Akuntansi

Laba Dalam Akuntansi: Pengertian – Cara Menghitung dan Contoh

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Laba dalam ekonomi dan bisnis memiliki peran yang sangat penting karena berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan diukur dari laba perusahaan.

Pengertian Laba

Pengertian Laba Secara Umum

Secara umum, laba adalah selisih pendapatan dan biaya. Dapat juga menjadi ukuran untuk menilai berhasil atau tidaknya manajemen suatu perusahaan.

Organisasi akuntansi saat ini menganut pengertian laba akuntansi sebagai selisih positif antara pendapatan dan biaya.

Makna laba secara umum juga dapat diartikan sebagai kenaikan kemakmuaran dalam suatu periode.

Dan dapat dinikmati dengan syarat tetap mempertahankan kemakmuran awal.

Ilmu ekonomi murni mendefinisikan laba sebagai peningkatan kekayaan investor yang didapatkan dari hasil penanam modalnya.

Tentu saja setelah dikurangi biaya-biaya yang berkaitan dengan penanaman modal tersebut.

Di dalam akuntansi laba didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi.

Yang menjadi pembeda antara ke duanya adalah tentang pendefinisian biaya. Laba merupakan elemen yang paling penting bagi pemakai.

Karena angka laba diharapkan cukup mewakili representasi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Tetapi, teori akuntansi sampai saat ini belum sepakat dalam pemaknaan dan pengukuran laba.

Pengertian Laba menurut para ahli

  • Menurut Horngren (1997)

Laba adalah kelebihan dari total pendapatan dibandingkan dengan total beban. Disebut juga laba bersih.

  • Menurut Hansen dan Mowen (2001)

Laba adalah pendapatan operasional dikurangi pajak, biaya bunga, biaya penelitian dan pengembangan.

Laba bersih disajikan di dalam laporan laba rugi dengan membandingkan pendapatan dan biaya.

  • Darsono dan Ari Purwanti

Laba adalah prestasi seluruh karyawan dalam suatu perusahaan.

Dan dinyatakan dalam bentuk uang yaitu berbentuk selisih antara pendapatan dikurangi beban.

  • Kuswadi

Perhitungan laba didapatkan dari sebuah pendapatan dikurangi semua biaya.

  • Abdul Halim dan Bambang Supomo

Laba adalah pusat pertanggung jawaban yang masuk dan keluar dapat diukur dengan menghitung selisih antara pendapatan dan biaya.

  • Mahmud M. Hanafi

Laba adalah ukuran keseluruhan prestasi dari sebuah perusahaan, yang didapatkan dari hasil penjualan dikurangi biaya.

Karakteristik Laba

Untuk dapat memahami laba lebih mendetail, perlu kita ketahui juga karakteristik laba :

  • Laba yang berdasarkan pada suatu transaksi yang akan benar-benar terjadi.
  • Laba yang juga didasarkan pada suatu periode tertentu.
  • Laba yang dapat didasarkan pada prinsip pendapatan. Melalui suatu pemahaman khusus tentang arti laba, pengukuran dan pengakuan pendapatan.
  • Laba yang membutuhkan pengukuran tentang biaya dalam suatu bentuk biaya historis. Yang diberikan perusahaan demi mendapatkan sebuah pendapat tertentu.
  • Laba yang didasarkan pada suatu prinsip perbandingan antara pendapatan dan biaya. Dan sangat relevan dan kaitan dengan pendapatan tersebut.

Tujuan Laba

Sebuah perusahaan, usaha menengah maupun start up pasti memiliki tujuan mengapa laba layak dicari. Berikut adalah tujuan laba:

  • Untuk membiayai operasional suatu perusahaan atau bisnis dalam pencapaian laba yang lebih maksimal.
  • Untuk dapat melunasi hutang yang ada.
  • Sebagai cadangan dana untuk suatu kebutuhan investasi perusahaan.
  • Untuk mengembangkan perusahaan atau bisnis di masa depan

Tujuan Melaporkan Laba

Tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan.

Informasi ini dapat menunjukan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba (earning per share).

Dengan dengan harapan para pemakai laporan dapat mengambil keputusan ekonomi yang tepat sesuai dengan kepentingannya.

Informasi laba sebenarnya dapat digunakan untuk memenuhi berbagai tujuan.

Tujuan pelaporan laba adalah untuk meyajikan informasi yang bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Informasi tentang laba perusahaan dapat digunakan:

  • Sebagai indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan dalam rate of return on invested capital
  • Sebagai pengukur prestasi manajemen
  • Sebagai dasar penentuan besarnya pajak
  • Sebagai alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomi suatu Negara
  • Sebagai dasar kompensasi dan pembagian bonus
  • Sebagai alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan
  • Sebagai dasar untuk kenaikan kemakmuran
  • Sebagai dasar pembagian deviden.

Fungsi Laba

Laba yang tinggi menunjukkan bahwa konsumen menginginkan produksi yang banyak dari sebuah industri atau perusahaan.

Sebaliknya, laba yang rendah atau rugi menunjukkan bahwa para konsumen kurang menggemari produk. Atau kemungkinan komoditi memiliki metode produksi yang tidak efisien.

Laba ini memberi petunjuk penting untuk suatu relokasi sumber daya atau kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat.

Dalam suatu sistem yang sempurna, laba bukan satu-satunya yang diutamakan oleh manajemen. Aspek pelayanan adalah yang utama.

Sedangkan Koperasi memandang laba dari fungsinya. Fungsi ini bergantung pada besar kecilnya partisipasi atau transaksi anggota-anggotanya dengan koperasinya.

Jika partisipasi anggota tinggi, maka akan tinggi juga manfaat yang diterima oleh anggota.

Unsur-unsur Laba

Laba yang didapatkan sebuah perusahaan atau bisnis tak lepas dari unsur-unsur berikut :

  • Pendapatan

Pendapatan adalah hasil dari pekerjaan seseorang. Pendapatan juga dipahami sebagai sesuatu yang didapatkan setelah pekerjaan selesai atau setelah melakukan sebuah bisnis.

  • Beban

Beban adalah sesuatu yang harus dikeluarkan dan dipertanggung jawabkan seseorang demi mendapatkan hasil yang diharapkan.

Beban sangat penting untuk dapat dipenuhi untuk mendapatkan suatu keuntungan atau laba yang Anda cari.

  • Biaya

Biaya dapat diartikan sebagai sesuatu hal yang harus menjadi kas dalam suatu bisnis.

Fungsinya sebagai alat penggerak bisnis agar tetap berjalan dengan baik. Dan dapat memberikan laba yang diharapankan.

  • Untung-rugi

Keuntungan adalah sesuatu yang didapatkan seseorang yang melakukan bisnis yang berjalan sesuai rencana dan target.

Untung adalah pendapatan pebisnis. Sedangkan kerugian adalah hal yang dihindari oleh semua pemilik usaha.

  • Penghasilan

Penghasilan adalah hasil akhir dari suatu bisnis. Penghasilan inilah yang digunakan untuk suatu kehidupan bisnis.

Faktor yang mempengaruhi Perubahan Laba

Laba juga dapat mengalami perubahan, perubahan tersebut dipengaruhi beberapa faktor berikut :

  • Periode Waktu

Periode waktu dapat memprediksi perubahan laba dengan realisasi yang akan dicapai. Semakin pendek interval waktu, maka semakin akurat ramalan tersebut.

  • Besaran Perusahaan

Skala ekonomi berbeda-beda pada tiap perusahaan. Skala ekonomi yang tinggi dapat menghasilkan produk dengan tingkat biaya rendah.

Tingkat biaya rendah merupakan salah satu unsur untuk dapat mencapai laba yang diingikan sesuai standar yang telah diprediksikan.

  • Umur Perusahaan

Manajemen suatu perusahaan yang masih baru masih belajar untuk menentukan ketepatan perubahan laba.

Dan sebaliknya perusahaan yang sudah lama bergerak akan semakin cermat pada perubahan laba.

  • Kredibilitas Penjamin Emisi

Penjamin emisi akan sangat berhati-hati untuk menjaga kredibilitas prediksi laba.

karena penjamin emisi yang ingin memberikan hasil yang maksimal kepada para pemakai.

  • Integritas Auditor

Faktor ini sangat berpengaruh pada laporan keuangan, karena data yang diberikan menjadi salah satu prediksi laba.

Auditor harus bisa menjamin informasi keuangan yang diberikan telah sesuai dengan pedoman.

  • Tingkat Leverage

Tingkat leverage merupakan salah satu hal yang akan mencerminkan suatu resiko.

Risiko tingkat leverage ini dapat terlihat dari likuiditas yang dimiliki. Aspek ini penting untuk prediksi perubahan laba.

Konsep Laba

M. Yusuf (2002) menyebutkan bahwa informasi laba harus dilihat dalam kaitannya dengan persepsi pengambilan keputusan.

Karena kualitas informasi laba ditentukan oleh kemampuannya memotivasi tindakan individu. Serta membantu pengambilan keputusan yang efektif.

Hendriksen dalam bukunya Accounting Theory edisi kelima (1992), menetapkan tiga konsep dalam usaha mendefinisikan dan mengukur laba menuju tingkatan bahasa.

Konsep-konsep tersebut meliputi :

  • Konsep Laba pada Tingkat Sintaksis (Struktural)

Pada tingkat sintaksis konsep income dihubungkan dengan konvensi (kebiasaan) dan aturan logis serta konsisten.

Dan mendasar pada premis dan konsep yang telah berkembang dari praktek akuntansi yang sudah ada.

Terdapat dua pendekatan pengukuran laba (income measurement) pada tingkat sintaksis, yaitu: Pendekatan Transaksi dan Pendekatan Aktiva.

  • Konsep Laba pada Tingkat Sematik (Interpretatif)

Income ditelaah hubungannya dengan realita ekonomi. Akuntan seringkali merujuk pada dua konsep ekonomi.

Kedua konsep ekonomi tersebut adalah Konsep Pemeliharaan Modal dan Laba sebagai Alat Ukur Efisiensi.

  • Konsep Laba pada Tingkat Pragmatis (Perilaku)

Konsep income dikaitkan dengan pengguna laporan keuangan terhadap informasi yang tersirat atau tidak langsung dari laba perusahaan.

Beberapa reaksi usaha pemakai dapat ditunjukkan dengan proses pengambilan keputusan dari investor dan kreditor.

Demikian juga reaksi harga surat terhadap pelaporan income atau reaksi umpan balik (feedback) dari manajemen dan akuntan terhadap income yang dilaporkan.

Jenis-jenis Laba

  • Laba Kotor (Gross Profit) Laba kotor merupakan laba dari keseluruhan yang perusahaan peroleh.
  • Laba Bersih (Net Profit) adalah laba yang sudah dikurangi biaya yang beban perusahaan dalam suatu periode tertentu termasuk pajak.
  • Laba Bersih Sebelum Pajak adalah laba yang diperoleh setelah laba usaha dikurangi dengan biaya bunga.
  • Laba Usaha “Operasi” merupakan suatu bentuk laba kotor dikurangi harga pokok penjualan dan biaya-biaya atas usaha

Cara menghitung Laba

Laba bersih adalah selisih antara seluruh pendapatan dan seluruh beban yang dihasilkan oleh perusahaan.

Konsep laba adalah selisih pendapatan lebih besar daripada beban.

Apabila selisih pendapatan lebih kecil dibandingkan beban, maka itu disebut rugi.

Dan apabila pendapatan sama besar dengan jumlah beban yang dikeluarkan, maka disebut impas (break even point).

Berikut tahap-tahap menghitung laba :

  • Mencari Laba Kotor

Untuk mencari laba bersih, langkah pertama adalah mencari laba kotor terlebih dahulu.

Laba kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk barang atau jasa.

Rumus Laba Kotor = Penjualan Bersih - HPP (Harga Pokok Penjualan)

Penjualan bersih adalah pendapatan perusahaan hasil dari penjualan.

Setelah dikurangi semua biaya yang dikeluarkan dalam transaksi penjualan.

Contoh : adanya barang yang diretur oleh pembeli karena kondisi barang yang tidak sesuai standar.

Rumus  penjualan bersih = Penjualan – potongan penjualan – return penjualan

Penjualan bersih tidak selalu berupa kas, tapi juga bisa berupa piutang. Hal ini karena penjualan yang dilakukan tidak harus dilakukan dengan transaksi tunai, penjualan secara kredit juga diakui sebagai penjualan.

HPP (harga pokok penjualan) atau COGS (cost of god sold) adalah semua biaya yang berkaitan dengan barang produksi atau barang yang dijual.

HPP atau biaya yang berkaitan dengan barang dagang meliputi biaya pembelian barang dagang.

Termasuk persediaan barang dagang yang dibeli pada periode sebelumnya

Rumus HPP = persediaan awal -  pembelian bersih- persediaan akhir

Sedangkan jumlah pembelian bersih dipengaruhi oleh pembelian, ongkos angkut pembelian, return dan potongan pembelian.

Rumus  pembelian bersih= pembelian+ongkos angkut-return pembelian-potongan pembelian
  • Menghitung Laba Bersih

Laba bersih adalah laba kotor dikurangi oleh semua biaya yang dikeluarkan seperti biaya operasional dan biaya non operasional.

Dan jika ada ditambah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan non operasional.

Contoh pendapatan non operasional yaitu pendapatan bunga atau pendapatan hasil dari penjualan aktiva tetap perusahaan.

Biaya operasional contohnya adalah biaya pemasaran, biaya administrasi, biaya penyusutan.

Sedangkan biaya non operasional contohnya adalah biaya bunga (interest), dan pajak (tax).

Rumus laba bersih= laba kotor-beban usaha

Contoh Tabel Perhitungan Laba

Mengingatkan kembali bahwa konsep laba yaitu selisih antara pendapatan dengan beban.

Syaratnya pendapatan jumlahnya lebih besar dari beban. Jika sebaliknya, maka hal tersebut dikenal dengan sebutan rugi.

Contoh ke 1 berikut adalah contoh tabel perhitungan sederhana laba rugi bersih

Dari contoh laporan di atas, laba (rugi) bersih diperoleh dengan proses perhitungan sebagai berikut:

Penjualan dikurangi harga pokok penjualan (HPP) merupakan laba (rugi) kotor.

Laba (rugi) kotor dikurangi beban atau biaya-biaya operasi menghasilkan laba (rugi) operasional.

Laba (rugi) sebelum pajak dihitung dari laba (rugi) operasional ditambahi dengan pendapatan (beban) lain bersih.

Terakhir didapatkan laba (rugi) bersih setelah pajak, yang dihitung dari Laba (rugi) sebelum pajak dikurangi pajak (tax).

Contoh ke 2 berikut adalah laporan laba rugi perusahaan dagang

Dari contoh laporan laba rugi di atas, kita dapat membaca bahwa nilai penjualan adalah Rp 158.265.000.

Laba (Rugi) Kotor sebesar Rp 49.244.000 yang merupakan hasil total penjualan dikurangi harga pokok penjualan (HPP).

Sedangkan harga pokok penjualan (HPP) diperoleh dari perhitungan sebagai berikut (semua angka dalam ribuan):

Rumus berikut memudahkan untuk memahami laporan keuangan di atas

•    Pembelian bersih = Pembelian – (Potongan Pembelian+Diskon Pembelian)


• Pembelian bersih = Rp 127.355 – ( Rp 6.951 + Rp 0 ) = Rp 120.404

Harga Pokok Pembelian = Pembelian bersih + biaya kirim pembelian

Harga Pokok Pembelian = Rp 120.404 + Rp 0 = Rp 120.404

Barang tersedia untuk dijual = Harga pokok pembelian + Persediaan Awal

Barang tersedia untuk dijual = Rp 120.404 + Rp 189.501 = Rp 309.905

Harga pokok penjualan (HPP) = Barang tersedia untuk dijual – persediaan akhir periode

Harga pokok penjualan (HPP) = Rp 309.905 – Rp 200.884 = Rp 109.021

Laba (Rugi) operasi = Laba Kotor – Beban

Laba rugi operasi = Rp 49.244.000 – Rp 12.773.500 = Rp 36.470.500

Laba (Rugi) Periode Tersebut = Laba (Rugi) Operasi + Pendapatan (Beban) Lain-lain


= Rp 36.470.500 + ( Rp 1.955.438 – Rp 623.000)
= Rp 36.470.500 + Rp 1.332.438
= Rp 37.802.938

Jadi Laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan PT GO Berkah periode Maret 2018 adalah sebesar Rp 37.802.938.