Sosiologi

11 Contoh Hubungan Sosiologi Dengan Pendidikan

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Hubungan sosiologi dengan pendidikan dianggap sebagai pengetahuan kuno yang keberadaanya bersamaan dengan awal mula adanya manusia. Konsep utama dalam menekankan pada aspek-aspek sosiologi yang digunakan dalam pemecahan masalah pendidikan.

Dalam kaitannya dengan sosiologi, terjadilah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara pendidikan dan perkembangan sosial. Pada dasarnya sosiologi pendidikan akan melahirkan perubahan sosial.

Begitu pula sebaliknya perubahan sosial mempengaruhi arah perubahan sosial. Paradigma yang muncul di masyarakat semakin hari semakin bertambah.

Dengan demikian tatanan kehidupan juga semakin berubah. Lebih jelasnya akan disampaikan pada contoh-contoh berikut. Terdapat sebelas contoh hubungan sosiologi dengan pendidikan, yaitu sebagai berikut:

1. Sosiologi Pendidikan Makro

Sosiologi pendidikan makro mempelajari hubungan antara pendidikan dan institusi lain dalam masyarakat. Konteks pendidikan semakin luas disetarakan dengan tujuan pendidikannya.

Interaksi yang terjadi tidak hanya dari satu bidang saja. Semakin banyak interaksi pendidikan yang dikaji maka diharapkan manfaat yang diperoleh juga semakin tinggi.

Proses interaksi pendidikan meluas ke bidang agama, sosial, politik, ekonomi di tingkat lingkup masyarakat maupun negara. Misalnya, hubungan pendidikan dengan agama, sampai sejauh mana lembaga pendidikan dapat memberikan pengaruh terhadap anak didik dalam menjalankan ajaran agamanya dengan baik. Berlaku pula untuk bidang-bidang yang lain.

2. Sosiologi Pendidikan Meso

Sosiologi pendidikan meso mempelajari hubungan-hubungan dalam suatu organisasi pendidikan. Sekolah dipandang sebagai suatu organisasi yang menjalankan aturan secara terus menerus sehingga mencapai tujuan.

Misalnya, dalam kehidupan sekolah, struktur organisasi dijalankan sesuai peran dan fungsinya baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

3. Sosiologi Pendidikan Mikro

Sosiologi pendidikan mikro membahas interaksi sosial yang berlangsung dalam institusi pendidikan. Kepentingan anak didik yang dilayani melalui proses interaksi pendidikan ini lebih sempit kajiannya.

Misalnya, pengelompokan yang terbentuk di kalangan pendidikan, baik sesama siswa maupun siswa dengan guru.

4. Obyek Material

Obyek material yang dikaji dalam sekolah mengkaji permasalahan hubungan masyarakat, tingkah laku individu dan institusi pendidikan. Hal tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan taraf kelompok sosial dan strata sosial yang berlaku.

Misalnya, anak-anak dari kelompok lingkungan sosial A hanya bersekolah di lingkungan A. Begitu juga anak- anak dari kelompok lingkungan sosial B, hanya akan bersekolah di lingkungan B.

5. Obyek Formal

Obyek formal dalam pendidikan dari sudut pandang sosiologi menekankan tentang bagaimana hubungan masyarakat dengan institusi pendidikan yang bersifat total cultural milliu Lembaga-lembaga sosial dan kelompok sosial dalam proses pendidikan saling menjalin hubungan satu sama lain.

Hal tersebut menguatkan aspek sosial bagi individu dari anak-anak hingga dewasa. Contohnya, tersedianya lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, universitas, maupun lembaga pendidikan lainnya.

6. Interaksi Sosial

Faktor yang mempengaruhi Interaksi sosial dalam dunia pendidikan tercipta atas peran serta individu dalam mengembangkan proses pendidikan.

Akibatnya, mau tidak mau lembaga pendidikan harus mampu menyiapkan sebuah generasi yang siap memasuki kehidupan bermasyarakat. Misalnya, di dalam sekolah siswa mendapatkan pengetahuan profesional yang mampu diterapkan dalam dunianya dalam bermasyarakat.

7. Konflik Sosial

Konflik sosial seringkali muncul akibat kesalahpahaman dalam interaksi sosial yang muncul di masyarakat. Terkadang pendidikan menerapkan orientasi yang telah ditetapkan yang dianggap relevan dengan perkembangan masyarakat.

Namun, di lain pihak ada yang menganggap bahwa dunia pendidikan tidak mampu melakukan hal tersebut. bagaimanapun juga, pendidikan merupakan tempat yang bertanggung jawab dalam menumbuhkan  tata nilai kemanusiaan yang didasari prinsip keadilan dan kesejahteraan.

Misalnya, ketika siswa mendapatkan pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

8. Sarana Perubahan Sosial

Sarana perubahan sosial memberikan dampak positif dan negatif perubahan sosial. Dalam dunia pendidikan yang telah terjadi adalah bagian dari berubahnya sistem pendidikan.

Sekolah dan guru tidak lagi mampu berkacamata kuda, hanya dengan mempertinggi kapabilitas mereka dalam mengejar target kurikulum atau mengejar nilai ujian akhir yang bagus. Pendidikan harus mampu memberikan perkembangan dan dinamika di lingkungan masyarakat.

Misalnya, siswa selain mendapatkan materi ajar pokok pendidikan, mereka juga disarankan untuk terjun langsung bermasyarakat dan membaur dengan lingkungan.

9. Agen Perubahan Sosial (Social Agent of Change)

Agen perubahan sosial tercipta dari anak-anak didik yang berkualitas sebagai hasil dari proses pendidikan yang telah dilalui. Sebagai agen perubahan sosial, siswa dituntut mempunyai fungsi transformatif.

Artinya, pendidikan menjadi jembatan untuk memajukan masyarakat agar tidak ketinggalan dalam dinamika perubahan. Hal tersebut dapat diterapkan dengan lembaga pendidikan yang menyediakan fasilitas untuk siswa baik dalam ilmu teknologi, maupun keterampilan lainnya.

Contohnya, siswa dan guru sebagai pelaku yang berkecimpung di ranah pendidikan.

10. Peran Sosial dan Budaya

Peran sosial dan budaya dalam pendidikan tidak terlepas dari adanya masyarakat yang multikultural. Faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat saling berkaitan dengan organisasi pendidikan.

Contohnya, siswa yang bersekolah di perguruan tinggi., terkadang mereka baru mulai mengenal keberagaman sosial dan budaya di dunia pendidikan yang lebih tinggi.

Peran pendidikan di sini sangat membantu setiap siswa dalam beradaptasi mengenal keberagaman tersebut. Contoh diatas merupakan contoh interaksi sosial yang mengarah kepada persatuan.

11. Aktivitas Sosial

Aktivitas sosial dalam pendidikan merupakan salah satu bentuk sosialisasi individu. Terdapat upaya untuk mendeskripsikan tentang lembaga-lembaga pendidikan terhadap kelompok sosial di mana terdapat suatu interaksi sosial di dalamnya. Contohnya, pertemuan orang tua siswa dengan lembaga-lembaga pendidikan.

Demikian sebelas contoh hubungan sosiologi dengan pendidikan. Dalam menghadapi kemajuan teknologi, pendidikan diharapkan sebagai wadah yang membantu masyarakat agar mampu mengikuti dinamika kehidupan.