Prinsip Ekonomi: Pengertian, Ciri dan Contoh

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Secara general ekonomi dikenal sebagai ilmu yang mengatur pengelolaan sumber daya. Sumber daya tersebut, tidak jauh dari ketersediaan tenaga kerja dan modal.

Ilmu perekonomian memiliki peranan mengatur sumber daya tersebut sehingga bisa menciptakan kesejahteraan secara lebih merata.

Segala bentuk proses untuk mencapai majunya perekonomian baik dalam skala mikro maupun makro, membutuhkan prinsip-prinsip ekonomi.

Berikut adalah pembahasan lebih mendalam tentang prinsip ekonomi beserta jenis dan penerapannya.

Pengertian Prinsip Ekononi

Prinsip ekonomi merupakan sebuah pedoman dalam menjalankan kegiatan ekonomi, yang mencakup cara-cara memperoleh perbandingan yang masuk akal atau rasional antara sebuah usaha yang dijalankan dan hasil yang akan didapatkan.

Prinsip ekonomi muncul karena adanya keinginan seseorang yang mendapatkan keuntungan maksimal dengan usaha seminimal mungkin dalam melakukan ekonomi.

Prinsip ekonomi, bisa dilakukan oleh semua individu yang melakukan kegiatan ekonomi, baik produsen, distributor, atau konsumen.

Konsep dasar prinsip ekonomi adalah menerangkan bahwa tidak ada yang bisa didapatkan dengan cuma-cuma.

Setiap produk baik barang ataupun jasa bisa didapatkan dengan timbal balik yang sepadan.

Pada dasarnya, seseorang harus mengorbankan sesuatu untuk ditukar dengan barang atau jasa yang mereka dapatkan.

Jenis-jenis Prinsip Ekonomi

Setelah mengetahui pengertian dari prinsip ekonomi, perlu dipahami bahwa prinsip ekonomi juga dikelompokkan berdasarkan tiga jenis prinsip ekonomi.

Jenis-jenis prinsip ekonomi tersebut dibagi ke dalam beberapa kelompok berikut ini.

  • Prinsip Produsen

Prinsip produsen yang dimaksud dalam jenis-jenis prinsip ekonomi ini adalah prinsip ekonomi yang dipakai sebagai bahan penentu, proses seperti apa yang dipakai dalam kegiatan memproduksi suatu barang atau jasa.

Dari mulai pemilihan bahan baku, pemilihan alat-alat produksi yang akan digunakan, sampai pertimbangan besar biaya yang akan dibutuhkan ketika mengubah bahan baku menjadi barang jadi.

Prinsip produsen merupakan prinsip dalam ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana cara menekan penggunaan bahan baku seefisien mungkin, tetapi tetap menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas.

  • Prinsip Penjual

Dalam ilmu ekonomi ada yang dinamakan prinsip penjual atau sering juga disebut sebagai prinsip pedagang.

Prinsip penjual merupakan salah satu prinsip ekonomi yang digunakan oleh penjual untuk melakukan berbagai macam usaha dengan harapan produk yang dikeluarkannya bisa memenuhi selera yang konsumen inginkan.

Biasanya prinsip penjual ditandai dengan melakukan banyak penawaran melalui iklan dan promosi, ataupun memberi hadiah kepada konsumen agar produknya bisa dilihat oleh calon pembelinya.

Cara-cara seperti ini digunakan untuk menarik minat konsumen agar produknya bis dikenal lebih luas, sehingga bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi.

  • Prinsip Pembeli

Dalam ilmu perekonomian prinsip yang sering diambil adalah prinsip pembeli, karena setiap orang pasti pernah mengalami proses membeli barang atau jasa.

Prinsip pembeli adalah prinsip ekonomi yang dipakai oleh seseorang untuk mendapatkan produk atau jasa dengan kualitas yang baik, namun dengan biaya yang relatif terjangkau.

Prinsip pembeli secara organik akan dilakukan oleh calon konsumen ketika memilih barang atau jasa yang diinginkan.

Calon konsumen pasti akan melakukan pertimbangan yang matang dalam memilih produk yang akan dipakainya, baik melalui keputusan harga lebih murah dan kualitas yang lebih baik.

10 Penerapan Prinsip Ekonomi

Prinsip-prinsip ekonomi memiliki banyak peran untuk keberlangsungan transaksi jual beli yang dilakukan oleh produsen ke konsumen.

Selain itu, prinsip ekonomi juga bisa diterapkan dalam beberapa hal dalam kehidupan sehari hari.

Prinsip ekonomi umumnya terdiri dari 10 prinsip dasar yang dikelompokan dalam tiga kelompok penting.

Pertama adalah keputusan yang dibuat oleh masyarakat, yang kedua bisa dilihat dari interaksi yang terjadi di masyarakat, dan terakhir yaitu pekerjaan yang dilakukan dalam proses berjalannya sistem perekonomian.

Prinsip ekonomi bisa terjadi secara organik dalam setiap sendi kehidupan masyarakat luas tanpa disadari.

Masyarakat mempraktekan beberapa prinsip ekonomi dalam kesehariannya tanpa mengetahui konsepnya secara tertulis.

Prinsip ekonomi bisa dijumpai dalam banyak kesempatan, misalnya ketika seseorang membeli televisi, orang akan cenderung menentukan untuk memilih harga yang bisa dijangkaunya.

Akan tetapi jika seseorang tersebut memiliki uang berlebih, maka bisa membeli televisi yang besar dengan model terbaru dan kualitas paling baik.

Hal tersebut merupakan konsep sederhana dari penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan dibawah ini merupakan 10 penerapan prinsip ekonomi yang disertai dengan contohnya.

1. Tradeoffs

Tradeoff memiliki makna keputusan yang melibatkan pengorbanan. Artinya prinsip ekonomi bisa melibatkan kemampuan mengambil keputusan dengan mengorbankan sesuatu yang lain.

Terkadang seseorang perlu mengorbankan suatu hal agar bisa mendapatkan sesuatu yang lebih banyak lagi.

Bentuk nyata dari adanya tradeoff misalnya, sebuah negara yang menciptakan banyak lapangan kerja dengan mengekplorasi isi hutannya untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Tentu saja hal itu menjadi positif jika dilihat dari banyaknya kebutuhan jumlah pekerja dan berlimpahnya sumber daya alam yang bisa diolah dan dimanfaatkan.

Akan tetapi, hal-hal seperti itu memiliki dampak yang sangat signifikan bagi kelestarian alam.

Dengan adanya proyek yang mengekploitasi alam maka, sumber kehidupan dari ekosistem yang disediakan alam bisa terkuras habis dan bisa berdampak buruk bagi banyak hal.

Gambaran tersebut bisa diartikan bahwa ketika mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan tentu saja ada harga yang mesti dibayar.

Praktik tradeoff dalam penerapan ekonomi, membutuhkan kendali dari pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat kurang mampu.

hal ini bisa diaplikasikan dengan menerapkan peraturan bahwa bahan-bahan yang dijual dengan subsidi hanya boleh dinikmati oleh perorangan.

Perusahaan yang sudah memiliki pendapatan yang tinggi dilarang memakai barang-barang subsidi, seperti misalnya gas 3kg, atau bahan bakar subsidi.

2. Opportunity Cost

Opportunity cost bisa diartikan sebagai biaya yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu.

Pada umumnya seseorang masih kebingungan membedakan pengertian biaya dan manfaat.

Dalam ilmu ekonomi, seorang individu harus mengorbankan sesuatu untuk melakukan tindakan yang sistematis dan beraturan.

Contoh dari kasus ini adalah ketika seorang individu harus dihadapkan dengan pilihan, apakah akan melanjutkan kuliah S2 atau melanjutkan bekerja seperti biasanya.

Ketika seseorang tersebut memilih untuk melanjutkan sekolahnya, maka Ia harus menanggung konsekuensi untuk keluar dari pekerjaannya.

Kasus seperti ini menjelaskan tentang biaya peluang, dimana seseorang harus membayar sesuatu hal untuk mendapatkan sebuah peluang.

Peluang yang dimaksud dalam contoh di atas adalah mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, yang nantinya akan berguna untuk jenjang karir di masa depan.

Dan biaya yang harus dibayar adalah dengan mengorbankan pekerjaan yang saat ini sedang ditekuni.

3. Marginity (Orang Berpikir Rasional pada Keuntungan)

Setiap individu pasti berfikir secara logis ketika ingin memutuskan suatu hal, seseorang pasti mempertimbangkan bagaimanakah cara yang harus dilakukan untuk mendapat keuntungan yang maksimal.

Dan hal-hal apa saja yang harus dihindari agar tidak mendapat kerugian ketika menentukan sebuah pilihan.

Individu yang bijak akan berusaha membuat perubahan kecil dalam rencana pengambilan keputusan untuk mendapatkan manfaat paling maksimal.

Proses ini disebut sebagai perubahan marjinal dalam ekonomi, hal ini menandakan apa saja yang akan terjadi di sekitar margin atau garis batas.

Contoh penerapan prinsip ekonomi marginity bisa dilihat ketika seorang konsumen membeli sebuah produk, ada penawaran ketika membeli dua buah, akan mendapatkan bonus satu buah lagi.

Konsumen tersebut memiliki uang lebih dan pada waktu dekat pasti akan membutuhkan produk itu lagi.

Maka, ia bisa mendapatkan manfaat tambahan jika membeli dua buah. Karena selain harganya lebih murah, Ia juga tidak perlu pergi untuk membelinya di lain waktu.

Perbandingan seperti di atas mencakup manfaat dan biaya marginal. Hal ini akan membantu proses pengambilan keputusan dengan cara yang lebih tepat.

4. Respon Masyarakat Terhadap Insentif

Perilaku konsumen biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Lingkungan sangat berperan besar mempengaruhi keputusan pembelian seorang individu.

Sebagai contoh seorang calon konsumen akan mempertimbangkan apa saja yang ingin dibelinya berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan uang.

Ketika seseorang membutuhkan konsumsi buah untuk melengkapi gizi dan vitamin sehari-hari, kemudian dihadapkan dengan biaya hidup yang sedang sulit.

Ketika tersedia Apel yang harganya lumayan mahal dan pisang yang harganya relatif terjangkau. Individu tersebut dengan berbagai pertimbangan akan memilih pisang untuk membuat pengeluarannya stabil dalam masa-masa sulit.

5. Aktivitas Jual-Beli yang Membuat Situasi Lebih Baik

kegiatan jual-beli atau perdagangan dengan masuknya globalisasi ekonomi maka akan semakin berkembang.

Negara-negara yang memiliki produk unggul bisa dengan mudah masuk pasar internasional melalui perdagangan bebas.

Kompetisi antar produsen yang sehat, akan membuat iklim perekonomian dari bidang perdagangan akan membaik.

Perdagangan antar negara-negara akan membuat produk berlimpah dan banyak varisai, sehingga konsumen lebih banyak mendapatkan pilihan. Baik itu barang yang kualitasnya baik atau harga yang relatif lebih murah.

Contoh dari kasus ini adalah perdagangan yang terjadi antara Indonesia dengan Thailand, kedua negara masing-masing akan mendapatkan barang yang berkualitas yang diproduksi oleh kedua negara.

6. Pasar Merupakan Tempat Terbaik untuk Melakukan Aktivitas Ekonomi

Pasar adalah tempat bertemunya konsumen dan produsen yang akan melakukan aktivitas jual beli, Konsep dari ekonomi pasar akan berdampak baik kepada proses perencanaan terpusat.

Karena pasar merupakan tempat komunikasi antara penjual dan pembeli berlangsung. Di pasar pula akan terjadi kegiatan tawar-menawar sehingga menghasilkan kesepakatan harga yang ditentukan.

Contoh dari prinsip ekonomi ini adalah penentuan pajak dari pemerintah akan mempengaruhi harga yang akan ditentukan baik itu oleh konsumen ataupun produsen.

7. Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Hasil Pasar

Peran pemerintah adalah sebagai pengatur kebijakan yang harus dijalankan agar kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat tercipta.

Kegagalan pasar dalam melakukan distribusi sumber daya akan berdampak buruk pada perekonomian suatu daerah bahkan negara.

Oleh sebab itu, fungsi pemerintah adalah menciptakan kebijakan yang tepat untuk menjaga kestabilan kondisi pasar.

Contoh yang bisa dilihat dari peran pemerintah dalam mengatur pengelolaan pasar adalah dengan mengambil alih perusahaan sumber daya seperti PLN sebagai BUMN sehingga bisa mengatur harga yang sama rata untuk seluruh masyarakatnya.

8. Standar Hidup Tergantung pada kapasitas Individu untuk Menghasilkan Barang

Gaya hidup dan standar hidup individu akan berbeda pada suatu wilayah tergantung pada kapasitas produksi, hal ini dijelaskan dalam ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen.

Standar hidup negara akan tinggi ketika jumlah barang yang diproduksi juga dalam skala yang besar. Sebagai contoh adalah standar hidup warga Jepang yang lebih baik dari negara berkembang.

9. Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga, ketika pemerintah kelebihan mencetak sejumlah uang. Dalam ilmu ekonomi inflasi bisa terjadi ketika ada pasokan uang dengan jumlah berlebihan, yang terkait dengan ketersediaan barang dan jasa yang tersedia di pasar.

Suatu negara yang menghasilkan jumlah uang yang tinggi, maka akan memungkinkan uang tersebut akan kehilangan nilainya.

10. Trade Off Jangka Pendek Antara Lapangan Kerja dan Inflasi

Suatu negara yang melakukan kebijakan ekonomi mengurangi inflasi akan meningkatkan tingkat pengangguran di negaranya.

Ada sebuah kurva yang disebut “Kurva Philips” yang menjelaskan bahwa kebijakan yang dibuat untuk mengurangi tingkat pengangguran akan mengarah pada kenaikan inflasi.

Hal ini begitu penting dan merupakan salah satu penerapan prinsip ekonomi walaupun pada faktanya hubungan antara pengangguran dan inflasi ini bersifat sementara.

Penjelasan di atas adalah pengertian dari prinsip ekonomi, jenis-jenis prinsip ekonomi, juga 10 prinsip penerapan ekonomi yang digambarkan secara utuh.

semoga informasi di atas bisa menambah wawasan anda mengenai prinsip-prinsip ekonomi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

fbWhatsappTwitterLinkedIn