Akuntansi

Akuntansi Keuangan: Pengertian, Komponen dan Fungsi

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan merupakan bagian dari kajian ilmu ekonomi yang berkaitan dengan penyusunan laporan yang akan diberikan oleh pihak eksternal seperti pemegang saham. Akuntansi keuangan berhubungan dengan persoalan pencatatan transaksi perusahaan dan pembukuan hasil pencatatan laporan yang disusun secara berkala.

Adapun proses penyusunan laporan keuangan ini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menampilkan kinerja dan posisi keuangan kepada pihak eksternal tau orang di luar perusahaan, termasuk investor, pemasok, pelanggan atau publik, kreditur, hingga pemerintah.

Persamaan akuntansi aset sama dengan liabilitas ditambah dengan ekuitas menjadi prinsip utama yang digunakan dalam akuntansi keuangan. Hingga saat ini akuntansi menjadi latar belakang yang penting untuk dipelajari terutama bagi para pengusaha, baik yang masih merintis maupun besar.

Selain itu, banyak pelajar terutama mahasiswa yang mengambil program studi akuntansi keuangan sebab memiliki banyak peluang untuk kerja di bidang tersebut. Bidang ini juga memiliki banyak kesempatan yang terbuka lebar dan memiliki masa depan yang cukup menjanjikan.

Terdapat entri ganda dalam melakukan pencatatan akuntansi keuangan. Entri ganda dapat melakukan pencatatan dua efek dari suatu transaksi. Kedua efek tersebut adalah entri kredit dan entri debit. Entri kredit digunakan untuk memperhitungkan penurunan aset dan pengeluaran.

Entri kredit juga dapat melakukan perhitungan terhadap kewajiban utang, ekuitas, dan pendapatan. Sedangkan, entri debit digunakan untuk melakukan perhitungan terhadap peningkatan aset, pengeluaran yang dibelanjakan untuk keperluan perusahaan, penurunan kewajiban utang, ekuitas, dan perolehan pendapatan.

Pengertian Akuntansi Keuangan Menurut Para Ahli

Untuk memahami lebih jauh mengenai akuntansi keuangan berikut beberapa pendapat para ahli mengenai definisi akuntansi keuangan.

1. Martini (2012)

Akuntansi keuangan mempunyai fokus kerja pada pelaporan dari pihak eksternal yang memiliki tujuan merinci kepada masing-masing pihak yang membuat pihak pelaporan keuangan berpedoman pada prinsip dan asumsi-asumsi dalam proses penyusunan laporan keuangan.

2. Jogianto (1997)

Akuntansi keuangan dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan laporan-laporan yang dicatat secara berkala seperti laporan arus kas, neraca, laba ditahan, dan perubahan modal dari pihak eksternal maupun pihak internal perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan berkaitan dengan manajemen keuangan.

3. Warren Reeve Fees (2008)

Menurut Warren Reeves Fees, Akuntansi keuangan dapat dipahami sebagai proses penyusunan dan pelaporan data sekaligus aktivitas ekonomi dari suatu instansi. Output dari laporan tersebut akan dijadikan sebagai laporan utama bagi pihak diluar instansi seperti masyarakat umum atau publik, pemilik, kreditor, dan institusi pemerintah meskipun data laporan tersebut sangat berguna bagi manajer.

4. KIeso & Weygant (2000)

Akuntansi keuangan adalah suatu proses penyusunan laporan keuangan perusahaan secara menyeluruh. Laporan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengguna laporan keuangan dari pihak eksternal maupun pihak internal di suatu perusahaan.

5. Sugiarto (2002)

Akuntansi keuangan merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dalam bidang akuntansi yang berorientasi pada penyusunan laporan keuangan yang dilakukan secara bertahap dalam setiap perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak manajemen kepada investor dan pemegang saham.

Fungsi Akuntansi Keuangan

Setelah mengetahui beberapa pendapat dari ahli ekonomi mengenai definisi akuntansi keuangan, selanjutnya penting untuk memahami fungsi-fungsi akuntansi keuangan bagi suatu perusahaan. Fungsi akuntansi keuangan diantaranya berikut.

1. Evaluasi dan Pemetaan Perusahaan

Fungsi akuntansi keuangan yang pertama adalah evaluasi dan pemetaan perusahaan. Akuntansi keuangan dapat mempermudah dalam melakukan kegiatan proses evaluasi keuangan perusahaan dan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam perencanaan dan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang.

2. Penyusunan Anggaran dan Informasi

Fungsi akuntansi yang kedua adalah sebagai patokan dalam penyusunan anggaran dan informasi sesuai dengan tujuan perusahaan. Penyusunan anggaran ini dapat membantu menentukan rencana periode awal tahun atau periode selanjutnya.

Selain mempermudah dalam penyusunan anggaran, akuntansi keuangan juga bermanfaat untuk merangkai data yang terdapat di siklus perubahan netto perusahan. Dalam hal ini berhubungan dengan budget belanja perusahaan yang berlebihan.

3. Pengawasan dan Mengawasi

Fungsi akuntansi keuangan selanjutnya adalah melakukan pengawasan dan mengawasi berbagai aktivitas yang ada dalam suatu perusahaan. Melalui akuntansi keuangan maka perusahaan dapat menekan kemungkinan terjadinya miskalkulasi atau bahkan fraud dari pihak yang berkaitan dengan anggaran operasional perusahaan.

4. Pembagian Keuntungan

Fungsi akuntansi keuangan berikutnya adalah pembagian keuntungan. Laporan akuntansi keuangan yang telah tersusun dapat dimanfaatkan untuk menetapkan hal bagi kepada pihak-pihak yang sudah berkontribusi bagi perusahaan.

Hal bagi ini meliputi pihak eksternal yang terdiri dari investor sebagai rekan kerja, serta pihak internal seperti gaji dan bonus yang diberikan kepada karyawan. Selain itu, laporan akuntansi keuangan dapat digunakan sebagai penilaian perusahaan terhadap hak-hak yang harus diberikan sesuai dengan standar.

5. Laporan untuk Manajemen Perusahaan

Fungsi lain dari akuntansi keuangan adalah sebagai bentuk laporan kepada manajemen perusahaan. Akuntan menjadi penanggung jawab terhadap pencatatan laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, posisi sebagai akuntan sangat penting dan banyak dibutuhkan setiap instansi maupun perusahaan.

Kemudian, berdasarkan hasil laporan akuntansi keuangan tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi perusahaan. Teruma dalam menetapkan keputusan dan strategi perusahaan di masa yang akan datang yang berkaitan dengan modal, utang, pajak, pasiva, dan aktiva.

Tujuan Akuntansi Keuangan

Tujuan utama penyusunan akuntansi keuangan adalah untuk memberikan informasi keuangan berupa laporan keuangan yang disampaikan kepada pihak eksternal perusahaan. Namun, terdapat tujuan lain akuntansi keuangan diperlukan dalam dunia bisnis, berikut diantaranya.

1. Sebagai Tolak Ukur Perusahaan

Hasil penyusunan laporan akuntansi keuangan dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam mengetahui tingkat pertumbuhan dan progres kemajuan perusahaan. Perusahaan dapat dianggap tumbuh dengan baik apabila dapat menampilkan data informasi keuangan yang rapi, valid, akurat, dan dapat dimengerti.

Penyajian informasi laporan akuntansi keuangan dapat diperoleh melalui proses akuntansi yang benar. Akuntansi yang benar melingkupi pencatatan, pengelompokkan, pengidentifikasian transaksi-transaksi keuangan perusahaan dengan baik, dan benar sesuai dengan bukti transaksi yang valid.

2. Memberikan Informasi Bagi Operasional Perusahaan

Sebagai penyedia informasi, akuntansi keuangan dapat memenuhi keperluan manajemen sebagai pihak penentu keputusan. Dalam laporan keuangan terdapat beberapa informasi seperti jumlah uang kas maupun non kas perusahaan, tingkat penjualan, jumlah persediaan bahan baku, biaya operasional. dan lain sebagainya.

3. Memberikan Informasi Keuangan Perusahaan

Tujuan akuntansi keuangan berikutnya adalah menyediakan informasi keuangan perusahaan. Informasi mengenai akuntansi keuangan di suatu perusahaan dibutuhkan oleh pihak internal seperti manajer, pemegang saham, dan direktur untuk memenuhi tugasnya dalam menganalisa kondisi keuangan perusahaan.

4. Mengetahui Jumlah Laba dan Rugi

Tujuan terakhir dari akuntansi keuangan adalah untuk mengetahui jumlah laba dan rugi. Akuntansi keuangan dapat membantu memastikan perusahaan mengalami laba atau rugi dalam suatu periode tertentu. 

Komponen Akuntansi Keuangan

Setiap transaksi keuangan dicatat dan diklasifikasikan berdasarkan kategori tertentu dalam pencatatan akuntansi keuangan. Terdapat lima komponen utama yang harus ada dalam akuntansi keuangan berdasarkan kategorinya.

  1. Expenses atau biaya pengeluaran merupakan dana yang diberikan perusahaan untuk akomodasi operasional usaha.
  2. Income atau pendapatan merupakan dana yang diperoleh perusahaan atas operasional usaha seperti penjualan barang atau jasa.
  3. Equity atau ekuitas merupakan kewajiban perusahaan terhadap investor yang menanamkan modalnya ke perusahaan.
  4. Liabilities atau kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak eksternal dan pihak internal.
  5. Assets atau harta merupakan segala sesuatu yang mempunyai nilai yang dimiliki oleh perusahaan.

Mengapa Akuntansi Keuangan itu Penting?

Terdapat beberapa alasan mengapa akuntansi keuangan menjadi penting bagi pebisnis, diantaranya sebagai berikut.

1. Analisis Perbandingan

Laporan keuangan dirancang sesuai dengan standar akuntansi yang sama sehingga data yang dihasilkan oleh semua akuntan perusahaan dapat dibandingkan sehingga dapat menampilkan metode analisis standar.

2. Komunikasi secara Internal

Akuntansi keuangan berperan sebagai alat komunikasi untuk pihak internal perusahaan seperti tim keuangan dan eksekutif dalam menetapkan planning di masa yang akan datang.

3. Komunikasi secara Eksternal

Hasil pelaporan mengenai akuntansi keuangan digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan secara menyeluruh kepada pihak eksternal termasuk bank, perusahaan leasing, dan lain sebagainya.

Dasar Akuntansi Keuangan 

Adapun dasar akuntansi yang dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.

1. Akuntansi Double-Entry

Dalam sistem pembukuan entri ganda mencatat dua efek dari suatu transaksi. Setiap transaksi mempengaruhi pada dua akun. Satu akun mencatat transaksi sebagai entri debit dan pada akun lainnya dicatat sebagai entri kredit.

Pada entri debit memperhitungkan beberapa hal diantaranya perhitungan terhadap peningkatan aset, pengeluaran yang dibelanjakan, penurunan kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.

Sedangkan entri kredit juga memperhitungkan beberapa hal antara lain penurunan aset dan pengeluaran, peningkatan kewajiban utang, ekuitas, dan pendapatan.

Akuntansi double-entry menjadi salah satu metode yang efektif dalam melakukan pengawasan terhadap kondisi keuangan perusahaan dan membatasi kesalahan akuntan dalam menyusun laporan akuntansi keuangan.

2. Akuntansi Basis Kas dan Akrual

Waktu merupakan faktor utama yang dapat membedakan antara pencatatan akuntansi basis kas dan akrual. Pada basis kas hanya mencatat pengeluaran dan perolehan pendapatan setelah dana berpindah tangan.

Biasanya akuntansi basis kas banyak diimplementasikan oleh suatu perusahaan swasta maupun perusahaan kecil karena keduanya memiliki ciri bisnis yang lebih sederhana daripada basis akrual. Selain itu dengan basis kas maka pengusaha dapat mengetahui jumlah total uang yang ada di saldo.

Meskipun terlihat banyak memiliki kelebihan namun akuntansi basis kas juga memiliki kekurangan yakni pebisnis mungkin tidak memiliki informasi yang realistis mengenai usaha yang sedang dijalankan. Saldo yang dimiliki memang besar namun belum termasuk untuk membayar debitur.

Sedangkan akuntansi basis akrual berpatokan pada pengeluaran dan pendapatan yang dapat diantisipasi. Pengeluaran dicatat saat terjadi dan pendapatan dicatat setelah perolehan bukan pada saat dibayarkan.

Biasanya akuntansi berbasis akrual banyak diimplementasikan oleh perusahaan besar atau perusahaan publik sebab mampu menampilkan gambaran keuangan yang lebih realistis selama kurun waktu tertentu.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Dalam melakukan penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum berdasarkan PSAK. PSAK merupakan singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. PSAK dijadikan pedoman dalam menyusun laporan keuangan akuntansi dan wajib diketahui oleh akuntan,

Terdapat beberapa dasar dalam menampilkan laporan keuangan dalam pernyataan standar akuntansi keuangan. Hal tersebut bertujuan untuk membuat keseragaman dalam memberikan informasi mengenai laporan keuangan dan mempermudah seluruh pihak dalam memahami isi laporan keuangan.

Adapun beberapa PSAK yang berlaku di Indonesia sebagai berikut.

1. PSAK-IFRS

PSAK-IFRS merupakan kepanjangan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan International Financial Report Standard. Dengan standar tersebut maka dapat dimanfaatkan oleh badan usaha yang memiliki jenis akuntabilitas publik yang terdaftar di pasar modal sebagai emiten.

2. PSAK-ETAP

PSAK-ETAP merupakan kepanjangan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Asuransi Publik. Jenis ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan.

3. PSAK-Syariah

PSAK-Syariah merupakan standar akuntansi keuangan yang biasanya digunakan oleh perusahaan yang menerapkan prinsip dan kebijakan syariah dalam menjalankan usahanya.

4. PSAK-EMKM

PSAK-EMKM merupakan kepanjangan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Jenis ini biasanya digunakan oleh badan usaha yang belum dapat memenuhi PSAK-ETAP. Laporan keuangan dibuat secara eksplisit dan sesuai standar akuntansi EMKM.