Ekonomi

10 Contoh Permasalahan Ekonomi dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Permasalahan ekonomi merupakan masalah yang dapat terjadi oleh individu, masyarakat, negara, sampai lingkup dunia. Pada umumnya masalah ekonomi seringkali ditandai oleh welfare state masyarakat tidak tercukupi.

Welfare state merupakan suatu konsep pemerintahan yang berperan penting dalam hal melindungi dan juga memperjuangkan kesejahteraan sosial dan ekonomi setiap masyarakat yang ada di dalamnya. 

Jika welfare state dalam suatu negara mengalami peningkatan dan mencapai tingkat yang stabil maka akan menekan permasalahan ekonomi di suatu negara, yang mana dirasakan oleh banyak orang atau warga negara.

Menurut para ahli ekonomi konvensional menyebutkan bahwa permasalahan ekonomi merupakan masalah kelangkaan. Kelangkaan ini dapat terjadi akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan sumber daya yang ada.

Dalam istilah lain masalah ekonomi yaitu fenomena realitas kebutuhan manusia yang tidak terbatas namun alat dan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan sangat terbatas. Permasalahan ekonomi dapat dibedakan menjadi dua yaitu klasik dan modern.

Permasalahan pokok ekonomi klasik terdiri dari tiga, yaitu:

  • Produksi, terkait kegiatan mengelola, menghasilkan, ataupun menambah kegunaan suatu benda, orang yang menciptakan barang disebut dengan produsen.
  • Konsumsi, terkait dengan kegiatan untuk menghabiskan maupun mengurangi kegunaan suatu benda, orang yang mengurangi nilai dari benda ekonomi disebut dengan konsumen.
  • Distribusi, terkait kegiatan menyalurkan barang atau benda dari produsen kepada konsumen.

Permasalahan pokok ekonomi modern terdiri dari tiga, yaitu:

  • What, satu kata yang mewakili pertanyaan yang dibutuhkan seperti komoditas yang harus diproduksi dan jumlah komoditas yang harus diperjualbelikan.
  • How, satu kata yang mewakili pertanyaan untuk menyebut komoditas yang harus dipertimbangkan seperti faktor-faktor produksi, dan teknik yang akan digunakan dalam proses produksi.
  • For Whom, kata-kata yang mewakilkan pertanyaan lanjutan bahwa pertimbangan untuk siapa suatu produk atau komoditas diciptakan. Permasalahan untuk siapa tidak hanya merujuk pada salah seorang atau kelompok saja melainkan manfaat dari suatu produk dan manfaat untuk pelaku produksi.

Berikut ini contoh-contoh permasalahan ekonomi:

1. Inflasi

Inflasi merupakan meningkatnya harga produksi karena tidak seimbangnya pengadaan barang produksi dengan tingkat pendapatan masyarakat. Inflasi dapat ditangani melalui dua kebijakan, yakni kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.

Kebijakan fiskal merupakan suatu perencanaan yang disusun untuk mempengaruhi penerimaan serta pengeluaran pemerintah. Sedangkan kebijakan moneter merupakan perencanaan yang disusun untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

Contoh kebijakan fiskal yaitu menaikkan tarif pajak, melakukan pinjaman, menghemat pengeluaran pemerintah, dan lain-lain. Contoh kebijakan moneter yaitu implementasi kebijakan suku bunga dan kebijakan operasi pasar terbuka.

2. Pengangguran

Pengangguran merupakan salah satu permasalahan ekonomi dalam lingkup makro. Pengangguran dapat menghambat pembangunan daerah karena akan mengakibatkan dampak sosial. Menurut Yanuar (2009) pengangguran merupakan kelompok usia produktif yang ingin bekerja namun yang belum mendapatkan pekerjaan.

Bentuk upaya pemerintah dalam menangani masalah pengangguran adalah dengan mendorong investasi dan ekspor yang bertujuan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, memberikan sosialisasi dan pelatihan guna meningkatkan keahlian tenaga kerja, dan lain-lain.

3. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan ekonomi makro yang dialami oleh banyak negara. Kemiskinan dibedakan menjadi empat jenis, yakni kemiskinan absolut, kemiskinan struktural, kemiskinan kultural, dan kemiskinan relatif.

  • Kemiskinan absolut menggambarkan kondisi ketidakmampuan individu dalam mencukupi kebutuhan pokok minimum seperti pangan, sandang, dan papan dikarenakan berada pada tingkat pendapatan di bawah garis kemiskinan. Individu tersebut tidak dapat mencukupi maupun memenuhi kebutuhan primernya.
  • Kemiskinan struktural merupakan kemiskinan yang berasal dari struktur sosial masyarakat, serta mereka yang termasuk golongan ini tidak dapat leluasa menggunakan sumber daya yang tersedia. Contohnya masyarakat Papua yang memiliki hasil tambang melimpah namun mereka tidak merasakan hasilnya.
  • Kemiskinan  kultural merupakan kemiskinan yang terbentuk dari adanya kebudayaan atau kebiasaan masyarakat. Contohnya sikap konsumtif dan suka berfoya-foya.
  • Kemiskinan relatif merupakan kemiskinan yang diakibatkan oleh pembangunan yang tidak merata sehingga terjadi ketimpangan sosial dalam masyarakat. Kemiskinan jenis ini bisa diartikan sebagai perbandingan antara penduduk dan lingkungannya.

4. Resesi Ekonomi

Resesi merupakan fenomena penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu yang lama, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Resesi juga memiliki pengertian bahwa terjadinya kontradiksi besar-besaran dalam hal kegiatan ekonomi.

Menurut para ahli resesi akan terjadi disebabkan oleh ketika keadaan ekonomi suatu negara mengalami peningkatan dalam jumlah pengangguran, penurunan rital, produk domestik bruto (PDB) yang negatif.

Selain itu juga terdapat kontradiksi pendapatan dan manufaktur untuk jangka waktu yang lama dan pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

5. Kegiatan Ekonomi yang Tidak Stabil

Ketidakstabilan kegiatan ekonomi dalam hal produksi dapat mengakibatkan banyak permasalahan. Salah satunya kebutuhan konsumsi masyarakat yang tidak terpenuhi.

Hal tersebut akan mengakibatkan dampak lain yaitu pertumbuhan ekonomi menjadi terganggu. Maka dari itu, upaya untuk menangani ketidakstabilan kegiatan ekonomi adalah dengan meningkatkan kegiatan produksi barang dan jasa, serta menjamin ketersediaan sumber daya alam dan manusia.

6.Persaingan Bisnis yang Tidak Sehat

Persaingan bisnis disebabkan oleh kesalahan strategi pelaku bisnis kemudian dari kesalahan tersebut oleh pelaku bisnis lain dimanfaatkan sebagai peluang untuk mencuri perhatian konsumen.

Telah diatur dalam Undang-Undang Anti Monopoli untuk menyikapi persaingan usaha di Indonesia mengenai tindakan-tindakan dari kelompok pelaku ekonomi yang menguasai pasar. Pelaku ekonomi yang mendominasi pasar akan menggunakan kekuatannya untuk melancarkan kepentingan bisnis mereka.

7. Kemampuan Pajak Rendah

Besar ataupun kecilnya setoran pajak sangat tergantung dari kemampuan ekonomi, termasuk pendapatan dan kemampuan daya beli, terutama dalam membayar pajak. Pada tahun 2020 penerimaan pajak mengalami penurunan hingga minus 19,7% dan meninggalkan defisit fiskal sebesar 6,09% dari yang seharusnya 3% jumlah PDB.

Menurut Sri Mulyani (Menkeu) pembangunan dan kualitas layanan masyarakat sangat tergantung pada dana yang terkumpul salah satu sumber tersebut adalah pajak. Maka dari itu, kemampuan pajak yang rendah akan mengakibatkan masalah ekonomi yang besar atau dalam lingkup makro.

8. Permasalahan Ekspor dan Impor

Kegiatan ekonomi ekspor dan impor menjadi komponen yang penting bagi pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan jika ekspor yang lebih rendah dari impor maka akan mengakibatkan neraca perdagangan di suatu negara mengalami defisit sepanjang tahun.

Hal itu mencerminkan kinerja perekonomian yang kurang ditangani dengan baik sebab produktivitas mengalami penurunan dan ketergantungan terhadap impor mengalami peningkatan yang tinggi.

9. Krisis Nilai Tukar Uang

Penyebab melemahnya nilai tukar mata uang disebabkan oleh permintaan dan penawaran dari mata uang tersebut. Jika permintaan meningkat dan penawarannya tetap ataupun menurun maka nilai tukar mata uang akan mengalami kenaikkan.

Begitu pula sebaliknya jika penawaran meningkat namun permintaan menurun maka nilai tukar mata uang akan mengalami penurunan. Selain itu krisis nilai tukar uang juga disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang mempengaruhi nilai tukar mata uang seperti utang luar negeri, besarnya investasi portofolio asing di dalam suatu negara, dan total impor barang lebih besar daripada ekspor barang sehingga mengalami transaksi yang defisit.

10. Ketidaksiapan Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Menurut para ekonom implementasi revolusi industri 4.0 dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Maka perlu kesiapan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Berdasarkan hasil analisa Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) kesiapan tersebut yakni infrastruktur digital dan literasi digital. Tanpa dua hal tersebut maka suatu negara akan dianggap belum memiliki kesiapan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Ketika negara dalam keadaan ketidaksiapan maka akan menimbulkan permasalahan ekonomi lain, seperti ketertinggalan dalam kemajuan dan pengembangan infrastruktur ekonomi dan mutu pelayanan masyarakat menjadi rendah.

Dampak Permasalahan Ekonomi

Permasalahan ekonomi dapat menyebabkan dampak domino dalam suatu sistem. Berdasarkan contoh-contoh permasalahan ekonomi yang sudah dijelaskan berikut dampak permasalahan ekonomi.

  1. Ketika resesi ekonomi terjadi akibat dari investasi yang mengalami signifikansi penurunan maka akan berdampak pada penurunan jumlah lapangan pekerjaan bahkan hingga membuat peningkatan yang signifikan pada angka pemutusan hubungan kerja (PHK).
  2. Produksi barang dan jasa akan mengalami penurunan secara signifikan sehingga mengakibatkan penurunan PDB nasional. Jika permasalahan ini tidak dapat ditangani segera maka akan mengakibatkan dampak permasalahan ekonomi lain, yakni resesi di berbagai sektor.
  3. Inflasi akan menjadi sangat sulit dikendalikan. Ini akan menyebabkan banyak orang akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup karena kebutuhan mengalami peningkatan biaya konsumsi, banyak orang yang akan kehilangan rumah karena tidak sanggup membayar cicilan, dan banyak bisnis yang harus gulung tikar.
  4. Pengangguran merupakan dampak dari rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan individu, sehingga terjadi peningkatan persaingan kualitas pekerja, serta individu yang kalah saing menjadi sulit untuk berkembang dan mencari pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  5. Mortalitas akan meningkat akibat dari masalah ekonomi seperti kelaparan bahkan melakukan tindakan bunuh diri karena tidak kuat menahan penderitaan yang dialami. 
  6. Akibat dari masalah ekonomi banyak anak menjadi putus sekolah sehingga akan menambah indeks tingkat pendidikan rendah dalam suatu wilayah. Dampak lanjutan dari hal ini alah banyak orang yang tidak memiliki ilmu yang cukup untuk memperoleh pekerjaan.
  7. Tingkat kejahatan dan kriminalitas meningkat akibat banyak masyarakat yang membutuhkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun karena keterbatasan lapangan kerja dan persaingan pekerjaan semakin tinggi maka orang akan bertindak berbagai cara untuk dapat memenuhi kebutuhan primernya.