena sosial pasti membawa dampak atau akibat, baik bersifat positif maupun negatif. Adapun dampak positif perubahan sosial yaitu terciptanya tanaga kerja profesional dan terbentuknya nilai dan norma baru. Sedangkan dampak negatif perubahan sosial yakni lembaga sosial tidak berfungsi secara optimal dan eksistensi adat istiadat berkurang.

Pada umumnya, terdapat beberapa faktor pendukung terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut;

  • Sikap terbuka menerima budaya lain.
  • Sistem lapisan sosial masyarakat terbuka.
  • Majunya sistem pendidikan.
  • Ketidakpuasan terhadap bidang kehidupan tertentu.
  • Adanya keinginan untuk maju.
  • Sikap toleransi terhadap perubahan tertentu.
  • Adanya orientasi pada masa depan.

Faktor Penggerak Kontemporer yang Mendukung Terjadinya Perubahan Sosial

Selain faktor-faktor umum tersebut, terdapat beberapa faktor penggerak kontemporer yang mendukung terjadinya perubahan sosial. Berikut adalah penjelasannya:

1. Komunikasi dan Perkembangan Pers

Salah satu faktor yang paling penting terciptanya perubahan sosial yaitu adanya hubungan sosial yang baik antarindividu dalam masyarakat. Hubungan sosial diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh individu supaya bisa berinteraksi dengan individu lain atas dasar kebutuhan pribadi atau kelompok.

Hubungan sosial memiliki dua syarat, yaitu adanya kontak dan komunikasi. Kontak sosial terjadi apabila ada dua individu atau lebih saling berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, komunikasi terjadi apabila individu memberikan tafsiran pada perilaku orang lain yang terjuwud dalam pembicaraan, gerakan dan perasaan yang akan disampaikan.

Agar komunikasi bisa berjalan dengan baik, dibutuhkan media massa (pers) untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik. Pers memiliki beberapa fungsi atau peran dalam kehidupan masyarakat, salah satunya yaitu untuk menyebarkan informasi dengan menerapkan kode etik jurnalistik.

Contohnya, dalam menulis sebuah berita, jurnalis diharuskan untuk jujur sesuai dengan fakta dan data yang ada di lapangan. Selain itu, jurnalis atau wartawan juga harus bersikap objektif (tidak memihak).

Fungsi pers lainnya yaitu sebagai alat kontrol sosial. Pers diperbolehkan dan dibebaskan untuk memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah serta lembaga tinggi negara lainnya seperti DPR.

2. Birokrasi

Berdasarkan KBBI, birokrasi diartikan sebagai suatu sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah, karena telah berpegang pada hierarki (tingkatan) dan jabatan. Di Indonesia seseorang yang bekerja di lingkungan birokrasi dikenal dengan sebutan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Agar perubahan sosial dapat berjalan cepat dan sesuai kehendak masyarakat, maka diperlukan sistem birokrasi yang baik. Hal tersebut dapat terjuwud apabila para aparatur dapat bekerja secara efisien, efektif, professional, bertanggung jawab, proaktif, jujur, tulus, produktif, dan berintegritas.

Semua itu dapat dicapai dengan melakukan reformasi birokrasi. Secara umum, reformasi birokrasi merupakan usaha perbaikan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) para aparatur negara yang dilakukan secara intensif supaya menjadi lebih baik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Aspek-aspek yang perlu diperbaiki dan diubah yaitu kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia.

3. Modal

Pierre Bourdieu membagi modal menjadi empat bentuk, yaitu modal ekonomi (economy capital), modal sosial (social capital), modal budaya (cultural capital), dan modal simbolik (symbolic capital).

  • Modal ekonomi berhubungan dengan alat-alat produksi, materi (pendapatan dan benda-benda) dan uang yang mudah digunakan untuk segala tujuan serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  • Modal sosial dapat diartikan sebagai sekumpulan sumber daya nyata atau potensial yang berkaitan dengan jaringan hubungan saling mengenal dan saling mengakui. Contoh modal sosial yaitu pertemanan, keluarga, suku, sekolah, tempat kerja, dan sebagainya.
  • Modal budaya merupakan sekumpulan kemampuan atau keahlian yang dimiliki individu, seperti sikap, cara bertutur kata, berpenampilan, dan cara bergaul. Modal budaya berhubungan denga cara atau sikap seseorang ketika berinteraksi dan memperlakukan orang lain cukup menjadi cermin kedudukan orang.
  • Modal simbolik adalah sebuah bentuk modal yang asalnya dari jenis yang lain, yang dikenali bukan sebagai modal yang semena, melainkan dikendali dan diakui sebagai suatu yang sah dan natural. Menurut Bourdieu modal simbolik adalah sumber kekuasaan yang penting. Modal simbolik yaitu prestise status sosial dan kehormatan.

4. Teknologi

Definisi teknologi menurut KBBI merupakan alat untuk menjaga kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dengan kata lain, manusia selalu menginginkan adanya inovasi alat-alat tersebut.

Contohnya, manusia membutuhkan alat yang dapat mengakut dan membawanya pergi ke tempat yang jauh, kemudian terciptalah berbagai jenis kendaraan (transportasi), seperti sepeda, mobil, sepeda motor, kereta, kapal, dan pesawat.

Di era modern seperti saat ini, manusia dituntut untuk dapat bekerja dengan cepat seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial yang terjadi. Oleh karena itu, teknologi memiliki peran penting dalam masyarakat yaitu sebagai alat yang dapat membantu meringankan dan mempercepat suatu pekerjaan.

Contohnya, pada saat pandemi COVID-19, masyarakat yang diharuskan berada di dalam rumah untuk memutus rantai penyebaran virus. Namun, kegiatan belajar dan bekerja harus tetap dilaksanakan secara daring (jarak jauh). Dengan bantuan teknologi seperti jaringan internet dan aplikasi pembelajaran memudahkan guru dan siswa melakukan kegiatan belajar serta mengajar secara online.

5. Ideologi

Secara sederhana, ideologi dapat diartikan sebagai sekumpulan ide, pemikiran, konsep, atau gagasan. Ideologi memiliki fungsi sebagai pedoman bagi masyarakat di suatu negara. Ideologi memiliki berbagai bentuk, seperti Liberalisme, Komunisme, Sosialisme, Demokrasi, Fasisme, Nasionalisme dan Pancasila.

Bentuk ideologi suatu negara memengaruhi terjadinya perubahan sosial. Apabila bentuk ideologi yang diterapkan bersifat terbuka terhadap nilai-nilai baru yang sedang berkembang, maka perubahan sosial akan semakin cepat terjadi.

Sementara itu, jika suatu masyarakat mempraktikkan ideologi yang bersifat apriori dan tertutup terhadap nilai-nilai baru, maka perubahan sosial sulit terjadi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn